Bela Kepsek, Dindik Buang 13 Guru

No comment 3878 views

MENANGIS – Puluhan murid SDN 24 Manggar, Beltim tampak menangis dan berusaha diredam beberapa guru dengan dipeluk, saat mengetahui 13 guru mereka segera pindah akibat ‘dibuang’ Dindik Beltim. Belasan guru itu dimutasi massal lantaran berseberangan dengan kebijakan kepala sekolah yang dinilai arogan. Insert: Protes kekecewaan para murid dituangkan dalam tulisan di karton dan ditempelkan di dinding sekolah. (Foto: mgt/bastiar riyanto)

Murid Protes Menangis, Guru Kecewa
Praktisi Pendidikan Sesalkan Sikap Dindik
Wabup Ngaku tak Tahu Seluruh Guru Dimutasi

MANGGAR – Perseteruan antara tenaga pengajar dengan kepala sekolah di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 24 Manggar, Kabupaten Belitung Timur (Beltim), Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, berujung tragis menjelang peringatan Hari Guru Nasional dan Hari Ulang Tahun Persatuan Guru Republik Indonesia (HUT PGRI) ke-70 pada 25 November 2017 mendatang.
Sebanyak 13 orang guru berstatus ASN/PNS di sekolah itu dimutasi atau dipindahtugaskan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Beltim yang disetujui Plt. Sekretaris Daerah Pemerintah Kabupaten Beltim.
Penyebabnya, 13 guru ini diketahui tidak setuju dengan kebijakan kepala sekolah yang dinilai terlalu arogan dalam memimpin. Sang kepala sekolah, Efita Rostinah disebut-sebut kerap mementingkan dirinya sendiri, tanpa mau tau pendapat para guru.
Kini, akibat dari akumulasi perseteruan itu, sekitar 200 lebih siswa SDN 24 Manggar menjadi korban. Para siswa memprotes kepala sekolah, bahkan menangis histeris saat perpisahan bakal terjadi dengan 13 guru mereka yang tiba-tiba dimutasi sepihak.
Penyelesaian masalah dengan membuang seluruh guru PNS di sekolah itu, menimbulkan permasalahan besar serta kekecewaan yang mendalam dirasakan seluruh murid. Mulai dari murid kelas I hingga kelas VI. Tidak hanya itu, para wali murid pun ikut kecewa dengan kejadian ini.
Para murid melayangkan protes dan menyampaikan kekecewaannya dengan membuat poster bertuliskan “KAMI MURID SD 24 MGR TIDAK TERIMA KALAU SEMUA GURU PINDAH DARI SEKOLAH INI..!!! Karena Evi. Bukan hanya itu, dalam poster tersebut juga ditulis “Kami Benci Bu Evi” dan “Kami Kecewa Sama Evi”.
Kekesalan mendalam yang dirasakan murid, serta isak tangis mewarnai sekolah pada Sabtu (18/11/2017) pagi itu sempat membuat beberapa guru kewalahan meredam amarah murid. Bahkan ada beberapa murid yang mau merusak dan mencoret-coret papan poster yang ada di ruangan.
Sedangkan wali siswa, Sulaiman dengan Akun Kintong di Facebook ikut menuangkan kekecewaannya di media sosial.
“Prihatin…,kisruh..beda pendapat…SD Negeri 24 MGR Beltim..berujung Perpisahan antara Anak murid Didik dngan guru…,sngat” menyedih kan…,hampir samua anak murid merasakan kesedihan…mereka yg tak berdosa sampai mengeluarkan Air mata….,apaka semua ini harus terjadi…,padahal dlm pribahasa tidak ada gading yg tak retak..,tetapi tidak mesti membunuh gaja itu sendiri…yg tidak berdosa…,selaku orang tua wali murid sangat”berharap pendidikan ank yg terdidik berawal dari rmh sampai menuju tempat sekolah…semoga apa yg tela ter jadi ini segalanya akan lebih baik…,harapan orang tua wali murid buat yg akan datang..,Amin….” demikian tulisnya Sabtu (18/11/2017) pukul 16.12 Wib.
Untuk diketahui, di sekolah tersebut terdapat 14 orang guru PNS, 13 orang pengajar dan 1 kepala sekolah. Selainnya, ada 2 orang guru honorer. Berarti, seluruh guru dan wali kelas dimutasi dari sekolah tersebut, kecuali kepala sekolah.
Informasi yang dihimpun Rakyat Pos, ketidakharmonisan antara belasan guru dan kepsek dipicu adanya sikap arogan kepsek terhadap semua guru. Tidak hanya guru, murid-murid pun disebut-sebut ikut membenci kepsek di sekolah itu.
Bahkan, beberapa bulan yang lalu, Kepala UPT Pendidikan Manggar, Hermansyah mengaku sudah berulang kali melakulan mediasi antara guru dan kepsek. Namun menurut Hermansyah sikap kepsek tetap bersikeras pada pendiriannya, dan tidak mau diberi masukan.
“Itu sebenarnya sudah selesai, dari Dinas Pendidikan selesai juga. Tapi kepala sekolahnya orangnya gimanalah, terlalu keras, sementara guru-guru ini tidak terlalu ngotot,” ungkap Hermansyah yang biasa disapa Manca.
