by

BFS Tanam Anggrek Khas Bangka di Tepian Sungai Upang

Penanaman anggrek pensil di tepian Sungai Upang, Desa Tanah Bawah, Kecamatan Puding Besar, Minggu (4/11/2018). (foto: istimewa)

 

Peringati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional

PUDING BESAR – Sejumlah siswa dari MTS Nurul Yaqin Tanah Bawah beserta Sahabat Alam (Salam) Sungai Upang dan aktivis lingkungan Bangka Flora Society (BFS) melakukan aksi penanaman anggrek pensil (papillionanthe hookeriana) di tepian Sungai Upang, Desa Tanah Bawah, Kecamatan Puding Besar, Minggu (4/11/2018).

Acara yang diprakarsai Ketua BFS Dian Rossana Anggraini ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional yang jatuh setiap tanggal 5 November. Kegiatan ini juga diikuti oleh berbagai elemen pemuda dari beberapa desa yang ada di seputaran Sungai Upang.

“Kegiatan penanaman anggrek ini merupakan rangkaian panjang kegiatan memperingati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional yang diselenggarakan oleh BFS. Puncaknya, kami akan menyelenggarakan Kemah Sahabat Alam yang akan dilaksanakan pada tanggal 17- 20 November 2018 di tepian Sungai Upang,” ujar Dian Rossana, disela-sela kegiatan.

Menurut Dian, anggrek pensil merupakan anggrek khas Bangka yang cocok di tanam di lokasi tepian sungai. Penanaman anggrek pensil di lokasi tepian Sungai Upang, kata dia, sebagai langkah penyelamatan karena habitat anggek itu mulai terganggu aktivitas pertambangan dan perkebunan kelapa sawit.

“Anggrek pensil yang ditanam merupakan anggrek yang berasal dari berbagai tempat yang lokasinya telah berubah fungsi menjadi kawasan perkebunan sawit serta area pertambangan. Karena dikhawatirkan akan mengganggu serta mematikan habitat anggrek tersebut maka kita lakukan upaya penyelamatan ex-situ, salah satunya di tepian Sungai Upang ini,” kata Dian.

Sementara itu, M.Kholil, penggiat lingkungan yang juga menjadi tenaga pengajar di MTS Nurul Yaqin Tanah Bawah mengharapkan kegiatan yang mereka lakukan bisa membawa manfaat terutama bagi kelestarian anggrek Bangka. Dia juga berharap kegiatan tersebut bisa mendukung terciptanya kawasan Sungai Upang sebagai kawasan wisata biodiversity.
“Selain itu, saya juga berharap agar kegiatan ini bisa membangun mental yang baik bagi pelajar serta pemuda yang ikut pada kegiatan penanaman tersebut sehingga bisa menjadi kader konservasi bagi pelestarian alam dan lingkungan,”tandasnya. (snt/10)

Comment

BERITA TERBARU