Heboh Ada Pasien Positif Covid-19 di Belinyu, Ini Kata Gugus Tugas

  • Whatsapp
Inilah surat keterangan yang diduga palsu dibuat pelaku penyebar hoaks. Kini Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bangka berkoodinasi dengan pihak kepolisian untuk mengungkap hoaks ini. (Foto: Zuesty Novianti)

RAKYATPOS.COM, BELINYU – Masyarakat di Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung heboh. Pasalnya, beredar selembar surat keterangan dibubuhi tanda tangan Kepala Puskesmas Belinyu yang menyatakan seorang pasien atas nama Chandra Putra dinyatakan positif terinfeksi Covid 19.

Dalam surat itu tertulis, lelaki berusia 27 tahun yang beralamat di Perum Gandi, Kelurahan Jua Jua, Kecamatan Kayu Agung, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, dari hasil pemeriksaan menurut pendapat dokter sebagai individu terinfeksi Quarantine Positif Covid-19.

Surat tertanggal 14 April 2020 di Belinyu itu ditandatangani dokter yang memeriksa, Dr. Hj. Novianti lengkap dengan nomor induk pegawainya. Sedangkan di kepala surat menerangkan dengan sungguh-sungguh mengingat sumpah bahwa dokter ini adalah Kepala Dokter Puskesmas Belinyu.

Menyikapi hal tersebut, Juru Bicara Gugus Tugas Kabupaten Bangka, Boy Yandra,  Rabu malam (15/4/2020) menegaskan informasi ini sudah dikroscek dan dinyatakan disinformasi atau kabar hoaks.

Baca Lainnya

Menurut Boy, saat ini pihaknya bekerja sama dengan Polres Bangka untuk mengungkap pelaku pembuat hoaks yang mengatasnamakan Puskesmas Belinyu.

“Kita dari Gugus Tugas Covid 19 Kabupaten Bangka bekerjasama dengan Polres Bangka untuk mengungkap siapa pelaku penyebar hoaks ini,” tegas Boy kepada rakyatpos.com tadi malam.

Ia berharap, pemahaman masyarakat yang salah mengenai hoaks, dapat berakibat fatal. Apalagi dalam suasana bencana nasional Covid-19 saat ini.

“Ini dapat menakutkan masyarakat. Bisa merubah psikologi orang dari sehat menjadi sakit. Dan dapat mengucilkan orang dari lingkungannya. Saya harap ke depan hoaks tidak terjadi lagi, baik di lingkungan masyarakat maupun di tingkat ASN. Jangan melakukan hal yang tidak dibenarkan pemerintah,” tandasnya.

Boy menambahkan, apabila memang ada pasien positif Covid 19, diharapkan tidak ada perubahan prilaku kepada pasien tersebut.

“Kasih motivasi dan support biar orangnya cepet sembuh, bukan dikucilkan atau dimusuhi,” tukasnya. (2nd/1)

Related posts