Bayi Koba Diserang Penyakit Langka

No comment 277 views

Syakira, bayi pengidap Anophthalmia atau tidak memiliki bola mata saat terbaring di rumahnya di Gang Anturium Padang Mulya, Koba. (Foto: M. Tamimi)

Tanpa Bola Mata atau Anophthalmia

Suara tangisan bayi menyeruak saat wartawan tiba di sebuah rumah kecil berdinding papan di Jalan Gang Atrium, Kelurahan Padang Mulya, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah, akhir pekan kemarin. Kedatangan awak media disambut hangat kedua orang tua sang bayi, Nova (29) dan Deddy Ardiansyah (32). Raut kesedihan tampak pada wajah suami istri ini. Mereka bercerita tentang kondisi Syakira bayi berusia 4 bulan 13 hari itu.
Anak kedua mereka ini lahir normal 3 Februari 2017 di Puskesmas Koba dengan berat 3 kilogram. Namun tak disangka, saat lahir terdapat kelainan pada bagian tubuh Syakira, tepatnya di bagian mata, kepala, hidung, leher, dan kaki.
Awalnya, Nova mengaku tidak mempermasalahkan kondisi bayinya ini. Namun ketika usia lahirnya makin bertambah, kejanggalan pada tubuh Syakira kian kentara. Nova sudah konsultasi kepada dokter ahli di Puskesmas Koba dan mendapat keterangan bahwa bola mata Syakira tidak seperti bayi umumnya.
Nova dan Deddy sempat kebingungan setelah mendengar dokter tersebut yang kemudian menyarankan agar bayi mereka dirujuk ke Rumah Sakit Bakti Timah (RSBT) Pangkalpinang.
Selama di RSBT, bayi yang saat ini beratnya 3,9 kilogram ditangani dokter spesialis anak. Pertama kali datang ditangani dokter spesialis mata. Dari hasil pemeriksaan, bayi itu divonis pengidap Anophthalmia atau bayi lahir tanpa bola mata. Sedangkan menurut dokter spesialis anak, bayi itu bukan hanya menderita Anophthalmia saja, tetapi ade kelainan lain, seperti tidak memiliki tulang leher, ukuran hidung cukup besar, bagian tengkorak agak condong ke dalam, pendengaran terganggu, dan telapak kaki kiri tampak miring.
Kelainan ini tergolong langka ibaratnya 1:100.000, dari 100.000 anak hanya 1 orang yang nenderita penyakit tersebut.
Kepada wartawan Deddy mengaku bahwa kelainan pada bayinya lebih dominan ke sebelah kiri. Bahkan saat lahir, sempat masuk inkubator dalam waktu yang tidak lama. Pihaknya sempat pasrah atas hal ini, karena dokter memvonis usia bayi itu tidak akan lama. Namun nyatanya Alhamdulillah, sampai saat ini masih mampu bertahan. Menurut Deddy, ketika bayinya masuk usai tiga bulan, ada seorang teman Nova yang menceritkan kejadian serupa pernah terjadi di Semarang. Dari kejadian itu, pihaknya disarankan untuk berobat alternatif di Pangkalpinang. Setelah berobat, ada perubahan baik pada bagian belakang atau tengkuk mengempes yang sebelumnya membesar, namun pihaknya tetap melakukan pemeriksaan medis untuk mengetahui penyebabnya jangan sampai terjadi penyakit baru.
Selain itu, untuk menggalang dana pengobatan, Nova terpaksa memposting kelainan yang diderita bayinya itu ke media sosial Facebooks. Sekitar Rp3 juta terhimpun dari para donatur yang merupakan kawan-kawan Nova dan suaminya. Dana itulah yang sementara dipergunakan untuk pengobatan alternatif bayinya.
Diakui Deddy, setelah mengetahui sejumlah kelainan pada bayi perempuannya itu, hingga sekarang belum ada tindakan medis lagi karena pihak rumah sakit belum bisa berbuat banyak apalagi bertindak. Bahkan pihak rumah sakit menyarankan agar bayi tersebut diperiksa di RSCM Jakarta. Namun Deddy menunda ke Jakarta mengingat tidak ada dana untuk biaya hidup selama di Jakarta.
“Insya Allah, jika ada bantuan dana kita akan berangkat ke Jakarta pasca lebaran Idul Fitri, itu pun jika Allah mengizinkan. Kalau belum ada dana, kemungkinan menunda keberangkatan,” ucapnya.
Kepala Puskesmas Koba Aries Noordiyanto membenarkan bayi tersebut tidak memiliki bola mata pada saat melahirkan. Bahkan ditemukan sejumlah kelainan pada bagian anggota tubuh yang lain, seperti hidung, kepala, tengkuk atau leher membengkak, dan kaki miring.
“Kondisi bayi harus dirujuk, menurut dokter anak di RSUD Bateng, ada kelainan seperti tidak punya bola mata, dan lain-lain. Dari segi fisik dan tumbuh kembang tetap terganggu. Upaya kita adalah Dinkes dan lainnya untuk membantu anak itu. Ketahuan sudah lama, cuma dari pihak orang tua kebingungan, harus bagaimana atas solusi atas kelainan tersebut,” ungkapnya.
Jika para dermawan berkenan membantu, Nova dan Deddy hanya bisa mengucapkan terima kasih. Bagi yang ingin menyalurkan bantuan, dapat menghubungi langsung nomor ponsel 085380996133 (Nova) alamat Gang Anturium Padang Mulya Kelurahan Padang Mulya, Koba tepatnya di belakang SD 5 Koba dengan nomor rekening Bank Mandiri 169 0000815040 atas nama Deddy Ardiansyah. (Muhammad Tamimi)

No Response

Leave a reply "Bayi Koba Diserang Penyakit Langka"