Begini Sosok Zulkarnen Karim di Mata Keluarganya

  • Whatsapp
Jenazah Zulkarnain Karim saat dibawa ke TPU Parit Padang, Kecamatan Sungailiat, Kamis (14/11/2019). (foto: Riski Yuliandri)

SUNGAILIAT– Suasana haru menyelimuti pemakaman Zulkarnain Karim di TPU Parit Padang, Kecamatan Sungailiat, Kamis (14/11/2019). Tangisan istri almarhum serta beberapa kerabat dan keluarga langsung pecah ketika jenazah mulai dimasukan ke dalam liang lahat.

Sebelum dimakamkan, jenazah mantan Wali Kota Pangkalpinang ini disalatkan di Masjid Agung Sungailiat. Almarhum meninggalkan empat orang anak yakni Mukhlis, Lasmi, Reza dan Yudhistira serta satu orang istri, Sunarsih Razak.

Kepergian Zulkarnain meninggalkan duka mendalam bagi keluarganya. Mengenang mendiang ayahnya, Reza Lesmana menyebutkan almarhum sebagai sosok penyabar dan penyayang.

“Ayah itu sosok paling sabar dan sayang sama anaknya meskipun kelakuan anaknya terkadang aneh-aneh,” ungkap Reza kepada wartawan di rumah duka, Kamis (14/11/2019).

Reza menyebutkan, masih ingat pesan ayahnya untuk terus menjalankan kewajiban sebagai seorang muslim agar salat dan membaca Alquran.

“Pesan ayah semasa hidupnya itu suruh rajin salat dan baca Alquran. Soal rejeki juga harus dicari karena kata ayah rejeki itu ada, pertama rejeki yang sudah ditetapkan dan rejeki yang harus dikejar. Kalau yang pertama itu hanya cukup untuk hidup tapi kalau mau hidup nyaman, rejeki harus dikejar,” tutur Reza.

Dia menceritakan, sebelum meninggal, ayahnya sempat masuk ke Rumah Sakit Medika Stania Sungailiat untuk cuci darah.

“Sakitnya ini komplikasi, jantung, ginjal, pembuluh darah dan sakitnya ini sudah hampir lima tahun. Sabtu malam dirawat di Rumah Sakit Stannia untuk cuci darah,” ungkapnya.

Namun, kata dia, setelah cuci darah almarhum sempat tersedak saat minum sampai tidak sadarkan diri sehingga dirujuk ke RSBT Pangkalpinang.

“Saat itu habis cuci darah kemudian lemas, lalu minum dan tersedak sampai tak sadarkan diri. Habis itu langsung dirujuk ke rumah sakit timah di ruangan ICU,” cerita Reza.

Ia mengatakan setelah dirawat di RSBT, kondisi ayahnya mulai stabil dan pihak keluarganya pun berencana akan membawa pulang pada minggu pagi.

“Malam minggu kemarin kondisinya sudah stabil dan kita berencana membawanya pulang tapi Selasa siang di pindah ke ruangan biasa. Rabu siang kembali tak stabil jadi denyut jantungnya naik turun,” terangnya.

Kondisi tersebut diharuskan untuk dipasangkan alat pacu jantung namun kesulitan dikarenakan penyakit almarhum mengalami penyumbatan pembuluh darah.

“Tensinya juga naik turun jadi dokter bilang kalau mau dipasang alat pacu jantung, alatnya tidak ada dan kalau dipasang itu juga susah karena ada penyumbatan pembuluh darah,” tambah Reza.(mla)

Related posts