Bawaslu Babel Akui Tugas Semakin Berat

No comment 99 views

Ketua Bawaslu Babel, Edi Irawan didampingi Divisi Pencegahan Andi Budi Yulianto & Divisi Penindakan, Firman Pardede saat sosialisasi yang digelar di Sekretariat Bawaslu Babel, Senin (13/11/2017).(foto:Roni Bayu)

PANGKALPINANG – Dalam sosialisasi UU Nomor 7 Tentang Pemilihan Umum, diakui Ketua Bawaslu Babel, Edi Irawan tugas pengawasan semakin berat. Untuk itu, terkait keorganisasian, Bawaslu akan sedikit menggemuk keanggotaannya, akan ada penambahan anggota dari tiga komisioner menjadi lima orang pada 2018 mendatang.

Selain itu, Panwas Kabupaten/Kota juga dengan UU ini maka harus sudah terbentuk Bawaslu kabupaten/kota dan dipermanenkan.

Di tingkat TPS dan desa masih seperti yang dulu.

“Kesekretariatan juga sedikit melebar karena kedepan bertambah komisioner, sekretariat bisa memfasilitasi dan support lembaga ini. Akan bertambah personel di sekretariatan,” ungkapnya dalam sosialisasi yang digelar di Sekretariat Bawaslu Babel, Senin (13/11/2017).

Sementara, dalam tupoksi tugas pengawasan semakin kompleks di Bawaslu, rekomendasi ke penyelenggara dulunya, kedepan sudah bisa memberikan keputusan peserta pemilu.

Lebih jauh, diuraikan oleh Divisi Penindakan, Firman Pardede, hal ini dikarenakan tugas dan wewenang sudah semakin luas. Di UU itu pihaknya diberikan kewenangan untuk melakukan persidangan perkara administrasi dan sengketa. “Akan ada putusan, jika melanggar administrasi kami diwajibkan mengambil putusan,” ujarnya.

Penekanan pelaksanaan pemilu bersamaan menjadi sebuah tantangan, belum ada rujukan pelaksaan secara bersama ini. Tugas pokok guna melakukan pencegahan dan penindakan.

“Titik poin kita bagaimana memberdayakan PPK, kami akan melakukan supervisi pembekalan, materi juga mengadopsi budaya lokal Babel dan sisi sosiologis,” katanya.

 

Ditambahkan, Divisi Pencegahan Andi Budi Yulianto, pelaksanaan tahapan beberapa yang krusial akan menjadi fokus pihaknya. Pencegahan indentifikasi, potensi pelanggaran, koordinasi internal, monitoring, dan bimbingan akan diupayakan. “Meningkatkan pengawasan partisipatif. Merubah Mindset masyarakat ikut melakukan pengawasan. Tidak mungkin kita dengan keterbatasan personel ini dapat bekerja maksimal,” urainya.

 

Selain itu juga, Bawaslu akan membentuk saka pengawasan Pemilu, dalam waktu dekat akan teken MoU. “Kenapa pramuka? karena mereka tidak ditunggangi parpol. Terkait pengawasan kami juga minta informasi objektif,” pungkasnya. (ron/10)

No Response

Leave a reply "Bawaslu Babel Akui Tugas Semakin Berat"