Bateng Kelola Bekas Perkantoran Kobatin

  • Whatsapp
Lokasi bekas peleburan timah PT Kobatin yang sempat beberapa waktu lalu di jarah warga. Rencana lahan bekas perkantoran PT Koba Tin di Kelurahan Padang Mulia ini akan dijadikan tempat peleburan timah mini, pelabuhan khusus dan perguruan tinggi oleh pemerintah daerah Bangka Tengah. (foto: M Tamimi)

KOBA – Areal eks perkantoran PT Kobatin seluas 81,8 hektare bakal dikelola pemerintah daerah. Dari 81,8 Ha lahan aset negara tersebut, sebanyak 63,8 Ha di Kelurahan Padang Mulia Kecamatan Koba, dan 18 hektare di wilayah Lubuk Besar.
“Luas lahan bekas perkantoran Koba Tin di Kelurahan Padang Mulia seluas 63,8 hektar berupa tanah berikut bangunan dan Lubuk Besar seluas 18 hektar. Sedangkan yang lainnya ada ribuan hektar jumlahnya termasuk reklamasi dan areal lainnya,” ujar Bupati Ibnu Saleh, Minggu (12/01/2020).
Dikatakannya, pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan Menteri ESDM RI terkait pengelolaan asset dan disetujui pihak menteri tinggal pemerintah daerah membuat pernyataan siap mengelola asset tersebut.
“Kita sudah ketemu Menteri ESDM dan pak menteri menyatakan setuju, tinggal Pemkab Bangka Tengah membuat pernyataan siap mengelola,” ungkapnya.
Diungkapkannya, pemerintah daerah siap menjadikan areal bekas perkantoran Koba Tin di Kelurahan Padang Mulia untuk tempat pabrik peleburan timah, kemudian pelabuhan khusus, perguruan tinggi dan sarana lainnya untuk menunjang perekonomian sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan diwilayah itu.
“Kita sudah siap dengan rencana yang akan dibangun. Diatas lahan ini akan kita bangun pabrik peleburan timah mini, kemudian perguruan tinggi, pelabuhan khusus dan sarana lainnya dalam rangka menunjang perekonomian di daerah sini,” tuturnya.
Terkait sertifikat penyerahan asset Koba Tin, pihaknya menyebutkan sudah memegang sertifikat tersebut dan sekarang masih dalam proses, ada yang digunakan untuk Areal Penggunaan Lainnya (APL) dan ada lagi merupakan hak pakai.
“Secara keseluruhan, asset Koba Tin sudah menjadi milik pemerintah daerah,” tukasnya. (ran/6)

Related posts