Baznas Bangka Target Kumpulkan Zakat Rp2,5 Miliar

  • Whatsapp


SUNGAILIAT- Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bangka menargetkan pengumpulan zakat pada tahun 2019 sebesar Rp 2,5 miliar.

Ketua Baznas Kabupaten Bangka, Nasir Hasan mengatakan jumlah tersebut sedikit lebih banyak dari yang didapat dari penghimpunan zakat tahun sebelumnya.

“Diharapkan penerimaan pada bulan suci ramadan ini bisa mencapai 2,5 miliar, tahun lalu kita hampir 2,5 miliar cuma kurang sedikit lagi,”kata Nasir, kepada wartawan, Sabtu (11/5/2019).

Pihaknya saat ini juga sudah menyiapkan tenaga ekstra dalam penerimaan zakat tersebut. Bahkan, Baznas sudah membentuk Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) yanga ada di masjid.

“UPZ ini kita bentuk untuk mengoptimalkan penerimaan zakat, nanti mereka juga akan tetap melaporkan rinciannya setiap bulan,” tambah Nasir.

Selain zakat fitrah, ia juga berharap seluruh ASN untuk membayar zakat profesinya ke baznas terlebih lagi Bupati Bangka sudah memberi himbauan.

“Bupati sudah menghimbau kepada ASN terutama yang sudah wajib, minimal gaji 3,6 juta per bulan bisa bayar zakat. Nantinya kita manfaatkan untuk membantu fakir miskin,”terangnya.

Nasir mengakui, pada tahun sebelumnya masih ada ASN yang belum membayar zakat profesinya meskipun sudah masuk kategori wajib bayar.

“Memang masih ada yang terhambat dan belum bayar tapi yang bayar juga sudah lumayan banyak, mudah-mudahan tahun ini semakin banyak yang bayar terlebih lagi sudah ada himbauan dari pak bupati,” harap Nasir.

Selain itu pada ramadan tahun ini, pihaknya akan membantu memberikan bantuan paket berupa uang Rp 500 ribu kepada 2000 fakir miskin di Kabupaten Bangka.

“Program ini kita mulai tanggal 13 Mei, jadi kita akan keliling seluruh kecamatan untuk memberikan bantuan ini,” terangnya.

Zakat Fitrah Rp32,5 Ribu Per Jiwa

Sementara itu untuk zakat fitrah tahun 2019 ditetapkan sebesar Rp 32,5 ribu per jiwa. Jumlah ini masih sama dengan zakat fitrah tahun sebelumnya.

Keputusan tersebut diambil berdasarkan musyawarah bersama dengan pengurus zakat dan ulama masjid yang ada di Kabupaten Bangka di Mesjid Agung, Sungailiat, Kamis (9/5/2019).

Keputusan tersebut diambil dengan menimbang harga beras yang beredar di Kota Sungailiat rata-rata sebesar Rp 13 ribu per kilogram, dimana zakat fitrah ditetapkan 2,5 kilo dengan harga Rp32,5 ribu per jiwa.

Ketua Baznas Bangka, Nasir Hasan mengatakan hasil tersebut sama seperti tahun sebelumnya. Hasil musyarawah dilakukan setelah menimbang harga beras di desa berbeda-beda.

“Kalau dari disperindag rata-rata harga beras medium sekitar 12 ribu per kilo tapi itu harga di seputaran Sungailiat, jadi kita ambil 13 ribu karena mengingat harga beras ini fluktuatif dan kita semua sepakat,” ungkapnya.

Nasir juga mengatakan jumlah zakat fitrah yang dikeluarkan tersebut harus berdasarkan beras yang dimakan di rumah masing-masing.

“Jadi jika di rumah makan nasi dengan beras yang harganya 15 ribu per kilo, maka dihitung dengan harga itu juga, begitupun jika ada yang makan dengan beras harga 10 ribu, bayar zakatnya juga dengan harga 10 ribu juga tapi tetap dikali 2,5 kilo,” terangnya.

Sementara itu, untuk zakat fidyah disepakati sebesar Rp 20 ribu per hari. Zakat fidyah sendiri dikhususkan untuk warga yang tidak dapat melaksanakan puasa karena sakit, orang tua, hamil ataupun ibu menyusui.

“Zakat ini bagi orang yang terpaksa tidak dapat puasa jadi harus membayar 20 ribu per tiap kali tidak puasa atau memberi makan fakir miskin. Jadi kalau hari itu sudah memberi makan fakir miskin jadi tidak usah bayar 20 ribu lagi,” terangnya.

Sementara itu untuk zak mal, diwajibkan bagi orang yang sudah memiliki harta minimal mencapai 85 gram emas.”Nanti dua setengah persen dari jumlah hartanya dikeluarkan untuk zakat mal ini,” tambahnya. (mg419/10)

Related posts