Belajar dari Jogja, VIP Bandara Bisa Hasilkan Duit

  • Whatsapp
Biro Umum dan Perlengkapan Sekretariat Daerah Pemprov Babel meninjau sistem pelayanan tamu di ruang very important person (VIP) Bandara Adi Sucipto Yogyakarta, Kamis (21/3/2019). Peninjauan akan dijadikan referensi bagi Biro Umum untuk diterapkan di ruang VIP Bandara Depati Amir, Pangkalpinang. (foto: Nurul Kurniasih)

JAKARTA– Biro Umum dan Perlengkapan Sekretariat Daerah Pemprov Babel meninjau sistem pelayanan tamu di ruang very important person (VIP) Bandara Adi Sucipto Yogyakarta, Kamis (21/3/2019). Peninjauan akan dijadikan referensi bagi Biro Umum untuk diterapkan di ruang VIP Bandara Depati Amir, Pangkalpinang.

“VIP bandara kita nantinya kan baru, kami ingin melihat sejauh mana pelayanan di Bandara Adi Sucipto, hal-hal yang baik tentunya bisa menjadi referensi untuk kita terapkan di ruang VIP Depati Amir,” kata Kasubbag TU Biro Umum dan Perlengkapan, Ari Irawan seizin Kepala Biro Umum disela-sela tinjauan.

Setelah melihat pelayanan di VIP Bandara Adi Sucipto , Ari menilai ada beberapa poin yang bisa diterapkan di Babel, seperti pengelolaan bandara yang tidak saja diberikan kepada orang-orang atau pejabat penting, tetapi kepada siapa saja yang ingin mendapatkan layanan terbaik dengan sistem bayaran.

“Kalau di Adi Sucipto, mereka enggak ada fasilitas khusus pejabat dan siapa saja yang mau masuk VIP dikenakannya bayaran, kecuali untuk Sri Sultan (Gubernur DI Yogyakarta) yang free (bebas-red),” jelasnya.

Dia menambahkan, pengelolaan ruang VIP Bandara Adi Sucipto dikelola oleh anak perusahaan Angkasa Pura I, dan tidak ada campur tangan dari Pemprov DIY berbeda dengan di Bandara Depati Amir.

“Kalau kita kan, dikelola oleh pemprov, aset milik pemprov, berbeda dengan Concordia Lounge Adi Sucipto, hanya saja sistem berbayar untuk yang ingin mendapatkan layanan private kemungkinan bisa kita terapkan,” tandasnya.

Hasil kunjungan ini, lanjutnya, akan dilaporkan ke Kepala Biro Umum dan Perlengkapan Pemprov Babel, dan selanjutnya akan dibahas bersama bagaimana penerapan pelayanan di VIP Bandara Depati Amir.

Sementara itu, Asisten Manager Concordia Lounge, Aan Kurniawan menyebutkan, pihaknya mengenakan biaya sebesar Rp 120.000 untuk setiap tamu yang ingin menikmati layanan di ruang khusus ini.

“Kami punya tiga ruangan VVIP, yang bisa juga digunakan untuk rapat atau pertemuan kecil, ruangan ini juga dikenakan biaya dua jam pertama Rp500.000 plus biaya per pack,” jelasnya.

Satu hari, sebut Aan, arus keluar masuk penumpang di layanan VIP ini bisa tembus 500 penumpang. Bahkan jika dalam kondisi ramai bisa mencapai 600 penumpang.

“Concordia Lounge ini full bisnis, jadi semua yang mau masuk dikenakan biaya, mau dia menteri atau siapa saja kita kenakan biaya, di dalam disediakan makanan all you can eat (semua bisa dimakan, kecuali layanan refleksi,” imbuhnya.

Keistimewaan Concordia Lounge ini tambahnya, dekat dengan apron pesawat, namun kedepan juga akan dirubah lagi, ketika ada pesawat yang parkir berjauhan, penumpang akan difasilitasi kendaraan menuju pintu pesawat.

Dia mengaku senang, mendapatkan kunjungan dari Pemprov Babel seraya berharap apa yang ada di Concordia Lounge ini bisa menjadi referensi bagi Pemprov Babel.(nov/10)

Related posts