Bateng akan Bangun PLTS Berdaya 10 Megawatt

  • Whatsapp

KOBA – Pemkab Bangka Tengah (Bateng) bakal membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 10 Megawatt dalam menyikapi kekurangan listrik di daerah tersebut.

Terbangunnya PLTS itu, kata Plt. Bupati Bateng, Ibnu Saleh, diharapkan bisa menjawab kekurangan listrik yang menjadi keluhan masyarakat selama ini di wilayah itu.

“Memang ada rencana Bangka Tengah akan membangun PLTS di lokasi Eks Tambang PT Koba Tin di Merbuk. Daya listriknya sebesar 10 Megawatt,” ujar Ibnu Saleh saat dikonfirmasi Rakyat Pos, Selasa (07/02/2017).

Dikatakannya, PLTS itu akan dibangun oleh investor dari Malaysia dan Spanyol. Menurutnya, Malaysia menyediakan perusahaan khusus menangani tentang kelistrikan, sedangkan Spanyol berperan dalam penyediaan alat-alat untuk pembangunan PLTS tersebut.

“Perusahaan yang digunakan adalah milik Malaysia, kemudian alat-alatnya didatangkan dari Spanyol,” ungkapnya.

Ia mengungkapkan, rencana pembangunan PLTS itu dalam tahapan proses perizinan pelimpahan lahan PT Koba Tin kepada Pemerintah Daerah Bangka Tengah. Terkait join PLTS itu nantinya bersistem sewa, maksudnya Pemkab Bateng menyiapkan lahan seluas 21 hektar sampai masa 25 tahun kedepan.

“Tahapan pembangunan PLTS hingga saat ini, sudah sampai pada proses pengajuan izin yang disampaikan Pemkab Bateng kepada PT Koba Tin, kemudian diteruskan ke Kementerian ESDM. Bila sudah oke, maka pihak ESDM akan melimpahkan lahan itu ke pemerintah kita, sehingga lahannya milik Bangka Tengah. Setelah masa sewa berakhir selama 25 tahun, maka akan dilakukan peremajaan,” tuturnya.

Ia menambahkan, daya 10 Megawatt PLTS itu diharapkan untuk menyuplai kekurangan listrik di Bangka Tengah. Untuk anggarannya, lanjut dia, diperkirakan mencapai ratusan milyar.

“Daya itu khusus menyuplay kekurangan listrik di Kabupaten Bateng supaya tercukupi. Dengan kebutuhan listrik yang ada, maka pemerintah bisa membangun fasilitas dan industri. Susahnya investor masuk ke Bateng selama ini, salah satunya karena kekurangan listrik menjadi alasan,” tukasnya. (ran/3).

Related posts