Bersyukur Menjadi Muslim

  • Whatsapp

Oleh: Fakhruddin Halim

Kaum muslimin yang berbahagia. Kita layak bersyukur kepada Allah Swt. ketika Dia memberikan hidayah kepada kita, untuk menjadi seorang muslim. Menjadi seorang mukmin. Yang ini merupakan syarat mutlak, manusia bisa menikmati hidup bahagia di akhirat.

Read More

Orang yahudi mengaku, merekalah satu-satunya calon penghuni surga. Selain yahudi, tidak akan masuk surga.

Begitu kaum agama samawi lainnya mengklaim, hanya mereka yang layak masuk surga. Selain mereka akan kandas di neraka.

Tapi itu semua hanyalah klaim tanpa bukti. Angan-angan kosong yang tidak akan pernah terjadi. Karena itu, kita perlu yakin, sejatinnya hanya orang beriman, satu-satunya yang berhak mendapatkan surga Allah.

Setahun sebelum haji wada’, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengutus beberapa sahabat, untuk datang ke kota Mekah, menyebar ke berbagai penjuru Mekah, untuk mengumumkan,

“Bahwa tidak ada yang bisa masuk surga kecuali orang yang beriman.”

Kata Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu,

فَكُنْتُ أَنَادِى حَتَّى صَحِلَ صَوْتِى

Akupun meneriakkan pesan ini berkali-kali sampai suaraku serak. (HR. Ahmad).

Dalam riwayat lain, dari Ka’ab bin Malik Radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika hari Tasyriq, beliau berkhutbah menyampaikan pernyataan ini, ‘tidak ada yang masuk surga kecuali orang yang beriman’. (HR. Muslim)

Satu hal yang patut kita sadari, bahkan ketika kita menjadi muslim, ketika anda memilih untuk beragama islam, hakekatnya anda sedang beribadah kepada Allah.

Ibadah itu beraneka ragam, ada yang bentuknya shalat, puasa, haji, zakat, dst.

Termasuk anda menjadi muslim, juga ibadah. Yakini, menjadi muslim, bukan hal sia-sia. Ini amal berpahala.

Karena hakekatnya, ketika kita menjadi muslim, berarti kita sedang memilih agama yang Allah wajibkan untuk umat manusia.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. (QS. al-Baqarah: 208).

Kita bisa perhatikan, dalam ayat ini Allah memerintahkan kita untuk menjadi muslim secara kaaffah. Muslim yang menerima semua aturan Allah secara keseluruhan. Tidak pilih-pilih. Baik aturan yang sesuai selera kita, atau aturan yang berat untuk kita praktekkan.

Related posts