Tapi yang disayangkan, kedekatan guru dan murid di SDN 24 harus terpisah karena ketidak harmonisan antara kepsek dengan semua guru. Seharusnya, sikap yang diambil Dinas Pendidikan (Dindik) Beltim memikirkan psikologis anak didik di sekolah. Para guru merasa sangat kecewa atas sikap Dindik.
“Semua guru, SK mutasi sudah ditangan kami semua, 13 guru habis dimutasi, dari guru kelas 1 sampai kelas 6,” sesal Herni, salah satu guru yang ikut dimutasi saat ditemui di sekolah, Sabtu.
Herni mengaku sempat kaget ketika mengetahui ada surat mutasi kepada semua guru di sekolah yang seharusnya tidak perlu terjadi.
“Murid-murid menangis, kami juga tidak menyangka semua bakal dimutasi. SK mutasi kami itu keluar tanggal 30 (Oktober-red) kemaren,” cetus dia.
Dengan terbitnya SK mutasi itu, Herni menilai Dindik yang mengambil keputusan dan kebijakan tidak memikirkan nasib siswa. Sebab, pada tanggal 4 Desember 2017, para murid harus mengikuti ujian, dan akan repot jika harus beradaptasi dengan guru baru.
“Untuk diketahui, tanggal 4 Desember ini murid-murid kami ulangan, nah itulah yang kami khawatirkan, takut mereka ikut berpengaruh. Tadi saja nangis semua, kemarin murid sempat tidak mau pulang,” sesalnya.
Guru lain juga dengan nada sedih menceritakan situasi perasaan yang dialami murid-muridnya terkait persoalan ini.
“Itu yang ditulis di papan tulis, macam-macam, bukan kami yang nyuruh. Itu sikap mereka, malah kami melarang jangan bersikap seperti itu. Bahkan ada murid yang ngamuk-ngamuk sambil mencari kayu,” kata dia.
“Ini Pak, SK-nya sudah kami pegang,” lanjut salah satu guru lagi sembari membuka amplop lalu menunjukkan SK Mutasi kepada wartawan.
Dalam SK mutasi itu, para guru dipindahtugaskan ke sekolah-sekolah yang terpisah. “Pisah-pisah kami mutasinya, ada yang ke SD 10, ada yang ke lain, ada juga yang satu SD sama,” sambung guru lainnya.
Abniah, salah satu guru yang sudah lama mengajar di SDN 24 Manggar menyatakan sangat prihatin atas hal yang terjadi di sekolah tersebut.
“Aku sudah lama ngajar di sini, tapi tidak pernah kejadian seperti ini. Aku mulai dari honor sudah ngajar di sini hingga pengangkatan PNS, baru kali ini lah situasi di sekolah ini tidak bagus. Bahkan guru-guru yang kena mutasi,” sesalnya di ruang yang sama.
Menanggapi kondisi mutasi guru massal di SDN 24 Manggar ini, salah satu pendiri Organisasi Sarjana di Belitung sekaligus praktisi dunia pendidikan, Erlansyah, M.Si menegaskan bahwa persoalan ini harus segera disikapi.
“Karena ini menyangkut pendidikan merupakan hal yang amat krusial, terutama anak-anak di tingkat sekolah dasar. Seharusnya dinas lebih mempertimbangkan hal-hal yang akan berdampak pada spikologis murid-murid,” kata Erlansyah.
“Kenyataan yang ada, sebagian dari guru-guru yang dimutasi tersebut sudah mendidik dan berhasil membina murid-murid untuk berprestasi, bukan hanya untuk tingkat lokal tapi sudah ikut mengharumkan nama daerah sampai ke tingkat nasional. Dan itu tidak boleh dilepaskan begitu saja dari pembinaan tersebut agar bisa sejalan antara prestasi yang sudah diraihnya dengan tuntutan dia untuk menyelesaikan sekolahnya dengan baik,” imbuhnya.
Erlansyah berpendapat, jika memang terjadi mutasi massal para guru dilakukan Dindik hanya untuk membela kepala sekolah, maka sangat jelas ada poin negatif negatif terhadap dunia pendidikan di Kabupaten Beltim.
“Ini menyangkut pembinaan anak, ndak boleh dianggap remeh. Pihak pihak terkait harus mengkaji ulang SK mutasi hampir ke semua guru dalam satu sekolah itu, dengan merunut kembali sumber permasalahan yang terjadi di sekolah, terutama demi kondusifitas KBM (kegiatan belajar mengajar) di sekolah dan psikologis anak didik,” tegas mantan dosen di STIE YAPPAN Jakarta ini.
Sementara Wakil Bupati Beltim, Burhanudin mengatakan benar akan ada mutasi massa di sekolah tersebut. Namun Aan sapaan akrab Burhanudin, tidak mengetahui jika semua guru harus dimutasi.
“Yah memang benar jika akan adanya mutasi di sekolah, namun yang saya ketahui tidak semua guru yang harus dimutasi,” katanya.
Dalam penelusuran wartawan harian ini, sangat wajar Wabup Beltim tidak mengetahui seluruh guru di SDN 24 Manggar dimutasi massal. Sebab dalam surat mutasi yang diterima para guru, hanya ditandatangani oleh Plt. Sekda Beltim, Ikhwan Fahrozi tertanggal 30 Oktober 2017. Dalam surat tersebut ada nama Bupati Beltim, namum belum menguatkan isi SK karena tidak terdapat tanda tangan Yuslih Ihza. (mgt/yan/1)

No Response

Leave a reply "Bela Kepsek, Dindik Buang 13 Guru"