by

Bayi Jelitik Jadi Rebutan Warga

-NEWS-718 views
GENDONG FAQIH – Pimpinan Panti Asuhan Daar Al Muttaqin, Hj. Nurasmi menggendong bayi Al Faqih Jibril Bahri yang dititipkan sementara setelah dibuang orang tuanya di pinggir jalan Jelitik, Sungailiat. Hj. Nurasmi kemarin juga menerima banyak kunjungan warga yang ingin mengadopsi Faqih. INSERT: Comelnya paras Faqih dengan rambut hitam yang lebat. (Foto: Zuesty Novianti)

Sementara Dirawat di Panti Asuhan
Polisi Masih Lidik, Adopsi Dipending

SUNGAILIAT – Bayi laki-laki yang dibuang di pinggiran jalan Jelitik, Sungailiat, Kabupaten Bangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan nama Al Faqih Jibril Bahri, kini menjadi rebutan warga untuk diadopsi. Sebelumnya, bayi malam ini ditemukan di trotoar depan tempat wisata religi Dewi Kuan Yin lingkungan Jelitik. Kini bayi itu diamanahkan untuk dirawat sementara di Panti Asuhan Daar Al Muttaqin.
Dalam pantauan Rakyat Pos, Kamis (15/6/2017), terlihat bayi lucu ini diam dan tak menangis walau ramai dikunjungi orang-orang yang berniat mengadopsinya. Hanya saja, warga harus menahan diri untuk memiliki anak ini karena pihak kepolisian belum mengizinkan proses adopsi. Sebab polisi tengah menyelidiki kasus pembuangan bayi ini.
Pimpinan Panti Asuhan Daar Al Muttaqin, Hj. Nurasmi (61) menyebutkan, sudah lebih dari 7 orang warga mendatangi panti dan berkeinginan mengadopsi bayi Faqih yang ditemukan Rabu (14/6/2017) sore tersebut. Penemu pertama kali bayi ini pun berkeinginan mengadopsinya.
“Yang nemu mau ngangkat (adopsi), semalam juga dua orang datang, tadi pagi dua, ditambah sekarang,” kata Hj. Nurasmi saat ditemui wartawan di Panti Asuhan Al Muttaqin, Kamis (15/6/2017).
Menurutnya, siapa saja berhak mengadopsi bayi ini, asalkan memenuhi prosedur adopsi lewat sidang pengadilan. Bayi laki-laki tersebut diduga diantar oraang tuanya menggunakan mobil Avanza hitam yang menurut warga saat datang ke areal panti melaju pelan, namun setelah pergi melaju dengan cepat.
“Bayi ini lahir tanggal 13 Juni. Orang-orang datang mengantar ke sini setengah 6 sore kemarin (Rabu-red) setelah baru selesai ditemukan. Kondisinya dibedong, tidak nangis waktu ditemukan, diam aja di situ, tanpa alas,” cerita Hj. Nurasmi.
Bayi dengan rambut hitam lebat ini ditinggalkan di trotoar dengan tas warna pink berisi 1 kotak susu, 1 sachet tissu basah, 1 bungkus pampers serta 3 amplop putih list merah biru berisi surat wasiat yang ditujukan untuk penemu, pihak panti asuhan dan biodata sang bayi.
Hj. Nurasmi mengaku sebelum penemuan bayi ini, ia tidak melihat ada hal yang mencurigakan di lingkungan panti asuhannya. Memang sempat ada bekas cap kaki di bagian kaki, yang biasanya sebagai biodata lahir diambil oleh bidan terhadap bayi yang baru lahir.
“Kami juga kaget, kenapa ada bayi. Sampai sekarang sudah banyak yang tengok, banyak mau ambil. Sementara ini kami asuh, ini diserahkan polisi ke sini katanya karena dalam wasiat diamanahkan ke pesantren. Kita lihat nanti perkembangannya, kalau ada yang mau ambil silahkan saja nanti pake prosedur ke pengadilan,” jelas pensiunan pegawai Pengadilan Agama Tanjung Pinang ini.
Ditambahkan Hj. Nurasmi saat ini untuk merawat bayi Faqih, pihaknya masih ada perlengkapan yang memadai seperti pampers sekitar 2 lusin, baju ukuran anak 1 lusin, gurita, susu, minyak telon, bedak bayi serta perlengkapan bayi lainnya. Dan hingga siang kemarin sudah lebih dari 10 orang mendatangi Panti Asuhan Daar Muttaqin, melihat dan berniat mengadopsinya.
Sementara itu Desy (38) warga Sungailiat menyatakan sangat ingin mengadopsi bayi laki-laki yang ditemukan di Kelurahan Jelitik ini. Desy ditemani saudaranya mengaku telah lama ingin mengangkat anak, namun belum menemukan yang pas. Dan saat membaca berita di koran ia sangat ingin mengangkat bayi Faqih ini bila diperkenankan. Terlebih Desy sudah menikah 13 tahun namun belum dikarunia momongan.
“Susah gak kalau urusnya ke pengadilan, berapa biayanya? Saya mau ini,” kata Desy sambil menggendong bayi yang baru berumur 3 hari ini.
Tak hanya itu saja, sampai sore kemarin masih banyak masyarakat yang datang berduyun-duyun ke panti asuhan untuk mengadopsi bayi berhidung mancung tersebut.
Kabag Ops Polres Bangka Kompol S. Sophian, SH, SIK seizin Kapolres Bangka, AKBP. Johannes Bangun, S.Sos, SIK menuturkan, bayi tersebut untuk saat ini sengaja diamankan di Pondok Pesantren sekaligus Panti Asuhan Daar Muttaqin. Terkait banyaknya warga yang ingin mengadopsi, polisi akan melakukan koordinasi dengan pihak terkait.
