Basel Miliki Lahan Sawah Terluas di Babel

No comment 299 views

Wakil Bupati, Dandim, Kapolres Belitung Timur, Kepala Distan Provinsi Babel serentak menanam Padi di Areal Cetak Sawah Danau Nujau Kecamatan Gantung Kabupaten Belitung Timur.(foto: yan).

Generasi Muda Jangan Malu Bekerja

GANTUNG – Komando Distrik Militer (Kodim) 0414/Belitung bersama Pemerintah Kabupaten Belitung Timur (Beltim) dan Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melaksanakan kegiatan Tanam Padi Bersama.

Kegiatan yang dilaksanakan di Areal Cetak Sawah Danau Nujau Kecamatan Gantung Kabupaten Beltim tersebut, dalam rangka peningkatan produktivitas pangan padi.

Hadir dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Belitung Timur Burhanudin, Dandim 0414/Belitung Letkol Kav Eko Saptono, Kapolres Beltim AKBP Erwin Siboro, S.Ik, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Bangka Belitung Tony Batubara, Kepala Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BBP2TP) selaku Penanggungjawab Upsus Pajale Bangka Belitung Harris Syahbuddin, Kepala BPTP Balitbangtan Bangka Belitung Wahyu Wibawa, Kajari Manggar Widagdo, seluruh penyuluh pertanian se Beltim dan para petani.

Kepala Dinas Pertanian Bangka Belitung Tony Batubara mengatakan, gerakan tanam bersama ini, dalam rangka mensukseskan program ketahanan pangan, khususnya guna mendukung kegiatan tanam padi di Belitung Timur.

Lebih lanjut Tony menjelaskan, awalnya pada 17 tahun yang lalu di Beltim telah dicetak sawah seluas 10 ribu Ha di danau ninjau dan Danau Meranti Desa Selingsing yang merupakan cikal bakal sawah di Beltim.

Karenanya, kata Tony, diharapkan ke depan Belitung Timur dapat menjadi sentra padi di Babel, karena setelah Bangka Selatan , Belitung Timur memiliki lahan sawah terluas di Babel.

Dalam hal ini, Dinas Pertanian Babel sangat konsen dan ingin membantu membangun pertanian di Belitung Timur.

Diketahui, urai dia, pada 2017 di Belitung Timur sudah dicetak lahan sawah seluas 326 Ha dan telah mencapai 100 persen. Sehingga sawah yang sudah dicetak dibantu pihak TNI dapat dimaksimalkan.

Sedangkan untuk Babel baru dapat memproduksi beras sekitar 18 persen atau 36 ribu Ton gabah kering giling dengan target tahun 2017 sebesar 39 ribu Ton gabah kering giling.

Untuk itu, diharapkan para petani dibantu para penyuluh dapat dengan serius guna mencapai target tersebut.

Ia juga berpesan, agar para petani dapat lebih serius dan bagi para penyuluh dapat lebih berbuat dalam memberikan bimbingan dan motivasi kepada para petani. Apabila ada kendala untuk Dinas Pertanian Prov. Kep. Babel siap membantu.

“Kedepan kita punya target, atas dukungan TNI angkatan Darat kita terus melakukan pencetakan sawah. Jadi, luas lahan kita tambah terus tetapi tujuan kita bukan hanya luas lahan saja, intensifikasi juga harus dilakukan. Kalau padinya satu tahun satu kali panen, kedepan bisa dua kali. Maka dari itu, perlu dukungan, seperti apa yang dikatakan pak Wakil Bupati. Beberapa pihak terkait, ayo kita sama-sama,” ajak Tony saat menghadiri acara Tanam Bersama di Danau Nujau Gantung, Rabu (6/12/2017).

“Kita tidak lepas dari irigasi, kita minta agar kedepan itu PU kalau membuat irigasi koordinasi ke Dinas Pertania biar yang dialiri itu sawah. Fungsi irigasi itu bukan hanya mengairi, tapi kalau banjir juga bisa membuang, jadi tepatnya tatakelola air,” tandasnya.

Kemudian kata Tony, intinya kedepan diinginkan paling tidak lima tahun kedepan dimasa Gubernur sekarang, lebih kurang 40 hingga 50 persen kebutuhan Babel, tapi dengan syarat itu tadi, irigasi terpenuhi, petani juga semanga.

Selanjutnya, Pada tahun 2018 Babel melalui Dinas pertanian merencanakan untuk Beltim akan disediakan lahan dari pemerintah pusat untuk perkebunan kopi seluas 15 Ha dan hal ini sudah disampaikan ke DPRD Babel.

