Basri Karim, Mantan Dewan Bateng Wafat

  • Whatsapp

KOBA – Mantan Anggota DPRD Bangka Tengah (Bateng) Periode 2004-2009 almarhum H. Basri Karim wafat dalam usia 72 tahun.

Kakak Mantan Walikota Pangkalpinang Zulkarnain Karim tersebut, meninggal pada Selasa malam pukul 19.00 WIB di RS Bakti Timah Pangkalpinang karena sakit.

Keluarga Almarhum Yuliyanto Satin saat dikonfirmasi membenarkan almarhum Basri Karim telah berpulang. Menurutnya, almarhum merupakan mantan Anggota DPRD Bangka Tengah periode 2004-2009 dari Partai PAN sekaligus mantan pentolan Prisidium Pembentukan Kabupaten Bangka Tengah.

“Atas nama Pemkab Bangka Tengah dan elemen masyarakat Bangka Tengah merasa kehilangan atas kepergian almarhum. Seain mantan anggota dewan, almarhum juga pentolan prisidium pembentukan Bangka Tengah,” ujar Yuliyanto, Rabu (21/08/2019).

Dikatakan Wakil Bupati Bateng ini almarhum adalah pendiri PAN Tahun 1999 dan pernah menjabat Wakil Ketua DPRD Bateng dari Fraksi PAN.

“Almarhum selain sosok sebagai kakak bagi saya, dia pula jadi sahabat bagi saya dalam berdiskusi tentang politik. Di mata saya, almarhum merupakan sosok politisi yang tegas dalam bersikap. Bagi almarhum, hanya ada hitam dan putih dalam politik. Terakhir setelah lebaran Idul Adha saya berkomunikasi,” kata Politisi Demokrat itu.

Almarhum Pejuang PAN Babel

Sementara itu, riwayat hidup almarhum Basri Karim cukup banyak kiprahnya dalam pembangunan khususnya di tubuh Partai Amanat Nasional (PAN) Bangka Belitung.

Menurut Ketua DPW PAN Babel Patrianusa Sjahrun bahwa almarhum Basri Karim merupakan pejuang pembentukan PAN di Bangka Belitung sejak tahun 1999 hingga 2019.

“Dulu almarhum kerja di Koba Tin, kemudian jabat Ketua DPD PAN Bateng, dilanjutkan Ketua DPW PAN dan terakhir mengabdi sebagai Pengurus MPP PAN Babel,” ujar Patrianusa kepada Rakyat Pos, Rabu (21/08/2019).

Selain pendiri PAN Babel, almarhum juga menjabat Wakil Ketua DPRD Bateng periode 2004-2009. Almarhum terkenal dengan sikap tegas dalam menjalankan fungsi pengawasan dan bersikap.

“Bila ada kesalahan dalam pemerintahan, almarhum tidak segan-segan mengekritisi pemerintah demi perbaikan yang lebih baik,” ungkapnya.

Mantan Wabup Bateng tersebut belajar banyak dengan almarhum dalam hal berpolitik dan bersikap.
“Almarhum merupakan guru saya dalam belajar, maka dari itu kami atas nama DPW PAN Babel merasa kehilangan atas berpulangnya almarhum,” tuturnya.

Terakhir ia berkomunikasi pas lebaran Idul Adha 1441 H dengan almarhum. “Riwayat almarhum memang sudah lama menderita sakit hampir sama dengan adiknya Zulkarnain Karim yakni menderita
sakit jantung, ginjal, dan gula darah,” tukasnya. (ran/3).

Related posts