by

Bawaslu Kembali Panggil Erzaldi

-NEWS-595 views

Soal Simbol Dua Jari Bersama ASN
Hari Ini Layangkan Undangan Kedua

PANGKALPINANG – Badan Pengawas Pemilu Provinsi Kepulauan Bangka Belitung(Bawaslu Babel), kembali melayangkan surat panggilan kedua kepada Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman untuk hadir memberikan klarifikasi terkait foto simbol dua jari bersama beberapa Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam sebuah acara.
Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Babel Jafri kepada wartawan Senin (11/2/2019) mengatakan, pihaknya kembali memanggil Erzaldi guna dimintai klarifikasi soal simbol dua jari dalam kegiatan dinas yang melibatkan sejumlah ASN itu, dengan jadwal hadirnya hari ini Selasa (12/2/2018) di Sekretariat Bawaslu Babel.
“Ini undangan klarifikasi yang kedua kali,” singkatnya.
Sebelumnya, Erzaldi Rosman enggan memenuhi panggilan Bawaslu Babel pada kesempatan pertama, terkait foto yang menunjukkan simbol jari dan viral di media sosial itu. Sedangkan Kepala Dinas Kehutanan Babel, Marwan dan satu ASN di Biro ekonomi yang ada di dalam foto, telah hadir memenuhi panggilan Bawaslu, pada Kamis (7/2/2019).
Kepada wartawan usai dilakukan klarifikasi, Marwan mengaku simbol dua jari membentuk huruf L yang ada di foto tersebut merupakan simbol Salam Lestari dari Kementerian Kehutanan yang sudah lama dikampanyekan setiap selesai kegiatan menanam pohon.
“Kebetulan memang kebiasaan dan budaya dari Kementerian Kehutanan sampai Dinas Kehutanan dan kebawahnya, setiap selesai menanam pohon itu kita selalu mengkampanyekan salam lestari yang simbolnya jari tangan L,” kata Marwan.
Ia menambahkan, foto tersebut diambil pada saat, pihaknya bersama Gubernur Erzaldi dan dua ASN serta tokoh masyarakat melakukan kegiatan menanam pohon di Bukit Sak, Desa Rebo pada tanggal 14 Januari yang lalu.
Lebih jauh, ia mengungkapkan bahwa pada saat itu, tak terlintas dalam pikirannya jika simbol dua jari tersebut juga merupakan simbol salah satu pasangan calon presiden pada Pemilu 2019.
“Ternyata selama ini yang tidak ada masalah, sekarang ini justru dipermasalahkan, karena ada kaitan dengan Pilpres, salah satu calonnya menggunakan simbol itu, yang mana kami tidak terpikirkan bahwa kalau itu adalah simbolnya salah satu Pilpres,” ungkapnya.
“Yang kami tahu, itu adalah hak paten nya Kementerian Kehutanan yang dilakukan baik di acara-acara kenegaraan, diskusi-diskusi lingkungan, selalu kita menggunakan Simbol L. Jadi tidak ada unsur kesengajaan untuk berkampanye atau mendukung salah satu capres,” sambungnya.
Ia menegaskan, bahwa dirinya betul-betul menyadari sebagai ASN wajib untuk menjaga netralitasnya. “Jangan main-main untuk mendukung salah satu calon, menjadi tim sukses calon kalau kita sebagai ASN, kami tahu persis tentang hal itu,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Bawaslu Babel, Edi Irawan mengatakan, pihaknya telah meminta klarifikasi kepada saksi terlapor untuk menindaklanjuti adanya laporan terkait foto salam dua jari tersebut. Terkait hasil klarifikasi, ia mengungkapkan, pihaknya belum bisa menentukan kebenarannya.
“Setelah klarifikasi pertama ini, kita belum bisa menentukan apakah dari sebuah laporan itu langsung kita bisa menemukan titik salah dan benar, kita belum sampai kesana,” imbuhnya.
Edi menambahkan, Bawaslu dibatasi waktu untuk pemanggilan tersebut, selama tujuh hari kerja kemudian ada hasilnya.
“Sebagaimana yang kita sampaikan, salah satunya gubernur. Kita meminta klarifikasi juga. Dan tidak hadirnya gubernur, kita akan menyampaikan surat undangan yang kedua,” tukasnya. (ron/6)

Comment

BERITA TERBARU