Sementara itu, dilokasi yang sama, Dandim 0414/Belitung Letkol Kav Eko Saptono mengatakan, Ketahanan pangan sangat perlu, karena kedepan sumber pangan semakin menipis. Dalam hal ini pemerintah melalui Dinas pertanian telah siap membantu dan membimbing dalam mewujudkan dibidang pertanian.

Dandim berharap generasi muda jangan malu untuk bekerja di bidang pertanian karena untuk saat ini dari pemerintah sudah mempunyai ada program mengasuransikan tanaman petani.

Diharapkan program gerakan tanam bersama ini dapat memotivasi kita semua untuk mengiatkan dan memajukan bidang pertanian guna mendukung program pemerintah menuju swasembada pangan.

“Generasi muda itu kan pengganti kita-kita, yang masih peduli dengan momentum ketahanan pangan ini. Jika kedepan ini kita tidak didik, tidak dibina untuk mengerti tentang ketahanan pangan. Apalagi Kita kedepan akan menjadi bangsa konsumtif, yang asal ada uang kita bisa beli, ada uang seberapapun banyak, tapi kalau pangan langka, pasti jadi kebutuhan,” jelas Eko Saptono.

Ia melihat generasi-gnerasi muda ini ada potensi, mungkin kurang dibina saja. “Akan kita beri motivasi. Saya yakin kalau dengan motivasi kemudian kita bina akan bisa. Toh, banyak juga pemuda yang punya semangat punya motivasi untuk berbuat, contohnya menjadi petani, banyak juga yang berhasil. Mari kita dorong pemuda yang ada diwilayah Belitung ini. Saya juga mengajak rekan-rekan saya dari Polri nanti kita bina, khususnya pemuda,” terang Eko.

“Kalau perlu kita binanya disini, kalau ditindak secara fisik ya mereka akan trauma, tetapi ya ayok kita coba nanam pedi. Bagaimana rasanya menanam padi.” Tambahnya

Dandim juga berpesan, dengan cetak sawah yang ada ini, dioptimalkan. Tanah yang sudah diolah ini gimana supaya meningkat, apakah irigasinya, apakah tekniknya, tehnologinya, apakah SDMnya masih kurang atau perlu dibina. Itu yang perlu kita koreksi, sehingga apa yang kita cetak ini tidak bermasalah. Pada intinya, TNI Polri siap membantu program ketahanan pangan,” ujarnya.

Perlu Koordinasi & Sinergi antar Stakeholder

Kepala Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BBP2TP) selaku Penanggungjawab Upsus Pajale Provinsi Babel, Harris Syahbuddin, pada kesempatan yang sama menyampaikan terima kasih kepada para penyuluh dan petani serta peran serta TNI yang sudah ikut mewujudkan swasembada pangan sejak 2016.

Terkait kecukupan pangan di Babel, diakuinya, baru terpenuhi 18 persen dan selebihnya didatangkan dari luar. Adapun untuk padi yang didatangkan dari luar sebesar 100 ribu Ton. Dalam hal ini, kata dia, perputaran bisnis beras di Babel sebesar 800 milyar yang didatangkan dari daerah lain.

Sementara itu, Wakil Bupati Belitung Timur Burhanudin mengatakan, untuk saat ini, timah tidak lagi dapat menjamin untuk penghidupan, sehingga perlu di mulai dengan bidang pertanian.

Dalam menyingkapi dan mendukung program pertanian ini, kata dia, perlunya koordinasi ataupun sinergi yang baik antar stakeholder.

“Dari program gerakan nanam padi ini, kita mengajak masyarakat untuk sadar bahwa kita butuh padi. Selama ini kan pasokan beras kita kurang. Artinya, dengan program pemerintah seperti ini, kita berharap masyarakat sadar,” ungkap Burhanudin.

Kapolrea Beltim, AKBP Erwin Siboro yang juga hdiri pada kegiatan tersebut menegaskan, pihaknya siap mengkawal kegiatan ini.

“Dari segi pembinaan remaja kita arahkan ke segi positifnya, kita mengacu pada masa depan. Sekarang di zaman semakin maju ini, mulai dari babinkamtibmas, kepolisian, masyarakat, bahwa itu perlu pembinaan, agar terselesaikan permasalahan di masyarakat. Kita ajak tokoh pemuda tokoh adat tokoh masyarakat. Dengan adanya sinergitas tiga pilar itu, penyelesaikan permasalahan itu dapat teratasi,” tutuo Erwin.(yan/3).

No Response

Leave a reply "Basel Miliki Lahan Sawah Terluas di Babel"