by

Basel Telah Terbitkan 700 Kartu Identitas Anak

KIA Resmi Diluncurkan

TOBOALI – Peluncuran Kartu Identitas Anak (KIA) untuk anak-anak yang masih berumur 17 tahun ke bawah secara simbolis dilakukan oleh Bupati Bangka Selatan (Basel) Justiar Noer di Hotel Grand Marina Toboali bersamaan dengan kegiatan Forum Anak Tingkat Kabupaten Tahun 2019 beberapa waktu lalu. Sebelumya, sosialisasi KIA ini telah dicanangkan dan sudah berjalan sejak awal tahun 2019.
Plt. Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kab. Basel Benny Supratama mengapresiasi atas peluncuran KIA tersebut. Dikatakan dia, penerbitan KIA ini, sudah diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 2 tahun 2016 tentang Kartu Identitas Anak.
KIA merupakan Identitas resmi anak sebagai bukti diri anak yang berusia kurang dari 17 tahun dan belum menikah yang nantinya diterbitkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Basel.
Dimana, dijelaskan Benny, KIA ini bertujuan untuk meningkatkan pendataan, perlindungan dan pelayanan publik serta sebagai upaya memberikan perlindungan dan pemenuhan hak konstitusional warga Negara Indonesia.
“Dalam Penerbitan KIA tidak perlu dilakukan perekaman data kependudukan sebagaimana penerbitan KTP Elektronik, namun setelah memasuki usia 17 tahun harus mengikuti perekaman guna diterbitkanya KTP Elektronik pengganti KIA. Kartu Identitas Anak (KIA) berisikan nama, alamat, nama orang tua, nomor kartu penduduk, dan sejumlah identitas diri lainnya,” terangnya, Senin (11/03/2019).
Dilanjutkan Benny, batasan usia terakhir terhadap kepemilikan KIA ini adalah 17 tahun kurang 1 hari, karena berkaitan dengan batas usia kepemilikan KTP, yaitu 17 tahun. Sementara, pemberlakuan KIA ini sendiri dibagi dua jenis. Antara lain diatur untuk 0-5 Tahun tanpa foto, dan setelah berumur 5-17 tahun kurang 1 hari diterbitkan lagi dengan menampilkan foto pemilik KIA. Apabila setelah berumur 17 tahun akan diganti dan diterbitkan KTP Elektronik.
“Bagi yang memiliki anak atau cucu usia 0-17 tahun kurang satu hari, untuk segera mengurus KIA dengan Persyaratan Foto Copy KK, Foto Copy Akte Kelahiran Anak, Foto Copy EKTP Suami+ Isteri, Foto Copy Akte Nikah, Foto Anak (untuk usia 5-17 tahun kurang 1 hari), dan apabila persyaratan sudah lengkap langsung dibawa ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kab. Basel untuk diterbitkan KIA,” imbaunya.
Dia mengatakan hingga saat ini pihaknya (Pemkab) telah menerbitkan sebanyak kurang lebih 700 KIA sejak januari 2019 dan akan terus berupaya untuk meningkatkan kepemilikan KIA di Bangka Selatan baik melalui pelayanan di dinas dukcapil maupun pembuatan secara kolektif melalui sekolah yang ada di kabupaten Bangka Selatan khususnya anak anak TK/ PAUD dan Sekolah Dasar.
Benny menjelaskan, pelaksanaan Program Penerbitan KIA sebagai bentuk pemenuhan kewajiban kepemilikan dokumen identitas bagi setiap penduduk, termasuk penduduk yang berusia kurang dari 17 tahun. “Penerbitan KIA ini dimaksudkan sebagai bentuk pengakuan Negara bagi semua warga bangsanya, karena KIA merupakan salah satu dokumen Negara yang diberikan kepada anak, untuk menjaga agar anak terlindungi hak-hak mereka sebagai anak,” katanya.
Selain itu, lanjut dia, Penerbitan KIA dimaksud merupakan perwujudan kehadiran negara dalam peningkatkan kualitas publik, karena KIA yang akan dimiliki oleh setiap anak Indonesia disamping akan menjadi tanda pengenal atau bukti diri yang sah bagi anak, terutama juga akan menjadikan anak dapat melakukan pelayanan publik secara mandiri dan memenuhi kebutuhan dirinya dengan mudah, cepat dan murah, antara lain dalam kegiatan pendidikan, kesehatan maupun kegiatan sosial lainnya.
“Manfaat KIA diantaranya sebagai tanda pengenal atau bukti diri yang sah, untuk persyaratan pendaftaran sekolah di suatu Kabupaten/Kota, untuk melakukan transaksi keuangan di dunia perbankan dan PT Pos Indonesia, untuk pelayanan kesehatan di Puskesmas dan/atau di Rumah Sakit, untuk pembuatan dokumen keimigrasian, untuk mengurus klaim santunan kematian bagi pemegang KIA yang masih berlaku, untuk mencegah terjadinya perdagangan anak, dan untuk berbagai keperluan lain yang membutuhkan bukti diri berupa identitas bagi anak yang berdomisili di Kabupaten/Kota,” pungkas Benny. (raw/1)

Comment

BERITA TERBARU