Batas Atas Turun, Tiket Pesawat Masih Mahal

  • Whatsapp

Gubernur Tunggu Realisasi dari Maskapai

Pangkalpinang – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Erzaldi Rosman menegaskan, pihaknya menunggu realisasi penurunan tiket pesawat yang diberlakukan oleh masing-masing maskapai penerbangan untuk semua rute yang menerbangi Provinsi Babel.
Ia menyebutkan, pemerintah memang telah mengeluarkan kebijakan melalui Kementerian Perhubungan dengan menetapkan Tarif Batas Atas (TBA) Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri berdasarkan keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 106 Tahun 2019. Sehingga diharapkan harga tiket pesawat di Babel pun ikut turun.
“Kita tunggu saja, katanya penurunan tarif untuk rute-rute gemuk, pesawat jet, tetapi kita berharap ada penyesuaian harga untuk rute Pangkalpinang-Jakarta, Tanjung Pandan dan kota lainnya,” kata Erzaldi, belum lama ini.
TBA yang ditetapkan Kemenhub ini, mulai diberlakukan pada akhir pekan lalu, 18 Mei 2019. Dari keputusan tersebut, tarif tiket pesawat terbagi dalam tiga jenis, disesuaikan dengan jenis pesawat. Yakni jenis pesawat propeller kurang dari 30 seat, pesawat propeller lebih dari 30 seat dan pesawat jet.
Namun, meski KM 106 Tahun 2019 itu telah berlaku, kenyataannya tiket pesawat masih juga mahal. Bahkan ada maskapai diduga sengaja melanggar tarif batas atas yang telah ditetapkan Kemenhub untuk rute penerbangan ke Babel.
Seperti rute penerbangan Bandara Soekarno Hatta Jakarta-Depati Amir Pangkalpinang atau sebaliknya yang ditetapkan TBA sebesar Rp983.000 dengan Tarif Batas Bawah (TBB) hanya Rp344.000, tetapi dalam situs travel online malah ada yang memasang harga diatas Rp1 juta. Demikian juga TBA untuk rute Soekarno Hatta Jakarta-Tanjungpandan yakni Rp810.000 dengan TBB Rp284.000, dalam kenyataannya dipatok dengan harga lebih tinggi.
Kepala Dinas Perhubungan Babel, KA Tajuddin, mengatakan, penurunan tarif ini sebenarnya harus disesuaikan oleh masing-masing maskapai rata-rata 15 persen. Sebab dalam keputusan tersebut penurunan TBA telah ditetapkan 12-16 persen dibandingkan tarif batas sebelumnya.
Ia tak menampik, meskipun maskapai sudah menurunkan harga tiket, namun banyak masyarakat yang menilai tarif tersebut masih tinggi. Hal ini kata Tajuddin dikarenakan, saat ini memang permintaan meningkat sehingga maskapai menerapkan harga yang hampir berada di tarif batas atas, sehingga tidak terlihat penurunan, tetapi sebetulnya sudah ada penyesuaian.
“Momentum sekarang lagi high season, mungkin tidak terasa penurunannya. Dianggap masih tinggi karena high season. Nanti mungkin terasa signifikansi penurunannya ketika permintaan tidak tinggi seperti jelang mudik ini,” ujar Tajuddin.
Ia menilai, tarif batas atas yang terbentuk ini merupakan hasil perhitungan tim yang didalamnya termasuk biaya operasional, bahan bakar, jasa bandara, sumber daya manusianya.
“Masukan masyarakat dalam penentuan harga juga menjadi bahan pertimbangan penentuan tarif,” imbuhnya.
Dalam pemberlakuan penerapan TBA ini, apabila ada maskapai tidak mengikuti ketentuan tarif batas atas maka akan diberikan sanksi langsung oleh kementerian perhubungan.
Dengan adanya pemberlakukan tarif yang baru ini, ia berharap untuk rute-rute yang berhubungan dengan Bangka Belitung, dapat disesuaikan, dan pihaknya akan memonitoring harga tiket yang berlaku setelah adanya kebijakan penurunan tarif batas atas.
“Masyarakat juga tolong sama-sama monitoring kalau ada airlines yang menjual dengan harga yang lebih tinggi dari yang ditentukan seharusnya maka dilaporkan kepada kita,” pintanya.
Tajuddin menilai, keputusan penurunan TBA ini sangat baik, karena ini memang seperti yang diharapkan oleh banyak pihak, termasuk usulan Pemprov Babel sejak Januari lalu sudah meminta agar TBA diturunkan, namun kebijakan yang diambil pada awalnya adalah menaikkan tarif batas bawah. Setelah kembali berdiskusi dan mempertimbangkan, akhirnya pemerintah pusat menurunkan tarif batas atas.
“Kebijakan ini sangat kita syukuri dan ini membantu masyarakat,” tandasnya.
Untuk diketahui, tarif jarak penumpang pelayanan kelas ekonomi angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri (pesawat propeller kurang dari 30 seat), untuk rute Jakarta-Pangkalpinang Batas Atasnya sebesar Rp3.032.000 dan batas bawah Rp1.061.000. Sedangkan Jakarta-Tanjungpandan Batas Atasnya sebesar Rp2.552.000 dan batas bawah Rp893.000;
Rute Pangkalpinang-Tanjung Pandan Batas Atasnya sebesar Rp1.296.000 dan batas bawah Rp454.000; Pangkalpinang-Tanjung Pinang Batas Atasnya sebesar Rp 2.105.000 dan batas bawah Rp 737.000
Sementara itu, untuk tarif pesawat propeller lebih dari 30 seat tujuan Jakarta-Pangkalpinang Batas Atasnya sebesar Rp1.481.000 dan batas bawah Rp518.000; Jakarta-Tanjungpandan Batas Atasnya sebesar Rp1.264.000 dan batas bawah Rp442.000; Jakarta-Pangkalpinang via Halim Batas Atasnya sebesar Rp1.366.000 dan batas bawah Rp478.000; Jakarta-Tanjungpandan Via Halim Batas Atasnya sebesar Rp2.547.000 dan batas bawah Rp891.000; Pangkalpinang-Tanjung Pandan Batas Atasnya sebesar Rp680.000 dan batas bawah Rp238.000; Pangkalpinang-Tanjung Pinang Batas Atasnya sebesar Rp1.111.000 dan batas bawah Rp389.000
Untuk tarif jarak penumpang pelayanan kelas ekonomi angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri (pesawat jet) Jakarta-Pangkalpinang Batas Atasnya sebesar Rp983.000 dan batas bawah Rp344.000; Jakarta-Tanjungpandan Batas Atasnya sebesar Rp810.000 dan batas bawah p 284.000;
Pangkalpinang-Tanjung Pandan Batas Atasnya sebesar Rp445.000 dan batas bawah Rp156.000; Pangkalpinang-Tanjung Pinang Batas Atasnya sebesar Rp685.000 dan batas bawah Rp240.000. (nov/6)

Related posts