Berbakti kepada Kedua Orang Tua Sampai Mati

No comment 301 views

Oleh: Mahbub Zarkasyi
Pengamat Politik Islam

Bagaimana sikap seorang anak kepada kedua orang tuanya, sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menetapkan bagi seorang anak sebagaimana firman-Nya, “Dan kami wajibkan kepada manusia untuk berbuat baik kepada kedua orang ibu bapaknya…” (Qs. Al-‘Ankabut [29]: 8).

Bakti kepada Orang Tua

Mahbub Zarkasyi

Orang tua yang telah membesarkan kita, dengan segala keterbatasan kita saat bayi hingga dewasa merupakan suatu yang patut untuk menuntut kita berbakit kepada mereka. Sudah sepatutnya kita memperlakukan kedua orang tua kita dengan baik. Ibu yang telah mengandung dengan kelelahan, melahirkan rasa sakit tak terperi, mengurus hingga membesarkan kita dengan sabar dan ilmu yang bermanfaat sudah sepatutnya diperlakukan lebih baik. Ibu juga yang telah menyiapkan kebutuhan di rumah sebagaimana tugas utamanya sebagai ‘ibu dan pengurus rumah tangga anak dan suaminya’. Maka wajar jika Rasulullah SAW menjawab permintaan seorang pemuda untuk mendapat syurga Allah SWT dengan jihad, malah diperintahkan untuk mentaati ibu dan menjanjikan syurga dengannya. Hal ini telah disabdakan Dari Thalhah ibn Mu’awiyah al-Sulma ra. ia berkata,
“Aku datang kepada Rasulullah dan berkata kepadanya, “Wahai Rasulullah, aku ingin berjihad di jalan Allah. Beliau bertanya, “Ibumu masih hidup? Ia menjawab, “Ia! Beliau berkata, “Taatlah kepadanya, di kakinya terdapat surga” (HR Al-Thabrani).
Sedang bapak yang telah mencari nafkah halal dengan bersusah payah. Ada yang hingga pergi pagi pulang malam demi menunaikan kewajiban mencari rezeki halal untuk menjadi darah daging anak-anak dan istrinya. Allah SWT pun mensyariatkan hingga taat dan berbakti kepada kedua orang tua menggugurkan kewajibannya dalam berjihad perang. Dari Abdullah ibn ‘Amru ibn ‘Ash ra. Bahwa Rasulullah SAW berkata,
“Seorang laki-laki datang menghadap Rasul saw dan berkata, “Aku membaiatmu untuk berhijrah dan jihad untuk memperoleh pahala dari Allah!” Rasul saw kemudian bertanya kepadanya, “Apakah salah satu kedua orang tuamu ada yang masih hidup?” Ia menjawab, “Ya, bahkan keduanya masih hidup!” Rasul balik bertanya, “Dan engkau ingin mendapat pahala dari Allah?” Ia menjawab, “Ya!” Rasul lalu berkata kepadanya, “Pulanglah kepada kedua orang tuamu dan berbakti kepada mereka” (Muttafaq ‘Alaihi).
Selain kebaikan yang Allah SWT janjikan terkait berbakti kepada orang tua, syariat pun memberi peringatan bagi anak yang mendurhakai kedua orang tuanya. Hal ini bisa mengantarkan anaknya ke dalam neraka jahannam yang menyala-nyala. Dari Abu Hurairah ra. ia berkata, Rasulullah saw bersabda,
“Celakalah, celakalah, celakalah! Beliau kemudian ditanya, “Siapa yang celaka wahai Rasulullah? Beliau menjawab, “Siapa yang mendapati salah satu dari orang tuanya atau keduanya, namun ia tidak berusaha untuk memasukkannya ke dalam surga” (HR Ahmad).

Ridha Orang Tua
Syariat Islam telah menetapkan bahwa keridhaan orang tua merupakan keridhaan Allah terhadap anak-anaknya. Dan murka mereka merupakan murka-Nya. Walau begitu utamanya seorang ibu, namun bukan berarti kita boleh durhaka kepada Bapak kita. lihat hadits dari Abdullah ibn ‘Amru ra. ia berkata: Rasulullah saw bersabda,
“Keridhaan Tuhan berada pada keridhaan kedua orang tua, dan kemurkaan Tuhan berada pada kemurkaan orang tua.” (HR Al-Turmudzi).
Allah SWT juga menegaskan keutamaan berbuat baik dan berbakti kepada orang tua dalam banyak firman-Nya sebagaimana ayat-ayat berikut ini:
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik kepada kedua ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang dari mereka atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan hendaklah rendahkan dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil (dahulu)” (TQS. Al-Isra’ [17]: 23-24).
“Dan Kami perintahkan kepada manusia untuk berbuat baik kepada kedua orang tuanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu” (TQS. Luqman [31]: 14).

Khatimah
Mumpung mereka masih bersama kita, atau salah satu di antara mereka masih bersama kita, marilah kita berbuat baik kepada ibu bapak kita. Keutamaan berbakti kepada kedua orang tua akan menghantarkan kita kepada cita-cita tertinggi yakni meraih syurga-Nya. Apalag bagi kita yang masih lengkap kedua orang tua kita. Atau salah satu di antara mereka masih ada yang hidup, maka keberadaan mereka merupakan kesempatan emas untuk meperoleh ridha Allah SWT guna meraih Syurga-Nya. (****)
Wallahu a’lamu bi al-shawab. []MZiS

 

No Response

Leave a reply "Berbakti kepada Kedua Orang Tua Sampai Mati"