by

Belasan Tusukan Rizal Bunuh Domi

Rekontruksi Pembunuhan Balun Ijuk
Rekam 18 Adegan, Pelaku Akui Khilaf

SUNGAILIAT – Demi alasan keamanan, rekontruksi kasus pembunuhan yang dilakukan Rizal (39) terhadap Dominggus Sai alias Domi (35) di Desa Balun Ijuk Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka, terpaksa dipindahkan dari Tempat Kejadian Perkara (TKP) ke Mapolres Bangka

Rekontruksi yang merekam 18 adegan, dilakukan tersangka dihadapan penyidik, Jaksa Penuntut Umum, dan pengacaranya.

“Hari ini (kemarin-red) kita melaksanakan rekonstruksi kasus pembunuhan yang terjadi di Balun Ijuk. Ini dilaksanakan sebanyak 18 adegan. Saksi kunci yang kita hadirkan hanya satu karena yang melihat langsung itu hanya satu saksi tersebut. Pengakuan tersangka melakukan 10 tusukan, hasil visum kita ada belasan tusukan di tubuh korban,” kata Kapolsek Merawang, Iptu R. Guzel usai rekontruksi, Jumat (15/3/2019).

Menurutnya, pemindahan lokasi rekontruksi karena alasan keamanan yang dikhawatirkan bila dilaksanakan di TKP akan ramai didatangi warga dan keluarga korban. Untuk menghindari hal tak diinginkan, rekontruksi berlangsung di Mapolres Bangka yang mana tersangka didampingi pengacaranya.

“Rekontruksi lokasinya di sini alasannya kita mengingat faktor keamanan. Keamanan baik dari tersangka ataupun di tempat kejadian perkara nanti, karena antusiasme masyarakat mungkin banyak, kemudian ada saudara-saudara keluarga korban mungkin yang akan melihat kalau di TKP. Jadinya kami mengantisipasi hal tersebut,” tukasnya.

Dalam pelaksanaan rekonstruksi fakta-fakta yang didapat berdasarkan keterangan tersangka maupun keterangan saksi bahwa dari awal kejadian tersangka datang menemui korban pada Jumat (22/2). Lalu sampai terjadinya percekcokan yang kemudian tersangka mengambil pisau yang digunakan untuk menusuk korbannya.

“Sampai akhirnya setelah melakukan aksinya tersangka melarikan diri keluar dari tempat kejadian dan membuang barang bukti. Untuk pisau yang digunakan itu diambil dan ada di lokasi,” tukasnya.

Seperti diwartakan sebelumnya, Domi (35) tewas mengenaskan bersimbah darah di dalam rumah kontrakannya. Pemicunya lantaran korban menawarkan kencan “sekali main” seharga Rp200 ribu terhadap istri pelaku yang membuat Rizal (39) murka.

Hal sensitif inilah yang membuat Rizal pendatang asal Provinsi Sumatera Selatan ini nekat membunuh Domi dengan pisau.

“Cemburu Bang, bagaimana lah seumpamanya terjadi sama Abang (wartawan-red). Istri aku sempet bilang kalau dia (Domi-red) ngajak main (hubungan badan) sekali main Rp200 ribu, terus nawarin mau gak jadi istri muda dia,” kata Rizal kepada wartawan di Mapolres Bangka, Sabtu siang (23/2/2019) lalu.

Usai mendengar pengakuan istrinya, malam itu Rizal kemudian mendatangi Domi dengan perasaan berkecamuk. Tak hanya perkara cemburu soal tawar menawar istrinya, ternyata Rizal juga kesal karena uang gaji pekerjaannya sebagai buruh pembuat batako, kerap macet dan belum dibayar oleh Domi. Ditambah lagi, Rizal mengaku sakit hati karena kerap dilontarkan dengan kata-kata kasar oleh Domi yang juga telah beristri.

Dengan datang membawa sebilah pisau dapur, Rizal lalu menghampiri Domi yang saat itu hendak mandi. Pelaku mempertanyakan apa maksud korban menawari istrinya berhubungan badan. Tak pelak keduanya terlibat cek cok di kediaman kontrakan korban, hingga akhirnya pelaku menikam pisau ke badan Domi berulangkali. Rizal mengaku tak ingat lagi berapa kali menusukan pisau dalam kejadian berdarah yang menggemparkan Jumat malam itu.(2nd/7)

Comment

BERITA TERBARU