Begini Kronologis Lengkap Pencurian yang Dilakukan Ajudan Kapolres Pangkalpinang

  • Whatsapp
Paur Humas Polres Pangkalpinang, Ipda Sianturi

PANGKALPINANG– Pihak Polres Pangkalpinang akhirnya memberikan keterangan resmi terkait kasus pencurian yang dilakukan oknum polisi Briptu RO di rumah dinas Kapolres Pangkalpinang, AKBP Iman Risdiono.

RO yang notabene ajudan kapolres ini, diketahui melakukan pencurian beberapa kali sejak bulan Januari 2019 hingga Oktober 2019 dengan total Rp100 juta. Aksi pelaku akhirnya terungkap, setelah kapolres memasang kamera pengintai atau CCTV.

Paur Humas Ipda Sianturi seizin Kapolres AKBP Iman Risdiono Septana kepada sejumlah wartawan, Kamis (17/10/2019) membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurutnya, pelaku awalnya mengambil kunci serep saat pintu kamar diperbaiki. Dia membantah, pelaku menduplikat kunci kamar tersebut.

“Saat AKBP Iman Risdiono baru menjabat dan mulai menempati rumah dinas, pintu kamar diperbaiki, pada saat itu lah pelaku mengambil kunci serep. Pelaku kemudian berulang kali masuk ke kamar dan melakukan aksi pencurian itu. Perlu saya tegaskan pelaku tidak melakukan duplikat kunci,” kata Sianturi.

Dia menegaskan, pelaku tidak langsung mengambil uang tunai Rp100 juta dari kamar kapolres melainkan secara bertahap dan uang yang dicuri bukan milik pribadi kapolres melainkan milik istri kapolres yang bekerja sebagai notaris.

“Bukan hanya uang istri kapolres, celengan milik anak kapolres, berikut amplop berisi uang untuk membayar zakat juga turut disikat pelaku,” terang Sianturi.

Saat dilakukan penggeledahan di rumah pelaku, Sianturi mengatakan petugas mengamankan barang bukti uang tunai Rp39,4 juta, celengan, tas laptop warna hitam, dua buah anak kunci cadangan, satu amplop warna coklat bertuliskan uang zakat dan paper bag warna biru dan satu unit mobil.

“Dari hasil pemeriksaan pelaku mengakui pencurian dilatar belakangi oleh faktor ekonomi seperti untuk membayar uang kredit mobil dan untuk bersenang-senang. Pelaku dijerat dengan pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun penjara, untuk hukuman disiplin dan kode etik menunggu inkracht dari pengadilan,” tutup Sianturi. (das)

Related posts