Bawaslu Sebarkan Brosur & Stiker di Titik Rawan

  • Whatsapp

Ajakan Mencegah Terjadinya Pelanggaran Pemilu

TOBOALI – Badan Pengawas Pemilu Bangka Selatan (Basel) secara intens melakukan pengawasan terhadap wilayah rawan pelanggaran Pemilu. Selain melakukan pengawasan rutin, Bawaslu melalui pengawas Kelurahan/Desa saat ini, sedang menyebarkan stiker dan brosur yang berisi tentang ajakan kepada masyarakat untuk mencegah terjadinya pelanggaran Pemilu.

“Kita berupaya menutup ruang pelanggaran Pemilu sekecil-kecilnya, seperti money politic serta pelanggaran lainnya, di titik rawan. Selain intens pengawasan dan patroli, kita juga menyebarkan brosur dan stiker, kita memberikan pendidikan politik kepada masyarakat, agar selain ikut berpartisipasi dalam Pemilu, tapi juga ikut menjaga serta mencegah terjadinya pelanggaran Pemilu seperti money politic, jangan terprovokasi dengan berita hoax dan lainnya,” kata Komisioner Bawaslu Divisi Hukum Penindakan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa, Erik, Kamis (21/3/2019).

Menurutnya, hingga saat ini, pihaknya hanya menemukan beberapa kali kegiatan kampanye yang tidak mengantongi surat tanda terima pemberitahuan (STTP), sehingga kegiatan tersebut dihentikan.
“Pelanggaran Pemilu yang kita tangani belum ada, dan temuan kita saat ini adalah masih ada kegiatan kampanye yang tidak ada STTP, dan kegiatannya kita hentikan sebelum ada STTP,” jelas Erik.

Dikatakannya, Bawaslu beberapa hari lalu ikut mengawasi verifikasi faktual data pemilih yang merupakan masalah nasional. Di sisi lain Erik menyebutkan, potensi kesalahfahaman pemberiaan surat suara pada saat pemungutan suara akan terjadi di KPPS. Ini terjadi ketika pemilih yang terdaftar DPT di luar Basel namun memiliki E KTP baru.

“Misalnya ada warga yang terdaftar DPT di luar daerah tetapi sudah pindah jiwa ke Basel, dan memiliki e- KTP. Harusnya masuk DPTb dan akan mendapatkan A5 pindah memilih. Tetapi, mereka nanti masuk DPK, dan mendapatkan 5 surat suara yang harusnya tidak semuanya, tetapi ini memang kesalahannya kecil, tetapi bisa mengurangi surat suara di TPS. Pada hari-H pencoblosan, KPU melalui KPPS sudah bersifat melayani tidak lagi mengecek pemilih apakah terdaftar di DPT luar atau tidak, ada e-KTP masuk DPK dan terima 5 surat suara,” pungkas Erik. (raw/3).

Related posts