“Untuk mengadopsi, kita akan melakukan koordinasi dengan pihak terkait, karena adopsi harus ada penetapan pengadilan,” kata Kabag Ops.
Terkait tindakan pembuangan bayi yang diduga dilakukan oleh orang tua bayi, saat ini kepolisian sedang melakukan penyelidikan. Pihaknya akan mendalami apakah kasus ini ada unsur tindak pidana atau tidak dengan mengacu Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Pelindungan Anak.
Seperti dilansir edisi kemarin, warga di sekitar Kelurahan Jelitik, Kecamatan Sungailiat, heboh mendengar kabar penemuan bayi ini Rabu sore sekitar pukul 17.00 WIB oleh Joni alias Agoel (29) warga Tambang 23, Lingkungan Tunas Kelapa, Sungailiat.
Informasinya, bayi malang yang ditemukan di kawasan RT 05 Jelitik, tidak jauh dari Pesantren/Panti Asuhan Yayasan Al Muttaqin ini bermula ketika Joni alias Agoel pulang dari Tambang 23 hendak ke rumah mertuanya. Saat melintas dengan sepeda motor di Jalan Jelitik dekat Wihara Dewi Kwan Yin, Agoel terkejut melihat ada bayi laki-laki di pinggir jalan dalam keadaan tertutup kain bergambar Tigger dan Poo. Disamping bayi berkulit putih tersebut, terdapat juga tas berwana pink berisi surat-surat pesan diduga dari orang yang membuang bayi.
Menemukan hal tak biasa itu, Joni alias Agoel kemudian menghubungi Ketua RT 05, Akhiun dan anggota Bhabinkamtbmas Kelurahan Jelitik, Bripka Herri. Selanjutnya, ia langsung membawa bayi itu ke rumah ketua RT untuk dibersihkan dan membaca tiga surat yang ditinggalkan bersama sang bayi.
Surat berbentuk pesan dalam tulisan tangan itu, pertama berisi kata-kata “Assalamualaikum, Wr, WB. Kepada penemu bayi ini saya mohon tolong titipkan bayi ini ke Yayasan Panti Asuhan Al- Muttaqiin saya sangat membutuhkannya dan saya sangat berterimakasih jika permohonan saya ini dikabulkan. Tolong berikan surat ini ke Yayasan Panti Asuhan. Terimakasih semoga ridho dan hidayah selalu menyertai anda.”
Surat kedua berbunyi, “Assalamualaikaum, Wr, Wb. Kepada Panti asuhan Al- Muttaqin saya ingin memohon pertolongan agar bisa merawat bayi kami yang bernama Al Faqih Jibril Bahri untuk saat ini kami benar-benar belum bisa untuk menafkahi anak kami. Saya akan menjemputnya 2 hingga 3 tahun yang akan datang tolong jaga dan rawat dia dengan baik. Maaf dengan cara seperti ini saya melakukannya semoga Allah tetap melindungi kita semua. Untuk semuanya saya ucapkan terimakasih.”
Dan surat ketiga berisi, “Assalamualaikum, Wr, Wb. Hai teman-teman ini adalah biodata saya perkenalkan nama saya Al Faqih Jibril Bahri saya lahir pada tanggal 13 Juni 2017 agama saya Islam senang berkenalan pada teman semua?.”
Setelah membaca surat-surat itu, Joni alias Agoel bersama ketua RT membawa bayi bernama Al Faqih Jibril Bahri ini ke rumah sakit untuk pengecekan kesehatannya. Wartawan sempat mendatangi rumah sakit tempat bayi itu diperiksa. Satpam rumah sakit membenarkan ada bayi yang dibawa oleh warga, namun tidak lama dan sempat tidak disangka kalau merupakan bayi hasil temuan.
“Awalnya disangka bayi sakit, rupanya bayi temuan. Tidak lama di sini, hanya diperiksa sebentar lalu dibawa pulang, bayinya masih hidup,” sebut satpam yang berjaga ketika ditemui sekitar pukul 22.30 WiB.
Di rumah sakit juga terlihat anggota kepolisian dari Polsek Sungailiat dan Polres Bangka. Tampak Kasat Reskrim Polres Bangka, AKP Andi Purwanto dan Kepala SPKT melakukan penyelidikan dan meminta keterangan pihak rumah sakit. Kasat Reskrim membenarkan ada temuan bayi dibuang ini. Hanya saja ia mengaku baru tiba di rumah sakit dan bayi sudah dibawa pulang ke Jelitik.
“Benar, tapi sudah dibawa lagi ke Jelitik, saya baru datang. Coba ke Polsek Sungailiat,” ujarnya. Sayangnya Kapolsek Sungailiat hingga berita ini dirampungkan belum memberi jawaban atas konfirmasi yang dilakukan wartawan.
Namun sebelumnya didapat kabar bahwa sekitar pukul 16.45 WIB tak berapa lama bayi tersebut ditemukan, warga Jalan Dewi Kwan Yin atas nama Senen alias Anen (29) sempat menyapu rumah dan melihat mobil Toyota Avanza warna hitam yang tidak diketahui plat nomor polisinya lewat di jalan itu. Mobil tersebut melintas dengan kecepatan tinggi, dan diduga penumpangnya usai menurunkan bayi ini di pinggir jalan. Kini kasus penemuan bayi ini tengah diselidiki polisi. (2nd/1)

Comment

BERITA TERBARU