BID Dilaksanakan untuk Bantu Desa Tingkatkan Kualiatas Kegiatan

  • Whatsapp
Peserta dan Penyelenggara Bursa Inovasi Desa tahun 2019 cluster 1, yaitu Kecamatan Payung, Kecamatan Pulau Besar dan Kecamatan Simpang Rimba, foto bersama disela-sela kegiatan.(foto: dedy)

PAYUNG – Camat Kecamatan Payung, Pak Zainudin membuka secara resmi Bursa Inovasi Desa (BID) tahun 2019 cluster 1 yaitu kecamatan Payung, kecamatan Pulau Besar dan kecamatan Simpang Rimba, Kamis (18/7/2019) di kecamatan Payung Kabupaten Bangka Selatan.

Acara yang digelar di Gedung Serba Guna Krio Panting Desa Payung Kecamatan Payung, Tahun Anggaran 2019 dilaksanakan di setiap kecamatan atau klaster beberapa kecamatan, dan merupakan bagian tak terpisahkan dari model Pengelolaan Pengetahuan dan Inovasi Desa (PPID) mulai dari tingkat Kabupaten/Kota, Kecamatan dan Desa.

Kegiatan ini, bertujuan mendorong desa-desa lebih memiliki konsentrasi terhadap pembangunan yang inovatif, dan diharapkan menjadi pusat inovasi desa secara nasional.

Menu – menu yang ditawarkan di bursa inovasi desa ini, yaitu infrastruktur, kewirausahaan dan ekonomi, dan sumber daya manusia (SDM). Kegiatan Bursa Inovasi Desa (BID) di Kecamatan Payung ini menjadi momentum penting bagi desa untuk dapat mewujudkan replikasi kegiatan serupa, baik dalam perencanaan dan penganggaran desa yang inovatif.

BID dilaksanakan untuk membantu Desa dalam meningkatkan kualiatas kegiatan-kegiatan pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat yang akan didanai oleh Dana Desa dengan menyajikan inspirasi dan alternatif pilihan kegiatan-kegiatan bagi pembangunan Desa dan pemberdayaan masyarakat yang dinilai inovatif dan terbukti berhasil.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Payung, Camat Pulau Besar, Camat Simpang Rimba, Kapolsek Payung, Danramil/Danposramil Payung, P3MD Kab.Basel, TA P3MD Kab Basel dan Organisasi perangkat Daerah (OPD) lainnya.

Sementara pesertanya per desanya adalah Kades, Ketua BPD dan Tokoh masyarakat/LPM, sedangkan panitianya yaitu Tim Inovasi Kabupaten (TIK), Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) kecamatan, Tim Pendamping Desa (PDP,PDTI,PLD) dan OPD terkait.

Pemandu Bursa Inovasi Desa klaster 1 Sastra yang juga merupakan PDP Kecamatan Simpang Rimba berharap para peserta Bursa Inovasi Desa ini berembuk dulu, setelah itu baru berkonsultasi dan diskusi dengan Pemandu meja konsultasi P2KTD dan Tenaga Pendamping Profesional.

“Kemudian dapat mengisi kartu Ide dan kartu komitmen, kemudian kartu ide dan kartu komitmen tersebut dapat ditukar dengan Sertifikat. Kami juga mendorong kades – kades yang telah mengisi kartu komitmen untuk mendiskusikan ke BPD, unsur masyarakat yang lain untuk dianggarkan dalam APBDes 2020 dalam RKP. Dana desa hendaknya mampu kita manfaatkan untuk menjadi daya ungkit peningkatan ekonomi masyarakat. Inovasi desa mampu menumbuhkan kolaborasi antar pihak, sehingga diharapkan bisa semakin memajukan desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (raw/3)

Related posts