Belum Banyak Tambak Udang yang Berizin, Tim Terpadu Pemprov Babel Lakukan Pengawasan

  • Whatsapp
Pekerja menyortir udang vaname di salah satu lokasi tambak di wilayah Belinyu, Kabupaten Bangka, Selasa (11/8/2020). (foto: istimewa)

RAKYATPOS.COM, BELINYU– Tim Terpadu Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) yang terdiri dari Polda, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas ESDM dan Dinas Kehutanan melakukan pengawasan perizinan dan pengawasan pengelolaan limbah ke sejumlah tambak udang yang ada di Pulau Bangka.

Kepala Seksi Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan DKP Babel, Helmina menerangkan saat ini usaha tambak udang vannamei meningkat pesat di Babel, namun belum banyak yang melengkapi perizinan.

“Tambak udang sekarang sedang jadi primadona, namun sayangnya banyak yang belum mengurus perizinan, oleh karena itu tim terpadu turun meninjau untuk melakukan pembinaan sekaligus melakukan sosialisasi agar pihak perusahaan dapat segera mengurus perizinannya baik izin lokasi perairan dan izin lingkungannya,” jelas Helmina saat meninjau tambak udang vannamei CV Betung Bintang Semesta, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka, Selasa (11/8/2020).

Saat ini tercatat terdapat 80 titik lokasi usaha tambak udang yang tersebar di Pulau Bangka. Pada kesempatan yang sama, Kasi Penegakan Hukum Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Babel, Budiman Syahbani menjelaskan tujuan tim terpadu melakukan pengawasan, diantaranya menginventaris usaha tambak udang dan perizinannya serta melakukan pembinaan kepada pihak pengelola tambak mengenai pengelolaan limbah.

Baca Lainnya

“Harapannya ini nanti setelah diinventaris, didata persoalan yang ada di lapangan para pelaku usaha yang belum ada izin segera mengurusnya, tim yang ada di provinsi siap membantu,” ungkap Budiman.

Sementara itu, Pemilik tambak udang, Kamarudin menerangkan saat ini dirinya tengah mengurus izin tambak udang miliknya.

“Kemarin sempat terkendala karena kurang informasi saja, syukur datang tim dari pemprov jadi kami tau informasi apa saja yang harus dilengkapi,” ungkap Kamarudin.

Selain melakukan pengawasan perizinan, tim dari DKP Babel juga melakukan pembinaan cara budidaya ikan yang baik atau CBIB. (mutya/dkp/r2)

Related posts