Big Bosnya Ntah Dimana?..

  • Whatsapp

*Penanganan Kasus TI Ilegal Belakang Pemprov

*4 Orang Jadi Tersangka

Muat Lebih

*Tangan Kanan AT, Diproses Lanjut

PANGKALPINANG Perkembangan penanganan kasus perkara ilegal
mining dengan empat orang terduga tersangka yang ditangkap
anggota Ditreskrimsus Polda Babel saat beraktifitas diduga
dilahan milik aset Pemprov Babel di seputaran komplek
Perkantoran Gubernur, Kamis (16/01/2020) atau dua pekan
lalu timbul tanda tanya.

Ekpose publik kasus itu sendiri baru digelar kemarin lalu
dipimpin langsung Kapolda Babel, Brigjen Pol Anang Syarif
Hidayat.

Anehnya, dari keempat tersangka yang dihadirkan tidak
tampak wajah, Atw warga Kecamatan Pangkalanbaru Kabupaten
Bangka yang disinyalir menjadi aktor utama pada kasus
ilegal mining yang diamankan Polda Babel.

Kiprah Atw punya andil besar dalam kegiatan aktivitas
penambangan ilegal di sekitaran Komplek Perkantoran
Pemerintah Provinsi Kelurahan Air Itam, di sekitar
Lokalisasi Parit Enam, dekat Bandara Depati Amir, bukan
rahasia umum lagi.

Selain pemodal, pemilik alat berat dan penadah pasir timah
hasil penambangan ilegal, Atw diketahui juga dekat dengan
sejumlah pejabat di Bangka Belitung.
Salah satu penambang yang sempat ditemui wartawan mengaku
bahwa semua pasir timah hasil penambangan dibawa ke gudang
Atw.

“Lahan lokasi sudah dibuka dengan alat berat milik Atw.
Jadi kami tinggal turun nambang tapi timahnya tetap ke
Atw,” ungkapnya kepada wartawan.

Ironis, cukong tersebut tetap bebas berkeliaran kendati ada
dasar kuat untuk melakukan penindakan.

Dalam gelar ekpose tersebut, polisi menetapkan 4 orang
tersangka Dm, Mz, Sl, dan Fii yang disebut-sebut sebagai
tangan kanan Atw.

Para tersangka ditangkap dalam dugaan tindak pidana
melakukan usaha penambangan pasir timah tanpa dilengkapi
izin berupa IUP, IPR dan IUPK yang beroperasi di seputaran
perkantoran Gubernur.

Disini, polisi mendapati alat bantu satu unit mesin pompa
air warna orange, satu unit mesin merk Yasuka beserta pompa
tanah, satu batang selang spiral, satu batang pipa dan satu
unit kepala monitor.

Kapolda Babel, Brigjen Pol Anang Syarif Hidayat menegaskan,
pelaku illegal minning dugaan tindak pidana melakukan usaha
penambangan tanpa IUP ini dipersangkakan penyidik Subdit IV
Tipiter Ditreskrimsus Polda Babel dengan Pasal 158 Undang-
Undang Republik Indonesia No. 4 Tahun 2009 tentang
Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba).

“Setiap orang yang melakukan usaha penambangan tanpa IUP,
IPR atau IUPK” diancam dengan hukuman 10 tahun penjara atau
denda sebesar Rp. 1,5000.000.000,- (satu milyar lima ratus
juta rupiah). SY alias Fii ini saat ini telah dibawa ke
Polda Babel untuk diproses lebih lanjut,” tegas Kapolda
saat konferensi pers di Mapolda Babel, Senin (03/02/2020).

*Fii, Pernah Hadang Petugas

Mungkin kalian masih ingat dengan pemberitaan puluhan
personil Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Kepulauan
Bangka Belitung (Sat Pol PP Babel) mengepung tambang
inkonvensional (TI) diduga ilegal di kawasan dekat Bandara
Depati Amir Pangkalpinang, tepatnya di belakang gedung
Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Koperasi dan UMKM
Provinsi Babel setahun silam?.

Dilokasi ini, tim berhasil menemukan satu unit alat berat
atau PC merek Hitachi warna orange diduga milik Atw yang
sengaja disembunyikan di balik hutan. Namun sayangnya
ketika petugas mau menyita PC ini, seorang operator alat
berat berusaha menghalangi-halangi petugas.

Pria bernama Syafii alias Fii (45) itu menghadang petugas
dengan berdiri di depan PC ketika alat berat ini akan
dibawa. Tak pelak upaya pengamanan PC itu gagal dan
personil Sat Pol PP tidak berani bertindak tegas.

“Jangan dibawa dulu. Bos kami sedang bertemu dengan kasat
kalian,” cegat laki-laki berjaket biru putih dan mengenakan
celana pendek bersepatu boot yang berusaha menghalang-
halangi petugas untuk pengamanan PC.

Maksud tujuan sama, Fii Warga Kelurahan Air Itam ini,
Kecamatan Bukit Intan Kota Pangkalpinang, mendatangi lokasi
saat penertiban Tim Ditkrimsus Polda Babel, Kamis
(16/01/2020) lalu sekitar pukul 09.30 WIB. Hanya saja lawan
yang dihadapinya kali ini berbeda, Fii langsung ditangkap
tanpa tawar menawar. (ovi/bis/6)

Pos terkait