BFS Tanam Puluhan Anggrek di Sungai Upang

  • Whatsapp
Sejumlah elemen yang diprakarsai Bangka Flora Society saat melakukan penanaman puluhan anggrek dan ratusan pohon di tepian Sungai Upang Desa Tanah Bawah.(foto: riski)

PUDING BESAR – Bangka Flora Society (BFS) melakukan penanaman puluhan anggrek dan ratusan pohon di tepian Sungai Upang Desa Tanah Bawah untuk memperingati Hari Gerakan Sejuta Pohon Dunia dan Hari Lingkungan Hidup Indonesia yang diperingati setiap tanggal 10 Januari.

Penanaman pada Sabtu (11/1/2020) tersebut, dilakukan dengan melibatkan para anggota BFS, sahabat alam Sungai Upang, Siswa Pramuka Saka Lalpataru, masyarakat dan para pengunjung.

Read More

Ketua BFS, Dian Rossana Anggraini mengatakan, tujuan kegiatan tersebut untuk mengajarkan kepada seluruh siswa dan mengajak masyarakat dalam melestarikan lingkungan khususnya di tepian Sungai Upang.

“Seluruh kegiatan kali ini, merupakan upaya untuk melestarikan lingkungan dan menjaga ekosistem Sungai Upang. Kita juga memilih Kayu Perupuk dan Jambu Ubak, karena memiliki karakteristik yang cocok untuk ditanam di tepin sungai upang,” ungkapnya.

Wanita yang merupakan peraih penghargaan Kalpataru 2015 tersebut, juga melakukan konservasi bagi tanaman Anggrek Bangka Belitung di Pulau Anggrek yang dinamanakan ‘Pulau Anggrek Elsye Lestari’ terletak di tengah Sungai Upang dan bisa dijangkau menggunakan perahu.

“Penanaman kita kali ini, dilakukan sebanyak 78 batang Anggrek dari enam spesies berbeda. Diantaranya ada tanaman anggrek yang saat ini, sudah mulai langka dan sulit untuk ditemui. Anggrek tersebut, yaitu Anggrek Bulan,” tutur Dian didampingi Sekretaris BFS, Fahmi Andika.

Selain Anggrek Bulan (Phalaeonopsis Sumatrana) lima jenis Anggrek lainnya yaitu Cernu cervi, Oncidium, Bulbovilum, Bogoriensis, dan Tripspermum. Seluruh anggrek tersebut, di tanam di Pulau Anggrek yang telah dirawat dan ditanami sejak tiga tahun silam.

Disamping itu, kegiatan penanaman juga terus rutin dilalukan oleh Sahabat Alam Sungai Upang bersama BFS di tepian Sungai Upang melalui kegiatan ‘Minggu Menanam’. Sehingga setiap satu minggu sekali akan melakukan penanaman dengan melibatkan siswa dan masyarakat yang berkunjung ke Sungai Upang.

Ketua Komunitas Salam Upang, Hormen berharap Sungai Upang juga bisa memberikan nilai-nilai edukasi khususnya terhadap pelestarian lingkungan, sehingga masyarakat yang berkunjung mampu menambah pengetahuan dan rasa cinta terhadap lingkungan selain sebagai tempat rekreasi.

“Dismmping kita mengurusi para pengunjung yang hendak berwisata, kita sisipkan dengan nilai edukasi tentang lingkungan kepada mereka. Kita ajak mereka untuk menanam Anggrek, pohon, dan melakukan pembibitan yang lokasinya juga di Sungai Upang,” ungkapnya.(mla/3)

Related posts