Belajar Mendidik dari PT. Timah, Tbk

  • Whatsapp

Oleh: Derry Nodyanto
Guru SMA N 1 Pemali, Kabupaten Bangka

Mendapatkan pendidikan merupakan hak setiap warga negara. Hal ini secara jelas diamanahkan dalam ketentuan kontitusional Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Berkaitan dengan hal tersebut, maka upaya memajukan dunia pendidikan Indonesia bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, melainkan juga seluruh elemen bangsa, baik perorangan maupun dunia usaha. Semangat itulah yang ditunjukkan oleh PT. TIMAH, Tbk sebagai bentuk komitmen, tanggung jawab, dan kepedulian perusahaan terhadap dunia pendidikan dengan memberikan kesempatan bagi peserta didik yang tidak mampu, namun memiliki prestasi untuk mendapatkan pendidikan yang baik melalui penyelenggaraan program kelas beasiswa di SMAN 1 Pemali.

Program kelas beasiswa yang dilakukan oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bernama PT. TIMAH, Tbk ini sangat besar kebermanfaatannya, tidak hanya bagi peserta didik kelas beasiswa, tetapi juga bagi seluruh komponen masyarakat khususnya orang tua peserta didik yang memiliki anak berprestasi, namun memiliki keterbatasan kemampuan dari segi ekonomi. Kerjasama antara PT. TIMAH, Tbk dengan Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah berlangsung dua tahun terakhir ini, dengan menyelenggarakan program kelas beasiswa yang diperuntukkan bagi tamatan SMP/MTs yang tidak mampu, namun memiliki prestasi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan juga Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau. Sebelumnya, dimulai sejak Tahun 2000, komitmen untuk membesarkan dan memajukan pendidikan, khususnya di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah ditunjukkan pula oleh PT. TIMAH, Tbk yang bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Bangka menyelenggarakan program kelas unggulan di SMA N 1 Pemali.

Hanya saja mulai Tahun 2017 memiliki ”platform” agak berbeda, yang diprioritaskan adalah peserta didik yang tidak mampu, tetapi memiliki prestasi untuk mendapatkan pendidikan yang baik. Peserta didik yang lulus dan masuk kelas beasiswa ini, merupakan peserta didik terpilih melalui proses seleksi ketat yang ditentukan berdasarkan hasil tes ujian dan wawancara dari Universitas yang telah ditentukan serta dilakukan pula tes kesehatan dan survei rumah sebagai dasar kelayakan mendapatkan beasiswa yang dimaksud. Pihak sekolah maupun dinas pendidikan tidak dapat melakukan intervensi untuk kepentingan ini.

Program kelas beasiswa merupakan program hebat sekaligus praktek solutif yang merepresentasikan bentuk nyata kehadiran PT. TIMAH, Tbk sebagai bagian dari BUMN untuk anak-anak negeri, khususnya bagi masyarakat setempat. PT. TIMAH, Tbk memfasilitasi secara penuh semua kebutuhan dan keperluan peserta didik (dengan jumlah anak tidak sedikit) bahkan mengakomodasi pula keberangkatan maupun kepulangan peserta didik ketika liburan sekolah. Oleh karena itu, rasanya tidak berlebihan ketika Penulis memberikan judul tulisan “belajar mendidik dari PT. TIMAH, Tbk” karena apa yang telah dilakukan oleh BUMN ini, benar-benar memberikan pembelajaran mendidik bagi siapa saja yang terdidik.

Lebih dari itu PT. TIMAH, Tbk membuka mata, hati, dan telinga agar kita memiliki jiwa “bisa merasa” bukan “merasa bisa”. Penulis misalnya, sebagai seorang pendidik merasakan betul pengalaman berharga yang diberikan oleh PT. TIMAH, Tbk atas kesempatan berkunjung (home visit) pada beberapa rumah peserta didik kelas beasiswa ketika liburan semester tahun kemarin. Ketika menjadi wali kelas mereka (baca: peserta didik kelas beasiswa) dapat dikatakan seperti “merasa bisa” bukan “bisa merasa”. Seolah-olah Penulis “merasa bisa” merasakan apa yang mereka alami atas berbagai problema hidup yang menimpa kehidupan keluarga mereka, khususnya berkaitan dengan segi kemampuan finansial. Namun benar-benar menjadi “bisa merasa” ketika berhadapan langsung menyaksikan kehidupan nyata keluarga mereka, yaitu tergolong keluarga tidak mampu dan kehidupan jauh dari kata layak.

Betapa tidak, kita semua tentu dapat membayangkan kerinduan mendalam seorang anak yang tinggal di asrama jauh dari orang tua (keluarga) dan hanya diperbolehkan kembali ke rumah pada waktu libur semester. Namun, ketika waktu libur itu tiba dan seharusnya memanfaatkan momen bersama keluarga tercinta, akan tetapi anak tersebut tidak sempat bertemu dengan ibunya. Hal itu dikarenakan ibunya sudah terlanjur dikarantina (di Jakarta) dan bersiap untuk menjadi TKI di negeri orang guna membantu keuangan keluarga. Belum lagi kondisi rumah anak yang jauh dari kata layak. Pada sisi lain, seorang ibu yang menjadi buruh cuci guna membayar rumah kontrakan karena tidak memiliki rumah tetap, sedangkan untuk kebutuhan hidup sehari-hari menggantungkan kepada sang suami yang bekerja serabutan. Atau cerita ibu muda (suaminya telah lama meninggal dunia) dan harus membesarkan empat orang anaknya dengan menjadi pembantu rumah tangga sekaligus honorer.

Kondisi di atas hanya merupakan gambaran kecil kehidupan peserta didik kelas beasiswa, pada sisi lain beraneka ragam kehidupan nyata nan memprihatinkan dialami oleh keluarga peserta didik kelas beasiswa. Dan dalam hal ini PT. TIMAH, Tbk hadir sebagai wujud pengabdian pada negeri agar anak-anak berprestasi tetap dapat mengenyam pendidikan terbaik tanpa sedikit pun perlu memikirkan biaya sekolah, malah segala fasilitas kebutuhan mereka dipenuhi. Maka patutlah tak henti-henti peserta didik kelas beasiswa dan keluarganya mengucapkan rasa syukur dan rasa terima kasih tak terhingga kepada PT. TIMAH, Tbk yang telah membantu mengatasi problema mereka dari segi mendapatkan pendidikan yang baik.

PT. TIMAH, Tbk telah mengajarkan arti mendidik sesungguhnya. Apa yang telah ditunjukkan oleh PT. TIMAH, Tbk merupakan modal dasar bagi pembangunan sumber daya manusia sekaligus menjadi jembatan utama bagi peningkatan mutu pendidikan di Indonesia. Semoga kepedulian PT. TIMAH, Tbk ini dapat menggugah perusahaan-perusahaan lain untuk ikut berkontribusi memajukan pendidikan dan dalam upaya membuka pintu kesuksesan anak-anak bangsa di masa mendatang. Jaya selalu PT. TIMAH, Tbk dengan hasil produksi yang senantiasa terus meningkat untuk kebermanfaatan bagi sesama dan lingkungan sekitar. Aamiin. (***).

Related posts