Bateng Targetkan Peletakan Batu Pertama 2018

No comment 121 views


Rencana Pelabuhan Internasional di Berikat
Master Plan Sudah Selesai

KOBA – Keinginan Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) untuk memiliki pelabuhan bertaraf internasional tampaknya bukan sekedar wacana. Pasalnya, pihak pemerintah setempat sudah melakukan persiapan untuk merealisasikan pelabuhan tersebut, seperti pembuatan master plan, pembuatan Amdal yang sampai saat ini dalam proses, bahkan telah menyiapkan lahan seluas 7000 hektar di wilayah Tanjung Berikat Kecamatan Lubuk Besar, Bangka Tengah.

“Wacana kita nek bangun pelabuhan bertaraf internasional di Tanjung Berikat sudah dalam tahap persiapan. Alhamdulillah master plan sudah selesai, kemudian Amdal dalam proses, lahan sudah ada,” ujar Plt Bupati Bangka Tengah, Ibnu Saleh saat dikonfirmasi Rakyat Pos, kemarin.

Untuk lahan seluas 7000 hektar tersebut, kata Ibnu, masuk dalam RTRW Provinsi Babel yang merupakan kawasan Hutan Lindung (HL). Makanya, kata dia, harus ada pengalihan status kawasan hutan yang diurus di Kementerian Kehutanan RI yang selanjutnya dikelola Pemda Bateng.

“Lahan itu masuk RTRW provinsi, usulan Pemkab Bateng seluas 700 hektar, Alhamdulillah dikabulkan 7000 hektar. Proses pengurusan izin kelola ini memang sangat panjang yang dimulai sejak zaman bupati sebelumnya hingga sekarang, mudah-mudahan lancar,” ungkapnya.

Ia mengatakan, rencana pembangunan pelabuhan internasional di Tanjung Berikat sudah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2017. Pemkab Bateng pun menargetkan peletakan batu pertama diperkirakan pada tahun 2018 nanti.
“Wacana bangun pelabuhan internasional di Tanjung Berikat itu memang udah masuk program Jokowi tahun 2017. Target tahun 2018 peletakan batu pertama,” tuturnya.

Ibnu menambahkan, kehadiran pelabuhan internasional tersebut untuk pelabuhan penumpang, barang, dan lainnya. Katanya, pelabuhan internasional Tanjung Berikat lewat Alki 1.

“Jika pelabuhan internasional Tanjung Berikat terwujud, yang saya harapkan pertumbuhan ekonomi kerakyatan tumbuh, karena banyak sektor terkait dalam satu hamparan lahan, ada pelabuhan, akses tranaportasi barang, objek wisata, kuliner, pelaku UMKM, dan lainnya. Dengan begitu, akses Lubuk Besar, Koba dan Bateng umumnya tumbuh pesat. Memang nggak gampang, tapi butuh proses, dan kita sudah memulainya tahap demi tahap hingga tahap pembuatan master plan, Amdal, dan lainnya,” pungkasnya.(ran/3).

 

No Response

Leave a reply "Bateng Targetkan Peletakan Batu Pertama 2018"