Bapak dan Anak Terkubur Hidup-hidup

  • Whatsapp
TAMBANG MAUT – Di lokasi tambang Jongkong 12, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah inilah, korban Sugeng dan Adi anaknya terkubur hidup-hidup akhir pekan kemarin. Di tambang maut dan ilegal ini, kedua korban tertimpa tanah karena tanah pijakan mendadak longsor. Akibatnya, Sugeng dan anaknya yang dalam gendongan ikut terseret tanah longsor, tertimbun dan ditemukan tewas. (Foto: IST/Tamimi)

Jatuh Dalam Lobang Camui
Tewas Tertimpa Longsoran Tanah

KOBA – Nasib tragis menimpa bapak dan anak dalam kecelakaan kerja maut pada Sabtu (08/07) pekan kemarin. Korban bernama Sugeng Priyanto (38) dan anaknya Adi (2) tewas tertimbun longsoran tanah TI.
Sebelumnya kedua korban terjatuh dan terseret hingga ketimpa tanah longsor di lokasi TI rajuk milik korban di wilayah Jongkong 12 Kecamatan Koba, Bangka Tengah.
Sejak kejadian tanah longsor sekitar pukul 16.00 WIB itu, korban baru ditemukan pada pukul 17.00 WIB atau selama satu jam kedua korban tertimbun di dalam tanah. Kedua korban dilakukan evakuasi oleh warga dan jajaran Polres Bateng dan Polsek Koba, dan ditemukan dalam kondisi tak bernyawa. Usai kejadian, kedua korban sempat dilarikan di rumah sakit Koba, namun sayangnya tak ada kabar baik lantaran korban telah meninggal dunia. Puncaknya, kedua jenazah korban dibawa ke rumah duka di Jongkong 12 untuk dikebumikan.
Informasi yang diperoleh Rakyat Pos bahwa peristiwa naas itu terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Kala itu, korban Sugeng sambil menggendong anaknya Adi melihat TI Rajuk miliknya di Jongkong 12 untuk sekedar monitor pekerjaan TI-nya. Sugeng yang terhitung hanya beberapa menit saja berdiri dibibir tanah TI miliknya itu, spontan saja tanah pijakan korban longsor. Korban dan anaknya pun terperanjat sekaligus ikut terseret tanah longsor hingga ke bawah dengan kedalaman diperkirakan diatas tiga meter. Sementara, kedalaman TI Rajuk yang saat ini dioperasi diperkirakan kedalamannya diatas 7 meter.
Pekerja dan warga sekitar lokasi setelah mengetahui korban tertimbun tanah longsor, langsung bergegas menuju TKP untuk melakukan evakuasi. Sementara itu, jajaran Polres Bateng dan Polsek Koba yang mendapat laporan laka TI di Jongkong 12 langsung menuju TKP untuk membantu evakuasi bersama warga.
Setelah satu jam dicari, akhirnya korban Sugeng dan anaknya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa. Kedua korban pun saat itu juga dilarikan ke rumah sakit Koba. Sayangnya, usaha keluarga pun tak mendapat kabar baik karena nyawa korban tak terselamatkan. Jenazah Sugeng dan anaknya Adi pun dibawa ke rumah duka di Jongkong 12 untuk dikebumikan.
Kabag Ops Polres Bateng Kompol Nur Samsi seizin Kapolres AKBP. Frenky Yusandhy membenarkan adanya kejadian laka TI di Jongkong 12 Kecamatan Koba, Bangka Tengah.
“Ia ada kejadian laka TI pada hari Sabtu (08/07) sekitar pukul 16.00 WIB. Korban bapak dan anak tertimbun tanah longsor, keduanya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa pada saat ditemukan sekitar pukul 17.00 WIB,” ujarnya.
Ia mengatakan, korban Sugeng dan anaknya Adi murni meninggal karena laka TI akibat tanah longsor dalam TI milik korban. Pihaknya pun sudah mendatangi pihak keluarga korban dirumah duka.
“Keluarga korban akan membuat surat pernyataan bahwasanya keluarga korban sudah menerima dan tidak akan mempermasalahkan terhadap kejadian yang dialami korban dan juga keluarga korban,” tambahnya. (ran/6).

 

Related posts