Bawa Sabu, Musdalifa Ditangkap Polisi

  • Whatsapp

TANJUNGPANDAN – Satuan Reserse Narkoba Polres Belitung kembali berhasil mengamankan seorang penyalahgunaan narkotika jenis sabu-sabu, Jum’at (7/6/2019) malam di Jalan Murai Desa Air Raya Kecamatan Tanjungpandan Kabupaten Belitung.
Pelaku merupakan seorang wanita yang bernama Musdalifa (38) warga Jalan Murai Rt 31/11 Desa Air Raya Kecamatan Tanjungpandan, Belitung.
Saat ditangkap, Polisi mendapati sabu seberat 0,67 gram yang terbungkus dengan tissu dan disimpan dalam kotak rokok dari tangan Musdalifa alias Eva ini.
Hal ini berawal saat polisi mendapat laporan dari masyarakat mengenai adanya penyalahgunaan narkotika. Setelah dilakukan penyelidikan dan merasa yakin polisi langsung melakukan penangkapan.
“Jadi pada hari Jum’at itu, anggota kita mendapati informasi tentang seseorang penyalahgunaan narkotika. Dilakukan pengintaian sekitar pukul 22.45 Wib di Jalan Murai,” kata Kasat Narkoba Polres Belitung Iptu Naek Hutahayan kepada Rakyat Pos, Senin (10/06/19).
Sempat diikuti, dan pelaku berhenti di halaman rumahnya. Saat itu ada seseorang yang sedang menelponnya. Dalam penangkapan ini, Polisi juga melibatkan ketua RT setempat.
“Saat diikuti yang bersangkutan berhenti di depan rumahnya kemudian menelpon seseorang. Dan di tangan kanannya masih terpegang satu kotak bungkus rokok, pada saat itulah ditemukan dan diamankan dilibatkan juga ketua RT dan setelah dibuka ditemukan di dalamnya ada plastik klip bening berisikan krital berjenis sabu,” ucapnya.
Meski sempat mengelak, dan beralibi bahwa barang haram itu bukan miliknya, polisi tetap menetapkan Eva sebagai tersangka. Sebab, saat itu barang tersebut berada di tangan pelaku.
“Setelah ditimbang untuk sementara ini seberat 0,67 gram. Menurut pengakuan tersangka itu barang orang lain, seseorang temannya yang dalam hal ini kita masih lidik keberadaannya,” jelasnya lagi.
Kini berdasarkan hasil pemeriksaan dan gelar perkara, pelaku dijerat dengan undang-undang narkotika sesuai dengan Pasal 112 ayat 1 dengan ancaman minimal empat tahun penjara.
“Tetapi itu argumennya dia, sementara pasal yang kita terapkan karena barang itu ada sama dia saat ditemukan Pasal 112 ayat 1 Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika,” ungkapnya.
Sementara ini, polisi masih terus mendalami keterlibatan pihak lainnya. Mengenai akan adanya tersangka lain masih dalam tahap pemeriksaan dan pengembangan.
“Saat dilakukan tes urinenya positif, untuk penambahan tersangka lainnya masih dalam pengembangan. Dan kini pelaku kita lakukan penahaan sesuai dengan prosedur untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya,” pungkasnya.
Musdalifa alias Eva sendiri mengakui sudah menggunakan barang haram itu sebelumnya. Menurut dia, sebelum itu sekitar tiga puluh menit dirinya menghabiskan sabu bersama temannya yang bernama MI di rumah kontrakan temannya tersebut.
“Saat itu saya ditelpon MI (teman-red). Sudah disediakan, tidak lama lah ada sedikit barangnya. Sekitar tiga puluh menit saya menggunakan itu,” kata Eva di kantor polisi.
Setelah itu, dirinya diminta oleh seseorang untuk mengambil sabu lagi. Dia sempat meminta teman lainnya menemani, namun temannya enggan berangkat.
“Masalah inilah, masalah barang itu. Saya sebetulnya ngajak (meminta) LS untuk menemani saya, tapi dia tidak mau. Saat itu MI mengangkat telepon, dan diberikan kepada saya. Kemudian saya pergi ngambil barang itu, tapi saya tidak tahu dimana, terus ditelpon disuruh ke Danau Biru,” terangnya.
Saat tiba, dirinya diberitahu bahwa barang itu berada di Danau Biru yang sudah disiapkan di belakang besi yang ada tanda tulisan dan tersimpan di dalam kotak rokok.
“Barang itu ada di belakang besi yang ada ditulisan. Ada di dalam kotak rokok itu dan tidak saya buka, tapi tidak apa-apa saya ikhlas saja sepertinya ini banyak orang yang tidak suka dengan saya,” pungkasnya.(dod/1)

Related posts