BFS Temukan Anggrek Spesial di Bukit Buik

  • Whatsapp
Ekspedisi BFS saat menemukan anggrek hijau di Bukit Buik. (foto: ist)

BAKAM- Bangka Flora Society (BFS) mengawali kegiatan ekspedisi semester kedua tahun 2017 di Bukit Buik, Desa Dalil, Kecamatan Bakam Kabupaten Bangka. Pada ekspedisi kali ini, tim ekspedisi menemukan tanaman anggrek hijau (claderia) di rute perjalanan menuju puncak air terjun Bukit Buik.
Ekspedisi dipimpin oleh Ady Suherman, didampingi dua kader konservasi Desa Dalil yakni Junaidi dan Ikhsan alias Ican. Turut serta juga beberapa anggota BFS dan ketua BFS Dian Rossana Anggraeni bersama ke-15 siswa sekolah alam.
Menurut Ady, tujuan ekspedisi selain merealisasikan program kerja, BFS selalu melakukan pemetaan dan identifikasi flora Babel. Bahkan pihaknya, kata dia, juga akan lakukan konservasi ex-situ bila habitatnya terancam.
Wilayah tersebut lanjut dia, baru pertama kali dijelajahi tim ekspedisi BFS. Mendapati keindahan dan eksotisme anggrek hijau yang cukup banyak dijumpai sepanjang perjalan tim menuju ke air terjun membuat kepenatan yang terasa menjadi hilang.
“Claderia atau anggrek hijau dapat disaksikan hidup dan tumbuh subur di kawasan ini karena daerahnya sejuk dan memiliki kelembaban yang cukup tinggi dengan aliran air diantara batu sungai kecilnya,” ujarnya.
Ditambahkan Dian Rossana, spesies anggrek hijau dapat tumbuh dan hidup di ketinggian asalkan lingkungannya mendukung dengan kelembaban yang ideal. Padahal biasanya anggrek tersebut hidup dan tumbuh di daratan rendah yang berawa-rawa.
“Inilah yang menjadikan anggrek ini lebih spesial dibanding kesembilan anggrek yang dijumpai tim. Anggrek ini warnanya sedikit lebih pekat hijaunya dibanding yang sudah dijumpai sebelumnya. Ini karena lingkungan hutan yang masih cukup lebat tentunya sangat terjaga suhu dan kelembabannya,” ujar Dian.
Peraih kalpataru tingkat nasional ini mengatakan, selain Claderia anggrek hijau juga di jumpai sekitar sembilan spesies anggrek lainnya. Diantaranya juga ditemukan Dendrobium Lamelatum, Dendrobium Elipsophyllum, Dendrobium Leonis, juga ada Bulbophyllum Pucturatum (anggrek kancing), Bulbophyluum Pictum, Eria Jakobsoni’i dan Sangoinulantum si anggrek daun merah atau biasa populer dengan sebutan anggrek tusuk konde.
“Kecantikan dan keindahan claderia si hijau dari Bukit Buik ini memberikan warna tersendiri dalam menunjang keindahan air terjun Bukit Buik. Namun ini harus menjadi perhatian kita semua untuk menjaga ekosistemnya agar dapat terjaga dan bisa dinikmati sepanjang masa bagi setiap pengunjung untuk melakukan wisata di daerah ini,” pungkasnya. (snt/10)

Related posts