Bateng Targetkan Penerimaan PKB Rp39 Miliar

  • Whatsapp

Jasmani: Kami Tetap Optimis

KOBA – Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) melalui UPT DPPKAD Wilayah Bateng pada tahun 2017 ini, telah menargetkan realisasi penerimaan pajak kendaraan bermotor mencapai Rp39,052 miliar.

Target tersebut menurut Kepala UPT DPPKAD Wilayah Bateng, Jasmani mengalami peningkatan sebesar 9,6 miliar pada tahun 2017.

“Target realisasi penerimaan pajak pada 2017 ini, mengalami penambahan yang cukup besar dibandingkan target pada tahun 2016 sebesar Rp29,4 miliar,” ujar Jasmani saat dikonfirmasi Rakyat Pos belum lama ini.

Menurutnya, peningkatan target pencapaian pajak pada tahun 2017 tersebut, mencapai Rp9,6 miliar lantaran penerimaan pajak pada tahun 2016 melebihi dari target yang sudah ditetapkan atau over target.

“Memang target yang diberikan kepada kami cukup besar, sulit untuk mencapainya, namun kami tetap optimistis dalam meraihnya dengan upaya dan usaha kami karena sudah ditetapkan pihak legislatif,” terangnya.

Ia mengatakan, besarnya target pencapaian pungutan pajak kendaraan pada tahun 2017 karena pihak DPRD menghitung para pemilik kendaraan banyak menunggak pajak dibandingkan tahun lalu.

“Dasarnya, mereka menghitung banyak wajib pajak yang menunggak dan mereka melakukan estimasi tunggakan pajak itu akan dibayar, sehingga target dinaikkan,” terangnya.

Dijelaskannya, jika dilihat dari data memang cukup banyak pemilik kendaraan yang menunggak pajak di daerah itu dengan pertimbangan berbagai sebab.

“Sebagian dari mereka ada yang berupaya melunasi tunggakan pajak, namun banyak juga yang mengabaikan karena merasa tidak penting lantaran kendaraan digunakan untuk operasional aktivitas di kebun,” katanya.

Ia menambahkan, sumber pajak kendaraan di Bangka Tengah yaitu PKB dengan target pada 2017 sebesar Rp24,2 miliar, BBNKB Rp12,1 miliar, air permukaan Rp81,1 juta, denda PKB Rp2,4 miliar dan denda BBNKB Rp32 juta.

“Selain Bangka Tengah, kabupaten lain juga memiliki target cukup besar di antaranya Bangka Barat Rp40,07 miliar dan Bangka Selatan Rp35,6 miliar,” pungkasnya. (ran/3).

Related posts