Beroperasi di Belitung, PT Elnusa tak Kantongi Izin

  • Whatsapp
TERMINAL BBM – Nama PT Elnusa Petrofin tampak sudah bergandengan dengan Pertamina dalam plang Terminal BBM Tanjungpandan, setelah berakhirnya kontrak Jober Pertamina dengan PT Astika Murni Utama. Namun, PT Elnusa selaku anak perusahaan Pertamina ini diduga belum mengantongi perizinan untuk berusaha di Kabupaten Belitung. (Foto: Dodi Iskandar)

Urus TBBM Tanjungpandan Pascajober
Rahmat: Kita Hanya Support Pertamina

TANJUNGPANDAN – Anak usaha PT Pertamina yaitu PT Elnusa Petrofin yang bergerak dalam bidang Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kabupaten Belitung, disinyalir tidak memiliki perizinan sama sekali.

Anak perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini mengambil alih operasional Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) setelah berakhirnya kontrak antara Join Bersama (Jober) Pertamina dengan PT Astika Murni Utama.

Dugaan perusahaan itu tidak memiliki perizinan, terbukti dari tidak terdaftarnya PT Elnusa di Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu dan Perindustrian Provinsi Bangka Belitung ataupun pada Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu dan Perindustrian Kabupaten Belitung.

Terungkapnya persoalan pengalihan operasional TBBM tanpa perizinan ini bermula ketika sumber Rakyat Pos yang enggan disebutkan namanya menduga, PT Elnusa diketahui baru akan mengurusi dokumen sehingga tidak memiliki semua perizinan. Diantaranya, tidak memiliki perizinan penimbunan BBM, izin pengangkutan BBM dan perubahan Jetty serta yang lain sebagainya.

“Itu PT belum terdaftar dan belum punya izin lingkungan, izin penimbunan BBM dan belum ada permohonan penyesuaian tata ruang jetty dengan rencana tata ruang laut dan perikanan dan pulau, pemukiman dan izin Dishub untuk angkutan di atas 10 ton. Mobil mereka 23 ton tidak sesuai dengan kapasitas jalan di Belitung,” kata sumber itu.

Disampaikan olehnya, dalam sistem Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), seharusnya perusahaan yang telah mengambil alih Join Bersama (Jober) atau TBBM ini terdaftar dan memiliki perizinan dari dinas terkait. “Silahkan kalian cek ke PTSP, PT Elnusa Petrofin cek ada tidak datanya di sana. Terus, mobil itu tidak dapat izin ke jalan raya, mobil yang besar-besar itu, silahkan dicek,” ujarnya lagi.

Hal ini senada dengan penelusuran wartawan, saat dilakukan konfirmasi ke pihak Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Babel ataupun Kabupaten Belitung. Kedua instansi itu menyatakan bahwa benar perusahaan tersebut belum terdaftar dan tidak memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) di Provinsi Bangka Belitung juga Kabupaten Belitung.

“Kami juga bingung, PT Elnusa Petrofin tidak bisa dan tidak ada di PTSP kami. Mereka tidak memiliki NIB untuk berusaha di wilayah Babel tidak seperti di wilayah-wilayah lainnya. Untuk wilayah lainnya bisa kita lihat dan diakses,” kata Rudi yang merupakan petugas di PTSP Provinsi Babel.

Menanggapi dugaan beroperasionalnya perusahaan tanpa izin ini, Rahmat Hidayat selaku Corporate Communication PT Elnusa Petrofin ketika dikonfirmasi mengatakan, pihaknya hanya selaku perusahaan support PT Pertamina. Sehingga terkait dengan perizinan pengoperasian Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Tanjungpandan, cuma membantu Pertamina.

“Karena ini Terminal BBM Pertamina, tanah atas nama Pertamina, kita hanya support Pertamina sehingga ijin-ijin atas nama Pertamina dan pucuk kepemimpinan operasi di TBBM Tanjungpandan tetap Pertamina, bukan Elnusa Petrofin,” kata Rahmat Hidayat, Selasa (13/8/2019).

Namun demikian dia mengaku belum bisa menjelaskan lebih detail terkait dengan perizinan pengoperasian TBBM Tanjungpandan saat ini. Dikarenakan dirinya mesti melakukan konfirmasi lagi terhadap petugas bagian perizinan Pertamina yang ada di pusat.

“Yang bisa kami sampaikan terkait dengan pertanyaan-pertanyaan, hanya itu. Karena perizinankan dari Pertamina, jadi pertanyaan mengenai apa yang dipegang saat ini itu di Jakarta,” ungkapnya.

Menurut Rahmat, pertanyaan wartawan dan pemerintah daerah yang berhubungan dengan legalitas pengoperasian TBBM Tanjungpandan akan diberikan secepatnya, jika dirinya tiba di Jakarta untuk berkoordinasi dengan Pertamina selaku puncuk kepemimpinan.

“Besok saya usahakan menanyakan legal-legal terkait perizinannya. Dari kami Pak, Elnusa Petrofin sebagai support operasional Pertamina di TBBM Tanjungpandan. Kami akan informasikan selengkap-lengkapnya jika saya sudah sampai Jakarta,” pungkasnya. (dod/1)

Related posts