Bertahun-tahun Dibiarkan Rusak, Akses Jalan Munggu-Lampur Memprihatinkan

  • Whatsapp
Beginilah kondisi akses jalan Desa Munggu-Lampur yang berlubang dan rusak parah. Hingga kemarin, jalan utama bagi masyarakat dua desa ini belum diperbaiki oleh pemda setempat. (Foto: Istimewa)

SUNGAISELAN – Proyek pemeliharaan dan perbaikan jalan-jalan desa di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sepertinya luput dari perhatian pihak terkait. Terbukti, setelah anggota DPRD Kabupaten Bangka Selatan mengeluhkan akses jalan penghubung antara Desa Payung hingga Desa Sebagin di kabupaten itu dalam kondisi rusak parah, kini giliran Kepala Desa Munggu pasrah terhadap kondisi jalan yang menghubungkan Desa Munggu-Lampur, Kecamatan Sungai Selan, Kabupaten Bangka Tengah yang saat ini dalam kondisi memprihatinkan.
Bahkan, sudah bertahun-tahun jalan tersebut dibiarkan rusak tanpa tersentuh pemeliharaan. Pihak desa pun sudah berulang kali mengusulkan perbaikan kepada Pemkab Bangka Tengah, namun tak pernah disetujui. Padahal, jalan penghubung desa ini menjadi akses tranportasi masyarakat di dua desa.
“Setiap tahun kami mengajukan permohonan perbaikan ke Pemkab Bangka Tengah, tetapi hingga kini belum ada respon. Sudah bertahun-tahun tidak pernah ada perbaikan dan pemeliharaan dari Dinas PU,” ungkap Kepala Desa Munggu, Tamrin Aziz kepada wartawan, Senin (24/6/2019).
Menurut Tamrin, dalam kegiatan Musrenbag Kecamatan Tahun 2018 lalu, dinas terkait sempat menjanjikan perbaikan dan pengaspalan jalan itu. Akan tetapi hingga pertengahan tahun 2019 ini, belum ada tindak lanjut dari janji tersebut.
“Jalan ini kan masuk jalan kabupaten, jadi sudah seharusnya masuk tanggungjawab Dinas PU Bangka Tengah,” tegasnya.
Dia berharap dengan vitalnya penggunaan Jalan Raya Munggu-Lampur oleh masyarakat, maka pihak terkait lebih memprioritaskan jalan yang pantas untuk diperbaiki dengan segera.
“Segenap perangkat Desa Munggu telah mengajukan pengusulan perbaikan setiap tahun dan kami harapkan adanya respon dan tindak lanjut dari pemkab melalui dinas terkait untuk segera melakukan perbaikan dan pemeliharaan,” ujarnya.
Rino, salah seorang warga desa setempat mengakui sudah sejak lama jalan penghubung dua desa itu rusak. Menurutnya sudah lebih dari empat tahun jalan itu dibiarkan dipenuhi lubang dan ketika hujan menjadi kubangan lumpur.
“Kita sudah capek mengeluh tapi tidak ada respon yang baik dari Pemkab. Pihak desa juga sudah mengusulkan tapi seolah dicuekin. Coba sesekali bupati atau ketua DPRD lewat jalan itu biar mobil bagus kalian bisa merasakan enaknya melewati jalan itu,” ujarnya.
Ia meyakini baru pada tahun 2020 kelak jalan itu akan diperbaiki. Sebab, tahun itu merupakan tahun politik bagi Kabupaten Bangka Tengah, sehingga kandidat calon bupati dan wakil bupati berebut mencari simpati masyarakat Desa Munggu ataupun Lampur.
“Padahal di Kecamatan Sungaiselan dan Simpang Katis banyak anggota dewan, warga Lampur juga ada tapi mungkin mereka gak peduli lagi dengan kampungnya karena sudah tinggal di Kota Pangkalpinang. Mereka baru datang ke kampung saat Pemilu saja,” sindirnya. (ran/6)

Related posts