Belajar dari NU dan Muhammadiyah

  • Whatsapp
Jarir Idris
Demisioner KMNU IAIN Surakarta

Di telinga kita, sudah tidak asing lagi mendengar kedua nama organisasi masyarakat (Ormas) tersebut. Keduanya memang berperan aktif dalam menebarkan manfaat kepada masyarakat sejak dulu. Tercatat dalam sejarah, bahwa berdirinya Muhammadiyah pada tahun 1912 dan NU pada tahun 1926 telah ada sebelum tahun kemerdekaan Indonesia. Organisasi tersebut, keduanya didirikan oleh murid kondang Syekh Mahfud Tremas dan KH Sholeh Darat Semarang.

KH Ahmad Dahlan dan KH Hasyim ‘Asyari adalah dua sejoli ketika mengemban ilmu dari di tanah air, hingga ke Mekkah pada saat itu. Bahkan keduanya pernah menempati satu kamar ketika berguru dengan KH. Sholeh Darat di Semarang. Tekad beliau-beliau sangat luar biasa dalam menebarkan islam yang rahmatallil ‘alamin. Dan tiada henti hingga kini, diteruskan oleh para santrinya yang kini mengambil alih tongkat estafet dalam mengemban amanah berat tersebut.

Read More

Drs. H. Kamaruddin AK,MH dan KH Ja’far Shidiq yang kini diamanahi sebagai perwakilan pimpinan kedua ormas itu di Bangka Belitung. Yang satu bergerak di bidang pendidikan formal dan yang satu bergerak di bidang pendidikan keagamaan non formal. Keduanya bergerak seimbang dan seirama layaknya sebuah iringan sepasang sandal yang menggesek aspal. Jika yang satu tidak ada, maka satunya pun tidak akan berfungsi dengan baik. Inilah indahnya nuansa keagamaan dan keberagaman di negeri “Serumpun Sebalai”.

Tak heran jika keduanya mendapat simpati yang besar dari masyarakat, sampai pada kalangan pejabat. Kehidupan terasa aman dan damai dalam nuansa keagaman yang beragam. Mulai dari tradisi masyarakat yang ada di Bangka Belitung, diantaranya adalah Perang Ketupat, Nganggung, Buang Jung, Telok Herujo dari Bangka. Kemudian ada Maras Taun, Beripat Beregong, Berebut lawang dari Belitung, dan masih banyak lagi lainnya. Kehidupan begitu berwarna dan bermakna dalam bermasyarakat yang beradat. Secuil surga yang dititipkan oleh Tuhan kepada kita untuk senantiasa kita jaga dan kita bina, yang tentunya tetap dalam bingkai kerukunan dan kebersamaan. NU dan Muhammadiyah ikut serta dalam menjaga dan merawatnya.

Related posts