Basel Command Center Segera Dioperasikan

  • Whatsapp

Agustus, untuk Konten Pelayanan Masyarakat

TOBOALI – Bangka Selatan Command Center (BCC) milik Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kabupaten Bangka Selatan (Basel) rencananya akan segera dioperasikan. Pengaktifan BCC ini guna mendukung Kabupaten Bangka Selatan (Basel) menuju daerah Smart City.

“Rencananya pada Agustus ini beberapa konten yang sifatnya informasi pelayanan masyarakat sudah mulai kita operasikan,” kata Kepala Diskominfo Kabupaten Basel, Achmad Ansori kepada wartawan, Rabu (26/6/2019).

Menurut dia, saat ini pihaknya sedang memenuhi kebutuhan peralatan untuk mendukung kelancaran pengoperasian BCC. Sejauh ini, baru sekitar 90 persen sarana dan prasarana yang sudah terpenuhi.

“Untuk BCC ini kami sedang melakukan pemenuhan perlengkapannya, salah satu merubah ruang pusat data yang belum sesuai standar, tapi saat ini sudah kita lengkapi menjadi standar,” katanya.

Ansori menjelaskan BCC adalah merupakan fasilitas informasi yang dirancang untuk menampilkan data dari berbagai sumber secara simultan sehingga mempermudah akses dan pengolahan data, khususnya semua data dari SKPD.

“Basel Command Center ini merupakan pusat informasi dan seluruh informasi Bangka Selatan akan terpusat di sini, sehingga mempermudah stakeholder untuk mengakses data yang di perlukan dari pemerintah daerah,” katanya.

Selain itu, dia mengatakan salah satu fungsi terpenting BCC adalah untuk menampilkan semua data dari setiap SKPD secara real time dan simultan sehingga kepala daerah mampu mengetahui kondisi daerah sehingga dapat mengambil satu keputusan yang tepat dan cepat.

Sebagai langkah untuk mendukung optimalnya pengoperasian BCC tersebut, Diskominfo berencana akan mengajukan penggantian jaringan Lokal Area Network (LAN) yang rentan terkena petir menjadi fiber optik (FO).

“Jika disetujui oleh dewan di APBD perubahan ini kami ingin mengajukan perubahan jaringan untuk pengoperasian Basel Command Center yang menggunakan jaringan LAN diganti dengan fiber optik,” katanya.

Dia mengatakan jika menggunakan FO disetujui DPRD, 16 unit tower yang digunakan saat ini akan dipindahkan ke lokasi yang membutuhkan peningkatan jaringan, baik itu di kecamatan, puskesmas maupun sekolah. (raw/10)

Related posts