Banyak Pedagang Ayam Langgar Aturan

  • Whatsapp
DAGING AYAM – Harga daging ayam di pasaran Kabupaten Belitung tembus angka Rp 45-55 ribu perkilogram, atau diatas HET yang ditetapkan Rp 34 ribu perkilo. Aktifitas pedagang ayam di pasar Tanjungpandan. (foto Dodi)

Jual Diatas HET
Alasan Stok Menipis
Tim Satgas Pangan Beri Warning

TANJUNGPANDAN – Tim Satgas Pangan Polres Belitung mewarning pedagang ayam di Kabupaten Belitung, agar tidak menjual diatas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditentukan. Sebab dalam hal ini sudah diatur Peraturan Kementrian Perdagangan (Permendag) Nomor 96 Tahun 2018.
Saat ini harga dipasaran tembus angka Rp 45 ribu hingga Rp 55 ribu daging ayam perkilogramnya. Sedangkan harga tertinggi yang sudah ditetapkan hanya Rp 34 ribu perkilo. Tentunya, hampir seluruh penjual ayam di Belitung melanggar aturan.
“Kita masih belum menentukan tindakan apa yang akan kita lakukan. Sebab kami masih mengkaji terlebih dahulu dengan sejumlah instansi. Saat ini kita hanya melakukan himbauan,” kata Ketua Satgas Pangan Polres Belitung AKP Erwan Yudha Perkasa kepada Rakyat Pos, Rabu (24/04/19).
AKP Erwan mengatakan, kondisi seperti ini diprediksi akan terjadi hingga Lebaran nanti. Hal itu disebabkan sekarang kondisi cuaca di Belitung kurang bagus. Khususnya bagi peternak ayam.
Sehingga bibit kurang berkembang. Akibatnya, membuat stok di Kabupaten Belitung menurun. Sehingga hal itu yang menjadi penyebab utama mahalnya harga ayam di Negeri Laskar Pelangi.
“Rencananya dalam waktu dekat kita akan turun ke pasar. Kami akan menghimbau kepada para pedagang agar menjual daging ayam sesuai standar yang telah ditentukan,” ucap Erwan.
Untuk mengatasi permasalahan ini, dalam waktu dekat Jajaran Polres Belitung beserta instansi terkait akan menggelar pertemuan, untuk mencari solusi. Dalam hal ini, rencananya akan ada operasi pasar.
“Rencananya kita akan lakukan operasi pasar pada saat Bulan Ramadan nanti. Sehingga adanya operasi ini dapat menekan mahalnya harga daging ayam pada saat sebelum Lebaran,” ungkap AKP Erwan.
Sementara itu, salah satu pedagang ayam di Pasar Tradisional Tanjungpandan mengatakan, alasan menjual dengan diatas HET lantaran stok barang mulai menipis dan bibit ayam masih kecil-kecil.
“Sekarang sudah turun, beberapa hari lalu kita jual dengan harga Rp 55 ribu. Sekarang Rp 50 ribu. Untuk ayam-ayam ini kami dapatnya dari peternak yang ada di Belitung,” kata Herman (Samaran-red) kepada Rakyat Pos.
Dirinya bersama pedagang lainnya pun menjual daging ayam dengan harga seperti itu lantaran membeli dengan harga yang cukup tinggi.
“Kita belinya dengan harga tinggi juga dari peternak, cuma untung berapa ini. Kalau dari peternak turun kita tetap turun harga juga,” pungkasnya.(dod/6)

Related posts