by

BBWS Sumatera VIII Konservasi Kolong Mempaya

-Belitong-156 views

Dokumen Perencanaan Sudah Siap

MANGGAR – Pasca bencana banjir yang melanda Kabupaten Belitung Timur pada Juli 2017 lalu, beberapa danau, kolong, dan embung di berbagai wilayah menjadi rusak atau kering. Salah satunya seperti yang terjadi Kolong Mempaya di Desa Mempaya Kecamatan Damar.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera VIII Palembang akan melakukan konservasi untuk Kolong Mempaya di Desa Mempaya Kecamatan Damar.

Konservasi ini untuk mengambalikan kembali fungsi Kolong Mempaya seperti sedia kala, yakni sebagai ikon wisata Kabupaten Beltim dan bahan baku utama penunjang PLTU Belitung Energi.

Kepala Bidang Pelaksanaan Jaringan Sumber Daya Air BBWS Sumatera VIII, Dave H.I Muhaimin mengungkapkan pengerjaan embung konservasi Kolong Mempaya baru bisa dilakukan pada 2019 mendatang. Saat ini baru dilaksanakan Studi Investigasi dan Desain (SID) atau survey perencanaan oleh konsultan.

“Kami sangat berharap tahun depan sudah bisa dikerjakan. Sepanjang dokumen-dokumen sudah siap. Yang bisa kita pastikan, untuk tahun ini dokumen perencanaannya sudah siap,” kata Dave seusai Rapat Pembahasan Rencana Kegiatan Pembangunan Konservasi Kolong Mempaya di Ruang Rapat Bupati Beltim, Kamis (19/7/2018).

Dave menyatakan, seluruh anggaran pembangunan konservasi akan ditanggung oleh Kementerian PUPR. Namun ia belum bisa merinci berapa besaran anggaran yang akan dipergunakan.

“Semua dari APBN. Untuk sekarang belum ada gambaran berapa, nanti kalau sudah selesai semua perencanaannya baru bisa kelihatan,” ujar Dave.

Ia berharap Pemkab Beltim dapat membantu untuk menyiapkan dokumen lingkungan. Mengingat, jika dokumen harus dikerjakan oleh BBWS Sumatera VIII, maka pengerjaan proyek baru akan dapat dilakukan pada tahun 2020.

“Kan sebelum mengerjakan konstruksi kita harus ada dokumen lingkungan, baik itu AMDAL, UKL-UPL, atau SPPL. Kalau menunggu dari kami, harus tahun depannya lagi, makanya kita minta Pemda sini bantu,” tukas Dave.

Selain berfungsi untuk pariwisata dan industri, Kolong Mempaya juga akan menjadi sumber air baku, retensi banjir, serta konservasi air. Nantinya, di Kolong Mempaya akan ditambah dengan fasiltas jogging track dan tempat pemandian masyarakat. (dny/kmf/3)

Comment

BERITA TERBARU