Banyak Usulan Proyek tak Nyambung

  • Whatsapp
PUKUL GONG – Menteri PPN/Kepala Bappenas RI, Bambang Brodjonegoro memukul gong tanda membuka Musrenbang Provinsi Babel, Jumat (7/4/2017). Ia meminta pemda mengurangi belanja barang guna meningkatkan porsi belanja modal. Terlebih banyak proyek yang diusulkan daerah tidak nyambung dengan program nasional atau tidak memenuhi kriteria. (Foto: vip/Ist)

Menteri Tekankan Belanja Barang Dikurangi
Pusat Dukung Kembangkan Pariwisata

PANGKALAN BARU – Menteri Perencana Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencana Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) RI, Bambang Brodjonegoro meminta agar pemerintahan di Provinsi Bangka Belitung (Babel) mengurangi belanja barang yang kurang bermanfaat guna meningkatkan porsi belanja modal.
Demikian diungkapkan Bambang kepada sejumlah wartawan dalam konferensi pers usai membuka Musyawarah Rencana Pembangunan Daerah (Musrenbang) tingkat Provinsi Babel, Jumat (7/4/2017) di salah satu hotel di Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah. Ia mengingatkan, agar belanja modal lebih diutamakan, dengan sasaran tepat agar pertumbuhan perekonomian cepat dan manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat.
“Kapasitas fiskal APBD harus ditambah, bisa ditambah dengan penerimaan dan memang tak mudah. Efisiensi belanja, saya sarankan segenap Pemda melakukan penghematan belanja barang dan operasional pegawai, ada ruang belanja modal yang berdampak masyarakat,” ingatnya.
Selain mengurangi belanja, Bambang juga meminta agar usulan rencana pembangunan yang diajukan ke pusat harus betul-betul prioritas dan tidak terlalu banyak. Supaya anggaran tidak terbagi ke banyak kegiatan, hingga pada akhirnya banyak kegiatan yang tak tuntas.
“Harus ada kejelasan proyek yang diusulkan. Terkadang banyak proyek yang diusulkan daerah tidak nyambung dengan program nasional atau tidak siap dan tidak memenuhi kriteria. Misalnya pemakaian lahan belum ada sehingga anggaran yang dialokasikan tak terserap. Setiap tahun harus punya prioritas, tak boleh banyak, kalau banyak anggaran terbagi, dampaknya tak terlalu dirasakan. Dengan sistem money follow programs kami medorong prioritas dibatasi keinginan, kemudian anggaran bisa difokuskan sehingga ketika diimplementasikan bisa dirasakan masyarakat,” paparnya.
Terkait usulan jembatan lintas provinsi yang menghubungkan Sumsel-Babel, Bambang menjawab akan mengkaji rencana pembangunan jembatan itu.
“Jembatan penghubung masih kita lihat, soal akan dibangun atau tidak itu perlu kajian dan kebutuhan biaya yang muncul. Kami ingin dalam skema pembangunan tak harus murni menggunakan APBN, tetapi kita lihat peluang kerjasama swasta,” tandasnya.
Dalam Musrenbang ini, Bambang juga mengapresiasi kinerja Pemprov Babel dan kabupaten/kota dalam menekan angka kemiskinan dan pengangguran, dimana angka kemiskinan masih sangat rendah dibawah nasional.
“Dan pada 2018 ini angka kemiskinan ditargetkan 4,2 persen dan pengangguran juga berkurang, dan arah kebijakan makro harus ditingkatkan. Pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di sektor pariwisata, pertanian, kelautan perikanan, pertambangan dan lainnya,” tukas dia.
Untuk sektor pertambangan, Menteri juga meminta agar Babel konsen dan fokus dalam memenangkan pariwisata. Bahkan nasional akan mendukung untuk pembangunan pengembangan pariwisata ini, diantaranya pada tahun depan adalah pembangunan Bandara Hs Hanandjoeddin, Kawasan Ekonomi Khusus Pariwiasata Tanjung Kelayang, dan akses jalan.
Dalam Musrenbang ini, juga hadir Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Kemendagri, Sekda Babel, bupati/walikota di Babel, organisasi perangkat daerah, instansi terkait, dan unsur muspida lainnya. (nov/6)

Related posts