Basel Raih Piala Wahana Tata Nugraha

  • Whatsapp
Bupati Basel menyerahkan Piala WTN kepada Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perhubungan Basel.(foto: raw).

Kategori Lalin 2016, dari Menhub
Masyarakat Punyai Peran Ganda

TOBOALI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Selatan (Basel) melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perhubungan Kabupaten Basel, akhirnya berhasil meraih penghargaan berupa Piala Wahana Tata Nugraha (WTN) kategori Lalu Lintas (lalin) tahun 2016, dari Menteri Perhubungan (Menhub) Republik Indonesia.

Usai menerima dari Menteri Perhubungan RI, Bupati Basel Justiar Noer secara resmi menyerahkan penghargaan WTN kategori Lalu Lintas tahun 2016 ke Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perhubungan Kabupaten Basel, Sabtu, (4/2/2017) siang.

Penyerahan dilakukan langsung Bupati Basel kepada Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perhubungan Kabupaten Basel, Anshori, di Balai Daerah Pemkab Basel.

Acara ini dihadiri Wakil Bupati Basel, Riza Hedavid, Sekretaris Daerah Suwandi Aks, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Basel, Ekawati Justiar, dan Unsur Forkopimda serta unsur Pejabat Pemkab.

Piala WTN kategori lalu lintas ini, adalah piala pertama kali diraih Basel yang tahun-tahun sebelumnya hanya menerima sertifikat saja.

Penghargaan WTN merupakan kegiatan pemberian penghargaan atas kemampuan daerah dan peran serta masyarakat dalam meningkatkan kinerja operasional sistem transportasi perkotaan, dalam rangka pembinaan Pemkab terhadap penyelerenggaraan kinerja sistem transportasi perkotaan, sehingga tercipta sistem lalu lintas dan angkutan kota yang tertib, lancar, selamat, aman, efisien berkelanjutan dan menjamin ekuitas hak pengguna jalan.

“Kata kunci yang menjadi pegangan kita adalah pembinaan dan peran serta kinerja sistem transportasi,” ucap Bupati Basel, saat membuka acara di hadapan tamu undangan.
Prestasi yang dicapai, lanjutnya, haruslah didukung oleh banyak faktor, salah satunya peran serta dan dukungan masyarakat dalam penyelerenggaraan transportasi. “Masyarakat mempunyai peran ganda, baik sebagai obyek yang ikut diatur juga berperan sebagai subyek yang ikut menjaga ketertiban lalu lintas,” imbuhnya.

“Dalam penilaian ini, selain dari aspek manajemen atau pengaturan lalu lintas, misalnya yang pertama, ketersediaan dan kondisi fasilitas pengujian kendaraan bermotor,” tutupnya. (erokfo/raw/3).

Related posts