Bateng Kekurangan 6000 Ton Pupuk Subsidi

  • Whatsapp

Kebutuhan Pupuk Subsidi 4000 Ton

KOBA – Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) mengalami kekurangan pasokan pupuk bersubsidi sebanyak 6.000 ton pada tahun 2016.

“Kebutuhan pupuk subsidi untuk petani di Bangka Tengah berjumlah 10.000 ton, sementara yang terpenuhi sebanyak 4.000 ton, sehingga terjadi kekurangan pupuk sebanyak 6.000 ton,” ujar Staf Perwakilan Daerah Penjualan (SPDP) dari Petro Kimia Gresik, Ilham Darmawan saat dikonfirmasi wartawan di Koba, Selasa (07/02/2017).

Diungkapkannya, pupuk bersubsidi itu didistribusikan kepada petani melalui tiga distributor dan 49 pengecer yang tersebar di Bangka Tengah. Teknisnya lanjutnya, akan dibagi sesuai dengan zona masing-masing.

“Penyaluran pupuk bersubsidi itu dibagi sesuai dengan zona masing-masing. Dalam penyalurannya, dijamin tepat sasaran karena penyaluran sesuai data yang diterima dari dinas terkait sebagai dasar permintaan pupuk,” ungkapnya.

Ia mengatakan, pupuk bersubsidi hanya disalurkan kepada petani yang tergabung dalam kelompok tani dan terdata di dinas terkait. Pihaknya tidak melayani kelompok tani yang tidak terdata.

“Kami juga menegaskan, tidak terjadi kelangkaan pupuk melainkan kekurangan pasokan dan ini terjadi hampir di seluruh daerah,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Bangka Tengah, Widodo menambahkan, pengajuan kebutuhan pupuk bersubsidi ke Pemprov Babel sesuai dengan kebutuhan yang diajukan Gapoktan.

Untuk pendistribusian, sambung dia, sesuai dengan ajuan data tersebut. “Data jumlah kebutuhan itu sesuai yang kami sampaikan, namun hanya dipenuhi sekitar 20 persen dari kebutuhan yang ada. Makanya, terjadinya kekurangan pupuk dan bukan kelangkaan karena nggak pernah terjadi kelangkaan pupuk,” imbuhnya. (ran/3).

Related posts