by

BEJAT, Paman Cabuli Keponakan

-NEWS-373 views

Ngaku Khilaf dan Minta Maaf

NAMANG – Entah syaitan mana yang merasuk pikiran JW (33) hingga tega melakukan percobaan pencabulan terhadap keponakan sendiri atas nama Bunga (5) warga Desa Belilik Kecamatan Namang, Bangka Tengah.
Ceritanya berawal manakala pada Sabtu (7/7/2018) di Air Ranci tepatnya daerah perkebunan di Desa Belilik berjarak kurang lebih 15 Kilometer. Korban dan ponakannya yang laki-laki (6) pergi kekebun dan pada saat kejadian, korban dan ponakannya tersebut sedang mandi di Air Ranci daerah perkebunan tersebut.
Sementara itu, pelaku kala itu hendak mencari bambu. Karena nggak ketemu, pelaku pun menuju ke pemandian tempat korban mandi. Pada saat itu, pelaku menyabuni tubuh korban. Tatkala menyabuni itulah, spontan niat bejat pelaku muncul.
“Awalnya saya mencari bambu, korban dan ponakan saya yang laki-laki mandi dikarenakan tidak dapat pohon bambunya saya kembali ketempat pemandian itu dan menyabuni tubuh ponakan saya yang laki-laki itu dahulu setelah selesai menyabuni ponakan saya yang laki-laki itu kemudian saya lanjutkan menyabuni korban ini, saat menyabuninya itulah muncul spontan ingin menyabulinya,” akui pelaku.
“Belum sempat saya melakukannya hanya digesek-gesek saja kurang lebih sepuluh (10) menit dan saat saya ingin membaringkannya disitu korban berontak ingin pulang, dan karena berontak itu membuat saya sadar, tapi tidak saya masukan, bisa cek dan visum. Tidak saya apa-apakan,” kata pria yang berstatus masih bujangan itu.
Atas kejadian tersebut, Ia juga langsung menceritakan kelakuannya kepada adiknya yang merupakan ibu korban dan meminta maaf pada malam harinya setelah kejadian.
“Saya sudah cerita dan langsung minta maaf, dia juga sudah memaafkan. Saya mengaku salah dan khilaf, saya juga tidak tahu mengapa bisa seperti itu,” akuinya.
JW berharap laporan yang dilayangkan oleh ayah korban dapat dicabut, sehingga ia bisa keluar dari ruang tahanan secepatnya.
Terpisah, Ibu Kandung korban, Umi Kalsum yang tak lain adalah adik kandung dari pelaku tampak sedih memikirkan nasib anak satu-satunya yang mengalami kejadian asusila itu. Ia juga tidak menyangka dan terkejut, seperti tidak percaya apa yang telah terjadi pada anaknya.
“Terus terang saya tidak menyangka abang (kakak) saya tega berbuat seperti itu pada ponakannya sendiri,” ujar Umi Kalsum kepada wartawan dikediamannya Desa Belilik.
Katanya, anaknya sangat dekat dengan pelaku dimana setiap pelaku sering bermain dengan anaknya.
“Kalau dekat memang dekat anak saya ini dengan abang saya, tadi saja ia mengajak untuk mendatangi abang saya,” ucapnya didamping anaknya.
Saat ini dirinya hanya pasrah atas apa menimpa anaknya. “Kami pasrah sajalah, karena pelaku ini abang saya dan korbannya juga anak saya, Alhamdulillah tidak ada telah main seperti biasa,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Desa Belilik, H. Muldari mengaku prihatin dan tidak menyangka atas kejadian itu. Ia mengungkapkan bahwa pelaku tersebut termasuk pemuda yang aktif didesanya.
“Pelaku ini termasuk pemuda yang aktif di desa kami. Ia juga termasuk pemuda yang mempunyai jiwa seni yang tinggi,” tutupnya.

Kumpul Kebo Satu Kost
Sementara itu di Kabupaten Bangka, beberapa Anak Baru Gede (ABG) dan remaja berbeda jenis kelamin digerbek Satpol PP Kabupaten Bangka, Rabu (11/7/2018) karena tinggal bersama dalam satu rumah kost. Selain dianggap meresahkan, salah satu ABG wanita tinggal di kostan itu setelah kabur dari rumah selama dua minggu.
Kepala Satpol PP kabupaten Bangka melalui Kasi Ops Sukma Aditya mengatakan, sebelum mendatangi kostan itu, Satpol PP mendapat laporan orang tua bernama Melani bahwa anaknya pergi tak kunjung pulang. Setelah dicari, anak orang tua itu berada di kost/kontrakan milik Apo Tronton di daerah Kuday.
“Setelah kami datangi ditemukan lah anak laki dan perempuan ini dalam satu kontrakan. Setelah kami datangi kami himbau agar pemilik kontrakan tertib lah menerima orang yang mau ngontrak,” kata Sukma.
ABG yang rata – rata telah tamat sekolah ini ada sekitar 6 orang. Dalam hal ini pihak kontrakan diminta melapor ke RT bila ada penghuni baru dan melapor setiap ada tamu yang datang. Atas kejadian ini diminta juga kepada pemilik kontrakan yang ada di Sungailiat aktif melakukan pendataan penghuni kontrakan.
Ditanya apakah para ABG dan remaja tersebut melakukan pesta miras hingga seks bebas, pihaknya belum menemukan indikasi itu. Namum dalam hal ini penertiban dilakukan serta diberikan pembinaan kepada para penghuni kost itu agar tertib tinggal sekitar 2 bulan lebih ini. (ran/2nd/6)

Comment

BERITA TERBARU