Bejat, Bapak Garap Putri Kandungnya

  • Whatsapp
Polres Bangka Tengah menggelar press release kasus pencabulan bapak kandung terhadap anaknya sendiri yang terjadi di Lubuk Besar. Kapolres AKBP. Edison Ludy Bard Sitanggang didampingi Kabag Ops dan KBO Reskrim Polres Bateng menunjukkan pelaku dan barang bukti. (foto: Tamimi)

Perbuatan Pelaku Sejak Korban Balita
Terungkap Ngadu ke Nenek

KOBA – Entah setan apa yang merasuki pikiran Adi Joi (37) Dusun Nadi, Desa Perlang, Kecamatan Lubuk Besar, Bangka Tengah ini, hingga tega mencabuli putri kandungnya sendiri. Bejatnya lagi, pelaku sudah melakukan perbuatannya sejak 8 tahun lalu silam atau ketika putrinya masih balita yakni berusia 5 tahun. Aib pelaku sendiri baru diketahui, dan korban sudah berusia 13 tahun.

Kapolres Bangka Tengah AKBP Edison Ludy Bard Sitanggang disela-sela pers release, Selasa (20/08/2019) menyampaikan perbuatan keji pelaku tercium setelah sang korban (NS) mengadu ke neneknya (R). Kemudian tanpa pikir panjang langsung melapor ke pihak Polres Bangka Tengah.

“Atas keterangan dari korban, tersangka melakukan perbuatan asusila sejak tahun 2011 saat korban berusia 5 tahun dan terakhir tanggal 13 Agustus 2019 dengan usia korban 13 tahun. Selama 8 tahun tersangka melakukan perbuatan asusila terhadap korban yang merupakan putrinya,” ujar Kapolres AKBP. Edison Ludy Bard Sitanggang, Selasa.

Akibat perbuatan bejat sang ayah, korban (NS) berubah sikap jadi pendiam dan mengalami trauma. “Saat ini pelaku sudah diamankan di Mapolres Bangka Tengah. Barang bukti yang diamankan berupa satu helai celana pendek, satu helai baju warna hijau, 1 buah baju, satu buah kasur, 1 helai baju dress panjang, satu helai celana dalam warna cokelat, satu buah bra warna merah dan satu buah tanktop,” tuturnya.

Ia menambahkan, pelaku dijerat pasal 81 UU RI No.17 tahun 2016 tentang penetapan Perpu No.1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua No.23 Tahun 2002 dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. (ran/6).

Related posts