Basel Terima Hibah Kapal Bawana Nusantara 108

  • Whatsapp

TOBOALI- Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan (Basel) menerima hibah satu unit Kapal Bawana Nusantara 108 dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Hubla) Kementerian Perhubungan RI, Kamis (18/7/2019).

Penyerahan hibah tersebut dilakukan langsung oleh Dirjen Hubla, R Agus H Purnomo kepada Bupati Basel Justiar Noer didampingi Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perhubungan, Achmad Ansyori di Gedung Kementrian Perhubungan RI.

Hibah kapal ini, berdasarkan SK Dirjen Perhubungan Laut R Agus H Purnomo Nomor KP 526/DJPL/2019 tentang Pelaksanaan Hibah Barang Milik Negara pada Ditjen Hubla kepada pemerintah provinsi, kota dan kabupaten.

Kapal Bawana Nusantara 108 senilai Rp 2.353.576.194,00 berkapasitas 35 GT ini mampu menampung penumpang sebanyak 24 orang. Selain itu, kapal juga dapat memuat barang seberat 10 ton, llima orang awak kapal dengan kecepatan 9 knot.

Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perhubungan Basel, Achmad Ansori mengatakan bantuan kapal jenis penumpang dan barang tersebut diharapkan mampu memperlancar akses transportasi laut antar pulau-pulau kecil.

“Alhamdulillah, hari ini kita menerima bantuan hibah satu unit Kapal Bawana Nusantara 108 dari Ditjen Hubla RI. Tentunya, kapal ini akan segera bergeser ke Basel dan berlayar dari Banyuwangi tempat pembuatannya,” jelas Ansyori kepada wartawan.

 

Sebelum penandatanganan hibah, Dirjen Hubla RI memimpin rapat koordinasi mobilisasi hibah kapal pelayaran rakyat tahun 2018. Ansyori mengungkapkan rencananya operasional Kapal Bawana Nusantara antar wilayah kepulauan yakni Kecamatan Kepulauan Pongok dan Kecamatan Lepar.

Sementara itu, Dirjen Hubla, R Agus H Purnomo mengatakan hibah kapal yang diberikan kepada pemda yang dinilai mampu untuk mengoperasikan dan memanfaatkan bantuan hibah.

“Saya berharap pemda penerima hibah dapat mengoperasikan, memanfaatkan dan merawat kapal ini sebagai aset sarana angkutan untuk kepentingan masyarakat serta menunjang konektivitas dalam program tol laut,” jelas Agus.

Dilansir di websites hubla.dephub.go.id Menhub RI Budi Karya menyebutkan, dalam membangun kapal pelayaran rakyat, agar tetap menjalankan budaya kearifan lokal karena hal tersebu adalah peninggalan nenek moyang Indonesia.

Contohnya adalah tetap mempertahankan kayu sebagai bahan pembuatan kapal pelayaran rakyat ataupun menggantikannya dengan bambu.(raw/3)

Related posts