Beltim Termiskin Kedua se-Babel

No comment 644 views


Capai 6,99 Persen

Manggar – Angka kemiskinan Kabupaten Belitung Timur (Beltim) tahun 2016 mencapai 6,99 persen. Angka ini menurun bila dibandingkan persentase tahun 2015 yang berada di angka 7,33 persen.
Kepala BPS Kabupaten Beltim Oktorizal menjelaskan sesuai kriteria penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita (orang/jiwa) per bulan dibawah garis kemiskinan. Angka kemiskinan Kabupaten Beltim merupakan kedua tertinggi se Provinsi Bangka Belitung.
“Kriterianya kita (BPS, red) berdasarkan garis kemiskinan. Di kita garis kemiskinan pada tahun 2016, Rp.528.572/kapita perbulan. Artinya penduduk yang berasa di bawah garis kemkskinan ini akan tergolong miskin sedangkan penduduk yang berada diatas garis kemiskinan tergolong tidak miskin,” jelas Oktorizal , Senin (7/8) kemarin.
Okto mengatakan, penentuan garis kemiskinan ini terbagi dua, yakni garis kemiskinan makanan dan garis kemiskinan non makanan. Sejak 2011, data kemiskinan Provinsi dihitung dua kali setahun yakni bulan Maret untuk Kabupaten/Kota dan September untuk Provinsi.
“Makanan itu, kebutuhan makanan minimum setara dengan kebutuhan kalori 2100 kkl perkapita perhari. Sedangkan non makanan kebutuhan minimum untuk sandang, pendidikan dan kesehatan,” jelasnya.
“Kalau dilihat dari angka kemiskinan kita tahun 2016 persentase penduduk miskin Kabupaten Beltim ada sebesar 6,99 persen itu mengalami penurunan dibandingkan tahun 2015 sebesar 7,33 persen,” lanjut Okto lagi.
Menurutnya, jumlah penduduk miskin kita tahun 2016 sebesar 8.48 ribu jiwa, di tahun 2015 sebesar 8,71ribu jiwa. Ini menunjukkan penurunan jumlah penduduk miskin.
“Tetapi indeks kedalaman kemiskinan dan indeks keparahan kemiskinan itu mengalami peningkatan. Artinya ini menggambarkan kualitas penduduk miskin itu sendiri,” ujar dia.
Indeks kedalaman kemiskinan sebenarnya menggambarkan ukuran rata-rata kesenjangan pengeluaran masing-masing penduduk miskin terhadap garis kemiskinan.
“Jadi itu rata-rata kesenjangan penduduk miskin terhadap garis kemiskinan,” timpal Okto.
Tahun 2015 indeks kedalaman kemiskinan sebesar 0,80 dan pada tahun 2016 meningkat 0,98 artinya rata-rata meningkat. Sedangkan indeks keparahan kemiskinan sebenarnya menggambarkan ukuran penyebaran pengeluaran diantara penduduk miskin atau ketimpangan diantara penduduk miskin itu sendiri.
“Pada tahun 2016 indeks keparahan kemiskinan berada di angka 0,22 meningkat jika dibandingkan tahun 2015 yang hanya 0,18,” ulasnya. (yan/6)

No Response

Leave a reply "Beltim Termiskin Kedua se-Babel"