Basel Raih Nilai Terbaik Capaian MCP KPK RI

  • Whatsapp
Bupati Bangka Selatan Justiar Noer bersama Tim dari KPK RI. Pemkab Bangka Selatan berhasil memperoleh nilai tertinggi Progres Capaian MCP dari kabupaten/kota lainnya di Babel, berdasarkan data KPK RI periode 12 Maret 2019.(foto: dedi).

 

Dari Kabupaten/Kota di Bangka Belitung

TOBOALI – Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan (Basel) memperoleh nilai tertinggi Progres Capaian Monitoring Center for Prevention (MCP) dari kabupaten/kota lainnya di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), berdasarkan data KPK RI periode 12 Maret 2019 dengan capaian progres MCP sebesar 64 %.

Hal tersebut, disampaikan oleh Plt. Kepala Inspektorat Basel, PD Marpaung kepada wartawan Jum’at (29/3/19). “Capaian progres MCP Kita periode 12 maret 2019 sebagaimana yang disampaikan oleh KPK RI berada pada posisi kedua setelah Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan progres MCP sebesar 67%. Dengan demikian, Kabupaten Bangka Selatan berada pada peringkat pertama untuk kabupaten/kota Se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,” ungkapnya.

Meski begitu, menurutnya, masih ada hal yang sangat menjadi perhatian yaitu Kapabilitas Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP) yang masih sangat rendah dengan capaian perolehan nilai sebesar 35% jika dibandingkan dengan capaian skor Optimalisasi Pendapatan Daerah yang mencapai 83% .

“Peningkatan Kapabilitas APIP ini juga sudah menjadi perhatian dan komitmen Bupati dan Sekretaris Daerah dengan Renaksi 2019 berupa dukungan secara bertahap terhadap kecukupan anggaran dan kecukupan jumlah fungsional pengawas serta mendorong peningkatan kapabilitas APIP dan Maturitas SPIP menuju Level 3,” katanya.

Terkait Kedatangan Tim Kopsurgah KPK RI ke Pemkab Basel pada Kamis (28/3/2019) yang merupakan jadwal tindak lanjut hasil Monitoring dan Evaluasi Rencana Aksi Program Pemberantasan Korupsi Terintegrasi di Pemkab Basel.

Lanjutnya, ada 8 Area yang menjadi perhatian KPK RI yakni Perencanaan dan Penganggaran APBD, Pengadaan Barang/Jasa, Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Kapabilitas APIP, Manajemen ASN, Tata Kelola Dana Desa, Optimalisasi Pendapat Daerah dan Manajemen Aset Daerah dengan sasaran 7 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) salah satunya adalah Inspektorat.

“Secara khusus, selain Peningkatan Kapabilitas APIP yang merupakan bagian dari tugas dan fungsi Inspektorat, peningkatan Maturitas SPIP Pemkab Basel juga membutuhkan proses yang tidak ringan. Selain sumberdaya tentunya, Komitmen dari seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah merupakan aspek daya dukung yang utama terhadap capaian peningkatan Maturitas SPIP,” tegasnya.

Ia mengucapkan terima kasih kepada Tim Korsupgah KPK RI yang telah melakukan Monev atas Renaksi 2018 serta membantu proses penyusunan Renaksi Pencegahan Korupsi Terintegrasi Kabupaten Bangka Selatan Tahun 2019, dan begitu juga dengan BPKP yang saat ini, sedang dan akan terus melaksanakan pendampingan teknis pemenuhan Kapabilitas APIP guna pencapaian Level 3. (raw/3)

Related posts