by

Beras Mahal, Bulog Sebarkan 1.200 Ton

-NEWS-160 views
Wagub Babel, Abdul Fatah ketika melepas 1.200 ton beras Bulog dari gudang CV. Bangka Alam, Jalan Soekarno Hatta Pangkalpinang, Selasa (9/1/2018). Beras ini untuk operasi pasar menstabilkan harga beras di Babel. (Foto: Nurul Kurniasih)

Wagub Lepas Beras Operasi Pasar
Pedagang Harus Jual Rp9.000/kg

Pangkalpinang – Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Wagub Babel), Abdul Fatah, melepas beras Bulog untuk operasi pasar guna menstabilkan harga beras medium yang kini mahal di pasaran. Ia berharap, keberadaan beras ini bisa menekan harga yang terus meningkat saat ini.
“HET beras medium Rp9.950/kg dan dipasaran terjadi kenaikan melebihi HET ini. Kami dari pemerintah melakukan upaya operasi pasar, dimana distributor menjual beras Bulog dan tidak boleh lebih dari Rp9.000/kg di pasar,” ungkap Wagub disela peluncuran beras OP di gudang CV. Bangka Alam, Jalan Soekarno Hatta (Jalan Koba), Pangkalpinang, Selasa (9/1/2018) kemarin.
Beras yang diedarkan ini, menurut wagub sudah berkualitas baik, lantaran terlebih dahulu dilakukan penyemprotan atau blower oleh distributor beras dan dikemas dengan kemasan 15 kg perkampil. Beras ini sangat layak dikonsumsi masyarakat.
“Beras Bulog berbeda dulu dengan sekarang, lebih bersih dan kelas medium cukup memadai dan layak,” terangnya.
Fatah menyebutkan, beras ini akan beredar di Pulau Bangka dan Belitung secara bertahap sebanyak 1.200 ton hingga akhir Januari kelak. Namun tidak menutup kemungkinan diperpanjang apabila harga beras masih belum stabil di Provinsi Babel. Sedangkan di bulan Maret diperkirakan sudah memasuki musim panen padi, sehingga dipastikan stok beras kembali banyak dan harga bisa stabil.
“Ini digelontorkan 500 ton di Bangka dan 700 ton di Belitung, kalau masih diperlukan akan dilakukan lagi,” imbuhnya.
Wagub menegaskan, beras ini sudah bisa didapat konsumen di pasar tradisional, dan jika harga jual melebihi Rp9.000/kg ia meminta masyarakat untuk melapor ke Satgas Pangan Provinsi Babel.
Untuk diketahui, 500 ton beras yang akan beredar di Pulau Bangka ini dijual oleh Bulog seharga Rp8.000/kg ke gudang distributor. Oleh distributor diolah lagi agar kualitasnya lebih baik dan dilepas kembali ke agen/sub agen seharga Rp8.300 per kg. Setelahnya, beras harus sampai ke tangan masyarakat pembeli dengan harga jual Rp9.000/kg.
Dari 500 ton beras ini, terbagi di beberapa distributor beras, diantaranya Ajong 20 ton, Cv. Bina purnama 150 ton, CV. Elizabeth 50 ton, Cv. AS sebanyak 8ton, CV. Tiga Saudara 30 ton, dan sisanya 258 ton di CV Bangka Alam.
Wagub meyakini, beras operasi pasar ini akan diserbu oleh masyarakat, sehingga nanti dengan sendirinya beras medium yang tadinya mahal akan menjadi stabil. Ia terus meyakini masyarakat bahwa beras Bulog kini sangat layak dikonsumsi. Sebagai buktinya, dalam kesempatan kemarin wagub dan kepala OPD serta Bulog langsung mencicipi beras operasi pasar yang sudah dimasak, sekaligus makan siang bersama.
“Enak kan rasanya, beras Bulog juga bisa bagus, saya yakin banyak yang beli,” pungkas Fatah seraya melahap makan siangnya.
Hadir dalam peluncuran beras OP Bulog ini, Kepala Disperindag Babel, Yuliswan, Kepala Dinas Pertanian Toni Batubara, Kepala Bulog Subdivre Babel Tri Novianti, CV Bangka Alam, dan dari Kementerian Perdagangan.

Tak Bisa Beli Beras Petani Babel
Dikesempatan sama, Kepala Bulog Subdivre Babel, Tri Novianti mengeatakan Bulog tidak bisa membeli beras produksi yang dihasilkan oleh petani Bangka Belitung (Babel) untuk menjadi pasokan pokok beras di Babel. Hal ini dikarenakan ketersediaan beras lokal belum mencukupi untuk kebutuhan lokal. Selain itu, Bulog membeli beras petani hanya berani dengan harga Rp7.300/kg. Sementara beras petani di Babel dijual lebih dari Rp7.300/kg.
“Kita menggunakan harga pembelian pemerintah dan di Babel, berasnya untuk kebutuhan Bangka saja gak mencukupi, sehingga kita tidak bisa mengadakan pembelian beras lokal,” jelasnya.
Untuk memenuhi ketersediaan beras itu, Bulog membeli dari berbagai petani nusantara dan yang dikirim ke Babel menurutnya adalah beras dari Sulawesi.
“Saat ini yang masuk dari Sulawesi. Stok Bulog untuk di Bangka 1.336 ton, tapi untuk OP kita 500 ton, untuk di Belitung stok kita 1.078 ton untuk OP 700 ton,” sebutnya.
Senada dengan Tri, Kepala Dinas Pertanian Babel Toni Batubara juga menyebutkan, jika beras di Babel sudah surplus baru bisa dibeli oleh Bulog.
“Beras petani kita belum diserap Bulog, daerah yang surplus berasnya baru diserap Bulog, sementara daerah kita yang baru 20 persen menghasilkan untuk kebutuhan lokal tentu sangat kurang,” tandasnya.
Beras yang saat ini diproduksi petani di sentra pertanian Kabupaten Bangka Selatan langsung diserap masyarakat pascapanen. Sehingga untuk menjual tidak terlalu sulit, meskipun diakuinya harga memang diatas sedikit dari harga Bulog dan harga pasaran, tetapi Toni menegaskan pembelinya juga cukup banyak.
“Beras kita 10.000/kg. Kualitas medium. Bahkan di tempat wisata bisa lebih dari itu, karena memang biaya produksinya cukup tinggi, tetapi beras ini memiliki pangsa pasar tersendiri,” pungkasnya.
Pada tahun ini, dari luas areal sawah 11.500 hektar di Bangka diperkirakan akan memproduksi 34.500 ton gabah kering giling yang akan panen pada Maret 2018 mendatang. (nov/1)

Comment

BERITA TERBARU