Bidan Ningsih Bakal Jalani Sidang

  • Whatsapp

Dititip di LP Tuatuanu
Tolak Didampingi Pengacara

SUNGAILIAT – Oknum Bidan PNS yang membuat heboh membuka tempat praktek aborsi di kota Sungailiat Bangka, siap-siap menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Sungailiat dalam waktu dekat ini.
Pihak Kejaksaan Negeri Bangka sejak 16 Maret 2017 lalu telah merampungkan berkas, barang bukti dan tersangka dari pelimpahan Polsek Sungailiat.
Naasnya bidan yang sempat menghirup udara segar di rumah atas status sebagai tahanan rumah oleh Polsek Sungailiat lantaran alasan kesehatan, kini harus bersabar menunggu kejelasan nasibnya. Selama menunggu persidangan ia harus mendekam sebagai tahanan di Lapas Tua Tunu.
Kasipidum Kejari Bangka, Retni Natalya Bya, SH, MH kepada wartawan, Kamis (23/3/2017) membenarkan kalau Bidan Ningsih yang memiliki nama asli Sri Mardiningsih berstatus tahanan Kejaksaan Negeri Bangka.
Dikatakan Retni, saat ini tersangka Ningsih dilakukan penahanan dan tidak ada keinginan dari tersangka maupun keluarganya mengajukan penangguhan dan menolak untuk didampingi pengacara hukumnya.
“Terhadap tersangka kami lakukan penahanan rutan per 16 Maret – 4 April 2017. Secepatnya kami limpahkan ke Pengadilan. Tidak ada pengajuan penangguhan baik dari tersangka. Pada saat diperiksa tahap 2 tidak ada dari terdakwa maupun keluarga melakukan penangguhan. Pada saat ditahap 2 dia menolak pendampingan terhadap penasehat hukum,”jelas Retni.
Menurut Retni, Ningsih dijerat dengan pasal 194 Undang-Undang No 36 tahun 2009 tentang Kesehatan jo pasal 53 KUHP, Pasal 349 KUHP jo pasal 348 KUHP, pasal 299 KUHP. Dari ningsih diamankan juga barang bukti yang diserahkan ke kejaksaan berupa 15 buah obat tablet, alat- alat kedokteran, penjepit, cocor bebek, alat kurewt, baskom, senter, 1 buah HP yang dg digunakan tersangka dalam melakukan perbuatannya.
Dilansir, oknum Bidan berstatus PNS di Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka, Sri Mardiningsih alias Ningsih (48), tak berkutik setelah mengetahui calon pasien aborsi ternyata seorang polisi yang menyamar ke tempat prakteknya.
Akibat melanggar kode etik, warga Jalan Sri Pemandang Sungailiat ini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya yang diduga telah melakukan Aborsi terhadap sejumlah pasiennya.
Bidan senior tersebut ditangkap Unit Reskrim Polsek Sungailiat, Sabtu sore (14/1/2017) kemarin di kediaman sekaligus tempat prakteknya di Jalan SD No 2 Lingkungan Sri Pemandang Kelurahan Sri Menanti Kecamatan Sungailiat sekitar pukul 15.00 WIB sesuai LP no. : Lp/A-21/I/2017/Sek Sungailiat.
Informasi yang dihimpun wartawan menyebutkan kronoligis penangkapan Bidan Ningsih ketika anggota Polsek Sungailiat mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa di Lingkungan Sri Pemandang, Kelurahan Sri Menanti ada tempat praktek bidan yang digunakan untuk tempat praktek aborsi. Kemudian dari informasi tersebut, anggota Polsek Sungailiat melakukan penyamaran untuk berpura-pura ingin melakukan aborsi.
Lalu Bidan Ningsih meminta tarif sebesar Rp4 juta untuk melakukan aborsi.
Tak menunggu waktu lama, Bidan bertubuh gemuk ini pun langsung digerebek dan dilakukan penggeledahan. Di tempat praktek miliknya, polisi berhasil menemukan obat dan alat yang digunakan untuk mengaborsi pasien-pasiennya.
Saat ini, Bidan Ningsih berikut barang bukti sudah digiring ke Mapolsek Sungailiat.
Keterangan awal pelaku sudah mengakui perbuatan melakukan aborsi di tempat praktek. Atas tindakannya, ia dijerat pasal 194 Undang-Undang No 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan jo 53 KUHP atau pasal 299 KUHP.
Barang bukti obat-obatan serta peralatan yang digunakan Bidan Sri mengaborsi para pasiennya. Menurut wn warga setempat, aksi bidan ini memang sudah sunter ditelinga masyarakat. Namun sepengetahuannya, praktek tersebut melayani pelayanan medis umum untuk pengecekan kehamilan dan KB. Namun seiring waktu berjalan, tersiar kabar bahwa Ningsih menerima pasien untuk menggugurkan kehamilan lantaran tak menginginkan cabang bayi tersebut lahir.
Sempat diketahui, kalau izin praktek yang dikantongi Ningsih sempat dicabut Dinkes Kabupaten Bangka namun warga pun tidak tahu bagaimana praktek Bidan Ningsih kembali menerima pasien dan memasang plang praktek di depan rumahnya.
“Kalau same bidan tu kami kenal. La lame die buka praktek. Tapi untuk kapan praktek aborsi e tu die mulai ngejalan e, ku dak tau. La lame nian kami dapat kabar kalau die nerima orang yang nek aborsi. Soal kami sering liet pasangan anak muda masuk ke praktek e. Tapi dak tau bener dak e karena ku ge lum sua liet e langsung. Dulu kami denger praktek e sua dicabut izin e. Men sekarang pacak aktifitas agik, ku dak tau. Karna kami warga disini tau info e dari mulut ke mulut,”ujar Wn kepada wartawan.
Kabag Humas, PDE dan Santel Pemkab Bangka, Boy Yandra saat dikonfirmasi Sabtu malan (14/1/2017) kemarin membenarkan kalau Sri Mardinengsih yang akrab disapa Bidan ningsih itu prosesinya sebagai seorang bidan dan bekerja sebagai PNS di Dinkes Kabupaten Bangka.
“Ya dia itu bidan. Dan sudah lama berstatus PNS di Dinkes. Tapi sebelum di dinkes dia itu tugasnya di Puskesmas daerah ni lah,” tukas Boy Yandra kala itu.
(2nd/6)

Related posts