Beda dengan Susi, Menteri Edhy Ogah Tenggelamkan Kapal Pencuri Ikan

  • Whatsapp
Kunjungi PPI- Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Edhy Prabowo bersama Gubernur Babel, Erzaldi Rosman dan sejumlah pejabat daerah saat mengunjungi Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Muara Baturusa, Ketapang, Sabtu (16/11/2019). (foto: Nurul Kurniasih)

SUNGAILIAT– Kedatangan Menteri Kelautan dan Perikanan, Eddy Prabowo ke Bangka dimanfaatkan para nelayan untuk mengutarakan keluh kesah terkait persoalannya selama ini.

Saat melakukan dialog di PPN Sungailiat, Sabtu (17/11/2019), Menteri Edhy yang juga didampingi oleh Gubernur Babel, Erzaldi Rosman serta Bupati Bangka, Mulkan menerima banyak pertanyaan dari nelayan. Salah satunya, nelayan dari Desa Rebo, Asiau.

Asiau di depan Menteri Edhy mengaku resah dengan banyaknya tambang di tempatnya yang mengganggu dan mempengaruhi hasil tangkapan para nelayan.

“Kami para nelayan sudah resah dengan maraknya tambang di sekitar pantai rebo ini. Kami sudah menolak dan usir tapi masih saja tetap kembali beroperasi lagi,” ungkapnya.

Selain tambang masyarakat tersebut, menurut dia, kondisi itu semakin diperparah dengan masuknya Kapal Isap Produksi (KIP) yang semakin membuat para nelayan harus lebih ekstra jauh mencari ikan.

“Yang paling parah lagi adanya KIP. Kami sudah tidak bisa melakukan apa-apa lagi, kami sudah lapor ke dewan dan bupati,” tambah Asiau.

Dalam kesempatan yang sama nelayan Sungailiat, Albar juga mengeluhkan sulitnya mendapatkan solar dimana dalam sebulan ia hanya bisa melaut dua kali saja. “Harusnya bisa tiga kali sebulan tapi sekarang dua kali juga sudah susah,” ungkapnya.

Selain itu, ia juga mengeluhkan masih adanya ilegal fishing di daerah pulau dua yang dapat mengurangi hasil tangkapan nelayan lokal.

“Kami mau pencurian ikan tetap ditindak tegas karena kami masih sering lihat pencuri ikan di daerah pulau dua,” tambah Albar.

Menanggapi keluhan nelayan, Eddy Prabowo menegaskan akan tetap menindak ilegal fishing tersebut karena merupakan komitmen Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Namun, pihaknya akan mengubah sistem dengan tidak menenggelamkan kapal milik pencuri ikan yang sebelumnya biasa dilakukan eks Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

“Kita tetap akan usut pencurian ikan ini, tapi mungkin kita tidak akan menenggelamkan kapalnya lagi, lebih baik kita berikan ke nelayan. Kita cek lagi kapalnya masih layak, aman dan ramah lingkungan akan kita bagikan ke nelayan dimana banyak ditemukan ilegal fishing itu,” ungkapnya.

Terkait persolan tambang dan KIP, pihaknya akan melakukan pengkajian lebih lanjut dan akan memanggil direktur utama PT Timah sehingga CSR dari perusahaan tambang tersebut dapat dirasakan nelayan.

“Soal tambang ini nanti kita kaji lagi, soalnya timah ini jugakan milik negara dan salah satu pemasukan devisa negara kita,” terang mentri kelautan dan perikanan tersebut.

Sebelumnya, Menteri Edhy meninjau langsung ke alur muara Air Kantung setelah dikeluhkan oleh nelayan Sungailiat karena sering terjadi pendangkalan, Sabtu (16/11). Dalam tinjauan tersebut, Eddy ditemani oleh Gubernur Babel Erzaldi Rosman, Bupati Bangka Mulkan serta aparat keamanan.

Pendangkalan alur muara tersebut sudah sejak lama dikeluhkan oleh nelayan setempat sehingga menjadi fokus perhatian kementerian kelautan dan perikanan, terlebih lagi hampir seluruh nelayan mengeluh saat berdialog langsung di PPN Sungailiat.

“Sudah 20 tahun kami menderita, sudah banyak korban karena adanya pendangkalan ini. Selain itu jembatan bongkar muat (dermaga-red) kami terlalu sempit,” ungkap nelayan setempat, Askaba.

Mendengar keluhan tersebut, pihaknya akan berkomunikasi dengan menteri perhubungan untuk melakukan pendalaman dan kementerian PUPR dalam perbaikan jalannya.

Untuk itu pihaknya meminta Pemprov Babel membuat surat yang ditujukan kepada pemerintah pusat terkait keluhan-keluhan tersebut agar segera ditangani.

“Tolong nanti pak Gubernur untuk membantu berikan kami semacam surat bahwa ada permintaan dari bawah dan nanti kami akan segera koordinasi dan itu gak sulit pak, nanti tolong kepala dinas sampaikan itu dan seterusnya itu tugas saya,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga berjanji akan melakukan pelebaran dermaga tempat pembongkaran ikan (TPI) karena berdasarkan keluhan para nelayan TPI tersebut dinilai terlalu sempit.

“Masalah dermaga juga sama pak, nanti tinggal diukur kurangnya berapa, orang perhubungan lebih tahu, pokoknya gini kalau bisa diselesaikan sekarang kami akan selesaikan sekarang juga,” tegas Eddy.(mla/10)

Related posts