Belitung Segera Datangkan Pesawat Murah

  • Whatsapp
Isyak Meirobi

Pariwisata Terancam Tiket Mahal
Akan Terbang Mulai 19 Februari?
Juga Berikan Subsidi Insentif

TANJUNGPANDAN – Melambungnya harga tiket pesawat, terus saja berdampak buruk bagi dunia pariwisata di Pulau Belitung. Disaat gencar-gencarnya Kabupaten Belitung mempromosikan wisata dan menarik wisatawan untuk berkunjung, justru dalam dua bulan terakhir upaya itu harus terkendala harga tiket pesawat.

Dampaknya jumlah kunjungan wisatawan menurun drastis dan berimbas pada tingkat hunian hotel. Bahkan ada hotel yang terpaksa tidak memperpanjang kontrak kerja pekerja outsourhing, karena tingkat hunian sepi. Untuk mengatasi kondisi buruk itu, Pemerintah Kabupaten Belitung tengah mengambil langkah-langkah yang tepat. Diantaranya akan mendatangan maskapai penerbangan bertarif murah serta memberikan subsidi insentif kepada pelaku-pelaku pariwisata.

Wakil Bupati Belitung, Isyak Meirobi kepada wartawan memaparkan beberapa langkah dan solusi mengatasi mahalnya harga tiket pesawat ini, meskipun diakui permasalahan itu mencakup secara nasional. “Saya anggap itu kebijakan nasional yang berimbas kepada seluruh daerah. Imbas yang paling terasa itu kepada tempat yang sedang membangun wisata dengan gencar. Statistik kita kan sedang naik, tapi tiba-tiba dengan imbas ini langsung menurun tajam. Jadi yang paling terasa jelas Belitung. Belitung salah satu dari sepuluh destinasi unggulan,” kata Isyak Meirobi saat ditemui Rakyat Pos, Kamis (14/02/19).

Dia sangat menyayangkan terjadinya penetapan sepihak harga tiket pesawat oleh maskapai. Seolah maskapai penerbangan tidak memihak kepada destinasi yang tengah meniti karir seperti Belitung. “Masalahnya harga tiket tidak memihak kepada sepuluh destinasi unggulan. Malah Bali sendiri yang turun, kok daerah yang baru dibangun gak turun harganya? Kami sudah berkali-kali ke Kemenpar, Kemenhub. Tapi kan terus terang ini bagian dari nasional, Presiden sudah minta harga avtur diturunin supaya imbasnya, dampaknya kepada harga tiket,” ucap Isyak.

Menurutnya, sikap pemerintah daerah dalam hal ini sangat jelas. Tidak akan berdiam diri dan akan melakukan sebuah strategi untuk dijual ke pasar wisatawan. Hal ini nantinya diyakini akan dilihat oleh wisatawan sehingga tidak akan berpengaruh terhadap tiket pesawat yang mahal.

“Kami di daerah akan menyikapi, minggu depan. Kami sudah pertemuan dua kali, ketiga kalinya nanti minggu depan, kami kumpulkan semua pelaku. Kami akan menyusun sebuah grand strategi, sebuah paket yang akan kami lempar ke pasar sehingga orang tidak melihat harga tiketnya naik,” jelasnya.

“Jadi kami akan berikan satu subsidi insentif kepada wisatawan ke Belitung. Sehingga dia keluar uang yang sama, tapi dia dapat paket yang lebih luas. Ini tidak menggunakan anggaran, ini merupakan urun rembuk semua pelaku,” tambahnya.

Dia mencontohkan, nantinya para pelaku wisata yang ada di Kabupaten Belitung duduk bersama dan menyepakati untuk mengurangi keuntungan dari produk yang mereka jual. “Katakanlah pelaku yang tadinya untung Rp50 ribu /pack jadi untung Rp20 ribu. Yang jual makanan Rp100 ribu untungnya Rp40 ribu jadi Rp20 ribu. Tapi nanti, ini menjadi sebuah paket yang murah namun tidak mengurangi kualitas,” sebut Isyak.

Langkah utamanya, Pemkab kata Isyak segera mendatangkan pesawat dengan tarif tiket murah untuk masuk ke Belitung. Hanya saja ia belum mau menyebutkan maskapai penerbangan mana yang akan melayani rute baru Jakarta-Belitung dan sebaliknya.

Namun, diprediksi maskapai Air Asia yang akan didatangkan. Sebab, Lion Air, Batik, Wings, Sriwijaya, Nam Air maupun Garuda Indonesia sudah melayani penerbangan ke Belitung. “Minggu depan kami akan undang satu maskapai berbasis murah. Tanggal 19 Februari, tunggu aja. Sudah akan diputuskan nanti tanggal 19,” pungkas Isyak. (dod/1)

Related posts