“Berburu” Karya Terbitan Daerah, Pustakawan DKPUS Sambangi Belitung

  • Whatsapp
Pustakawan DKPUS Babel menerima karya hasil terbitan daerah Belitung.(foto: ist).

RAKYATPOS.COM, BELITUNG – Pustakawan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DKPUS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) melanjutkan “perburuan” hasil karya cetak dan karya rekam terbitan daerah ke Pulau Belitung.

Terkait hal tersebut, sejak Selasa (24/11/2020) hingga Rabu (25/11/2020), Pustakawan DKPUS Babel  menyambangi tiga organisasi perangkat daerah (OPD) di Lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belitung. Opd dimaksud adalah Bagian Hukum Setda Pemkab Belitung, Dinas Pariwisata, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian.

Read More

Kedatangan Tim Pustakawan DKPUS Babel disambut positif OPD-OPD tersebut. Kepala Bagian Hukum Setda Kabupaten Belitung, Suparno langsung mempersiapkan sejumlah produk daerah berupa Keputusan Bupati Belitung, Peraturan Bupati Belitung dan Perda Bupati Belitung untuk 3 tahun terakhir ( 2018- 2019) diberikan kepada Tim Pustakawan DKPUS Babel.

Menurutnya, dengan adanya kompilasi ini, dapat memperkaya wacana baca untuk instansi-instansi pemerintahan baik vertikal maupun daerah.

Sama halnya dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian yang menyerahkan sejumlah hasil karya cetak. Begitu pula dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Belitung.

Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Belitung, Annyta mengucapkan terima kasih karena produk-produk yang mereka produksi dapat diamankan dan disimpan di Perpustakaan  Provinsi Babel.

“Harapan saya, semoga hasil karya dan hasil cetak tersebut dapat menambah koleksi arsip dan dokumen di Perpustakaan Provinsi Babel,” harapnya.

Annyta menyerahkan CD Promosi Pariwisata Belitung, leaflet dan majalah yang bekerjasama dengan pihak luar.

Sementara untuk video, mengikuti era digital, Disbudpar Kabupaten Belitung lebih banyak membuat video yang langsung di sharing/upload di sosial media.

Kepala DKPUS Babel Asyraf Suryadin menjelaskan, penyerahan karya cetak dan karya rekam ke Perpustakaan Nasional dan Provinsi ini sifatnya wajib, dan telah diatur dalam Undang-Undang (UU) Nomor 13 tahun 2018 tentang Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam dan ditandatangani Presiden Joko Widodo pada tanggal 28 Desember 2018.

Kewajiban serah simpan Karya cetak dan Karya Rekam ini, ditambahkannya, dimaksudkan untuk menumbuhkan kesadaran Penerbit dan Produsen Karya Rekam untuk menyerahkan Karya cetak dan Karya Rekam, sehingga dapat menyelamatkan Karya Cetak dan Karya Rekam dari ancaman bahaya yang disebabkan oleh alam atau perbuatan manusia.

Related posts